Berita Hawzah – Dalam rangkaian pernyataan Imam yang Syahid, Ayatullah Agung Sayyid Ali Khamenei (ra), tentang Arba'in Husaini, berikut disampaikan sebagian dari pernyataan beliau mengenai kedudukan dan pesan-pesan Arba'in kepada para pembaca:
"Sejak hari pertama Arba'in muncul, pentingnya Arba'in yang pertama sudah sebesar ini.
Pentingnya Arba'in yang pertama adalah bahwa ia merupakan media kekuatan dahsyat Asyura.
Dari hari Asyura hingga hari Arba'in — menurut suatu riwayat, hari di mana Ahlulbait kembali ke Karbala — empat puluh hari ini adalah empat puluh hari berkuasanya logika kebenaran di tengah dunia kegelapan kekuasaan Bani Umayyah dan kaum Sufyani.
Ia adalah media kebenaran di tengah dunia kegelapan kekuasaan Bani Umayyah dan kaum Sufyani.
Media kebenaran yang sesungguhnya adalah teriakan Zainab Kubra (salam Allah atasnya), teriakan Imam Sajjad (alaihis salam). Di mana? Di Kufah, di Syam, di tempat yang penuh kegelapan pekat; itulah media terbesar.
Merekalah yang menjaga Asyura tetap hidup, merekalah yang mengantarkan Asyura hingga hari ini.
Sejarah dan akar dari hari Arba'in ini dan kisah Arba'in adalah sebagai berikut.
Pada hari itu, Ahlulbait (as) mengguncangkan badai dengan gerakan empat puluh hari ini; sebuah badai terjadi di tengah penindasan yang luar biasa.
Pada masa itu, penindasan begitu hebatnya sehingga di sekitar Imam Husain (as), putra Nabi, cucu Nabi, buah hati Zahra yang suci, tidak tersisa lebih dari 72 orang.
Di tengah keadaan seperti itu, gerakan ini melahirkan peristiwa Tawwabin di Kufah, mengguncang Madinah, mengguncang Syam, sehingga rezim Sufyani pun runtuh; itulah gerakan besar Arba'in dari Zainab Kubra (salam Allah atasnya) dan Ahlulbait (as)."
Sumber: Pidato Imam yang Syahid, Ayatullah Agung Khamenei (ra), dalam acara wisuda mahasiswa Universitas Imam Husain, 21/7/1398 HS (13 Oktober 2019).
Komentar Anda