Senin 13 Juli 2026 - 05:43
Pemakaman Jenazah Pemimpin Umat Ini Tegaskan kepada Dunia bahwa Bangsa Irak dan Iran Miliki Jiwa yang Satu

Hawzah/ Sekretaris Kedua Dewan Tinggi Hawzah Ilmiyah mengatakan: Pemakaman megah ini, yang menyaksikan kehadiran para ulama terkemuka, marja' besar, elite intelektual, tokoh politik, dan pemuda-pemudi Irak yang gigih, bukan sekadar perpisahan dengan seorang syahid besar, melainkan sebuah pesan yang jelas ke seluruh dunia. Pemakaman ini menegaskan kepada dunia bahwa bangsa Irak dan Iran adalah satu jiwa dalam dua raga, yang dipersatukan oleh akidah, kesatuan jalan, dan persaudaraan imani.

Berita Hawzah – Ayatullah Jawad Marwi, Sekretaris Kedua Dewan Tinggi Hawzah Ilmiah, yang telah melakukan perjalanan ke Irak untuk menghadiri upacara pemakaman jenazah Imam Syahid, dalam pertemuan dengan para ulama dan rohaniwan Hawzah Ilmiyah yang diselenggarakan dengan dihadiri oleh delegasi-delegasi Hawzah Ilmiyah Qom di Najaf Ashraf, menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

"Sekelompok ulama dari Hawzah Ilmiyah Qom, dan dari sisi makam Karimah Ahlulbait (semoga kesejahteraan Allah tercurah padanya), sekumpulan dosen dan perwakilan kantor-kantor para marja' agung taklid di Qom, datang ke Najaf Ashraf. Mereka datang semata-mata setelah berziarah ke makam mulia pemimpin kita Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (as), untuk menyampaikan salam dari para marja' taklid di Hawzah Ilmiah Qom kepada para ulama terkemuka, marja' agung, para cendekiawan, elit, dan pemuda-pemudi mujahid Irak."

Ia menyatakan bahwa hal ini menegaskan kedalaman ikatan persaudaraan, iman, dan kesatuan kata di antara dua hawzah yang mulia serta dua bangsa yang bersaudara. Ia menambahkan: "Salam dan penghormatan kami kepada bangsa Irak yang merupakan saudara, bangsa yang tentangnya Syahid Sayyid Ali Khamenei ra telah berkata: 'Bangsa Irak adalah bangsa yang besar dan bangsa yang mulia, bangsa yang berbudaya, bangsa yang agung dan bertekad kuat.'"

Dosen Hawzah Ilmiyah Qom itu melanjutkan: "Setelah salam dan penghormatan, kami datang dengan membawa jasad pemimpin syahid kami untuk menyerahkannya kepada kalian, sehingga tercapailah cita-cita lamanya, yaitu berziarah ke makam Pemimpin Kaum Muwahhidin dan Pemimpin Dua Alam, yakni Abu Abdillah Al-Husain (as)."

Anggota Jamaah Mudarrisin (para pengajar hawzah) melanjutkan: "Kami membawa jasad mulianya kepada kalian, namun dalam keadaan berlumuran darah dan anggota tubuh yang terpotong-potong. Sebagaimana kalian ketahui, imam dan pemimpin syahid kami berdiri teguh dan kokoh di jalan Abi Abdillah Al-Husain (as). Dan jika dahulu ia sering mengulangi dalam ziarahnya kepada maulanya, bahwa ia akan menebusnya dengan jiwa, keluarga, dan hartanya di bulan Ramadhan, dalam keadaan berpuasa dan dahaga, maka ia telah mewujudkan kenyataan itu. Ia mengorbankan jiwa, keluarga, dan hartanya di jalan Abu Abdillah Al-Husain (as), setelah dalam pidato terakhirnya ia berkata: 'Orang-orang seperti saya tidak akan berbaiat kepada seseorang seperti Yazid.' Dan ia juga mengatakan: 'Kami berada di bawah panji-panji Al-Abbas (as) dan kami tidak akan pernah menyesal.'"

Ayatullah Marwi melanjutkan: "Wahai sayyid kami yang syahid, wahai sayyid kami yang syahid, berkali-kali dalam pidato-pidatomu engkau mengatakan: 'Saya dengan tulus berterima kasih kepada bangsa Irak yang mulia atas keramahan dan sambutan hangat mereka kepada umat Islam pada hari-hari Arbain.' Wahai sayyid kami yang syahid, lihatlah hari ini, di ambang Arbain Abu Abdillah Al-Husain (as), bangsa Irak, para ulama hawzah, para elit, pemuda-pemuda, dan suku-suku pemberani mereka, bagaimana mereka membentuk satu barisan dan ingin menyambut serta menerimamu."

Ia mengatakan: "Prosesi pemakaman megah ini, yang menyaksikan kehadiran para ulama terkemuka, marja' agung, elit intelektual, tokoh politik, dan pemuda-pemuda Irak yang gagah berani, bukan sekadar perpisahan dengan seorang syahid besar, melainkan pesan yang jelas ke seluruh dunia. Prosesi ini menegaskan kepada dunia bahwa bangsa Irak dan Iran adalah satu ruh dalam dua jasad, yang disatukan oleh akidah, kesatuan jalan, dan persaudaraan imani. Dan sebagaimana yang ditekankan oleh sayyid syahid, Iran dan Irak adalah dua bangsa yang jasad-jasad mereka bercampur, hati-hati mereka berpadu, dan ruh-ruh mereka bersatu dalam ikatan iman kepada Allah, kecintaan kepada Ahlulbait, dan jalan hidup Abu Abdillah Al-Husain (as)."

Sekretaris Kedua Dewan Tinggi Hawzah Ilmiyah menegaskan: "Hubungan ini harus semakin kuat dan kokoh dari hari ke hari. Kami memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa agar Dia membinasakan musuh-musuh kedua bangsa ini, dan menjadikan mereka lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih kompak, serta membinasakan Zionis yang zalim. Sungguh, Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami merindukan (pertemuan dengan)-Mu dalam keadaan (atau pemerintahan) yang mulia, di mana Engkau memuliakan Islam dan para pemeluknya, serta menghinakan kemunafikan dan para pengikutnya. Dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang menyeru kepada ketaatan-Mu dan mengikuti jalan-Mu. Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah langkah-langkah kami, dan menangkanlah kami atas kaum yang kafir."

Dan semoga salam serta rahmat Allah tercurah atas kalian. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad Saww dan keluarga Muhammad as.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha