Berita Hawzah – Berikut adalah isi lengkap pesan penting dan strategis Ayatullah Alireza A'rafi, Direktur Hawzah Ilmiyah, dalam rangka masa perpisahan, dan prosesi pemakaman bersejarah jenazah suci Imam Syahid, Yang Mulia Ayatullah Agung Imam Khamenei (semoga Allah meridhoinya), yang di dalamnya beliau memaparkan misi-misi dan pesan-pesan syahadah Imam Syahid bagi Iran, dunia Islam, dan seluruh kaum merdeka di dunia. Berikut isinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
"Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki." (QS. Ali 'Imran: 169)
"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati janji mereka kepada Allah; maka di antara mereka ada yang telah gugur, dan di antara mereka ada yang masih menunggu, dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)." (QS. Al-Ahzab: 23)
Umat Islam yang agung, kaum merdeka dan mustadh'afin (orang-orang tertindas) di dunia, bangsa-bangsa yang terjaga, dan hati nurani yang sadar di seluruh penjuru dunia,
Saat ini, dunia Islam, bahkan seluruh umat manusia yang haus akan keadilan, berkabung atas sosok yang berdiri tegak, yang bukan milik satu perbatasan atau satu bangsa, melainkan milik bersama umat dan pewaris garis para nabi dan kekasih Allah. Kesyahidan terhadap pemimpin yang bijaksana, marja' yang agung, dan nahkoda Revolusi Islam, Yang Mulia Ayatullah Agung Imam Khamenei (semoga derajatnya diluhurkan), bukanlah peristiwa yang dapat dipahami dalam geografi yang sempit; peristiwa ini harus dibaca dalam skala persamaan dunia Islam dan dalam cakrawala transformasi besar umat manusia. Beliau adalah sebuah sistem yang terdiri dari kebajikan-kebajikan yang tak terhitung dan galaksi dari karakteristik-karakteristik istimewa, yang pancaran kepribadiannya yang tiada dua itu bersinar di Iran dan dunia, mengubah persamaan dunia, dan menjadi sebab berbagai kemajuan serta kejayaan Iran dan umat Islam.
Imam Syahid adalah teladan dalam berpikir secara global. Pemikirannya menembus batas-batas etnis dan nasional, dan membangun wacana universal di mana nilai-nilai kemanusiaan bersama, martabat manusia, keadilan, dan keteguhan melawan kezaliman Arogansi Global menemukan bahasa yang mencakup semua. Beliau memahami secara mendalam tantangan-tantangan dan ancaman-ancaman global, dan berbicara dengan bahasa yang sesuai dengan era peradaban. Teologi yang beliau hadirkan adalah teologi pembebasan yang universal; pembahasan yang membawa Tuhan ke dalam teks kehidupan orang-orang yang terpinggirkan, dan mengubah iman menjadi kekuatan pembebasan bagi bangsa-bangsa. Kemuliaan derajat marja'iyah-nya pun berada dalam kelanjutan ini: marja'iyah yang mengikatkan fikih dengan tanggung jawab historis dan kepedulian terhadap umat. Beliau adalah ayah bangsa, ruh legenda perlawanan, pemimpin umat, dan jiwa bangsa.
Kejahatan mengerikan para perwira hitam Amerika dan Israel yang berujung pada kesyahidan ini, dalam perkiraan gelap para perancangnya, seharusnya menjadi pukulan mematikan bagi tubuh gerakan ini, bangsa, dan pemerintahan, serta menyebabkan keruntuhan mendadak mereka. Di sinilah salah satu dimensi keagungan kepemimpinan beliau menjadi jelas. Beliau selama bertahun-tahun telah membangun umat dan juga membangun negara; beliau mengikatkan rakyat bukan kepada dirinya sendiri, melainkan kepada Allah, kepada fondasi-fondasi, dan kepada cita-cita agung yang memberdayakan dan menghidupkan. Para pemimpin yang menginvestasikan karisma pribadinya, ketika karisma itu runtuh, maka tatanan dan sistem bangsa serta pemerintahan mereka juga akan runtuh. Namun pola kepemimpinan Imam Syahid sedemikian rupa sehingga meskipun semua prediksi strategis musuh tentang kekacauan dan keruntuhan, semuanya berjalan secara ajaib di jalur keteguhan dan kohesi. Ini adalah bukti lain atas kebenaran dan kedalaman mazhab ini yang mengikatkan manusia kepada Allah, bukan kepada individu.
Wahai umat yang tangguh! Rasa menuntut darah (pembalasan) atas darah suci ini harus tetap hidup dan berkelanjutan di dalam hati; bukan sebagai nyala api yang sementara, melainkan sebagai tekad yang teguh untuk terus menapaki jalan yang telah disirami dengan darahnya. Darah para syuhada adalah pelita jalan, dan kesetiaan kepada cita-cita mereka adalah hakikat dari menuntut darah (pembalasan). Menuntut darah dan membalas Imam Syahid bukanlah respons emosional dan histeris semata; melainkan kelanjutan perjuangan melawan kezaliman dan hegemoni (kekuatan imperialis) dalam bentuk baru, dan merupakan salah satu misi sentral dan fundamental dari front perlawanan.
Syahadah beliau membawa misi dan pesan-pesan yang jelas bagi berbagai tingkatan di dunia Islam dan Iran:
Pesan pertama adalah bahwa syahadah adalah modal bagi umat, bukan kerugiannya, dan menjadi sebab kehinaan serta kehancuran musuh, bukan kemenangannya. Musuh-musuh menyangka bahwa dengan membunuh pemimpin yang berilmu dan bijaksana dari Iran Islami, mereka akan mematahkan tekad bangsa; padahal sunnah ilahi menetapkan bahwa darah suci para syuhada justru memperdalam akar-akar iman, memperkokoh tekad bangsa-bangsa, dan menerangi jalan kebenaran. Dan semakin agung syahadah tersebut, semakin besar pula berkah-berkah yang menentukan bagi umat Islam, dan semakin menyala semangatnya.
Pesan kedua adalah kegagalan perhitungan sistem hegemoni. Dalam perang yang dipaksakan yang ketiga ini, musuh yang licik dan kriminal telah mengarahkan pandangannya pada terwujudnya tujuan-tujuan yang, seperti mimpi buruk, tidak menjadi kenyataan, dan sekali lagi gagal total. Rencana pemecahan belahan Iran, penggulingan sistem, penyerahan bangsa Iran, penguasaan atas kekayaan nasional, pengamanan rezim Zionis Israel, dan penghancuran poros perlawanan, semuanya - berkat darah Imam, para komandan, para syuhada Minab dan syuhada di wilayah lainnya, serta ribuan orang dari mereka yang gugur dengan tangan berlumuran darah dari bangsa Iran yang setia kepada Imam Husain - sirna dan gagal total.
Musuh tidak hanya tidak mencapai satu pun dari tujuan-tujuan ini, tetapi juga mengalami kekalahan-kekalahan besar. Menjelaskan dimensi-dimensi hancurnya keperkasaan adidaya terbesar di dunia memerlukan kerja kajian yang mendalam selama bertahun-tahun. Penghancuran pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan, penghancuran sasaran-sasaran strategis Israel, menguatnya front perlawanan, penguasaan atas Selat Hormuz, kebangkitan dan kohesi bangsa Iran, gugurnya proyek Iranofobia, meningkatnya dukungan global terhadap Iran, terbongkarnya wajah buruk Amerika dan Zionis pembunuh anak-anak, serta kemunculan Iran sebagai sebuah adidaya, inilah beberapa poros penting dari kemenangan-kemenangan besar kita dalam perang ini.
﴾Jika kalian menolong (Agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan langkah-langkah kalian﴿ (QS. Muhammad: 7).
Pesan ketiga adalah peragaan persatuan umat. Hari ini telah terbentuk front persatuan dari Hizbullah Lebanon, Ansarullah Yaman, Al-Hashd Al-Sya'bi Irak, dan Perlawanan Palestina, yang harus hari demi hari menjadi lebih bersatu dan lebih padu. Di zaman fitnah-fitnah yang kompleks, tidak ada modal bagi umat Islam yang lebih berharga daripada solidaritas, kebijaksanaan, bashirah, dan rasa tanggung jawab.
Harus dipahami bahwa masa ini adalah momen yang menentukan dan penentu nasib. Era baru kejayaan Iran, Islam, dan poros perlawanan telah dimulai. Transformasi besar ini adalah buah dari upaya dan perjuangan berabad-abad para ulama rabbani dan bangsa-bangsa yang sadar, yang dimulai dari Imam Besar (Imam Khomeini, semoga ruhnya disucikan) dan berlanjut dengan Imam Syahid (Khamenei, semoga Allah meridhainya); sebuah warisan yang telah berbuah untuk membebaskan umat dan kaum tertindas dari penderitaan berabad-abad, dan untuk pembentukan kutub-kutub kekuatan baru serta peradaban Islam modern, serta persiapan bagi munculnya matahari agung Wilayah (Imam Mahdi, semoga Allah menyegerakan kemunculannya). Pemahaman yang benar tentang persamaan dan perubahan di momen ini adalah sebuah kewajiban di pundak semua pihak yang peduli dan para cendekiawan umat.
Prosesi pemakaman jenazah suci ini harus tercatat sebagai peristiwa yang tak tertandingi, melampaui waktu dan tempat. Berkumpulnya tokoh-tokoh terkemuka dunia Islam, simbol-simbol global, media-media kuat umat, para ulama, cendekiawan, para mujahid, dan orang-orang merdeka di dunia, akan membantu epik ini memancarkan cahayanya di tingkat global dan menyampaikan pesan-pesan besar Imam Syahid ke dalam hati manusia di semua benua, terutama di dunia Islam. Kehadiran yang agung ini sendiri akan menjadi teriakan lantang akan kebenaran jalan ini dan pembaruan janji setia dengan sistem nilai yang terdiri dari iman, keadilan, kemerdekaan, harga diri, perlawanan, dan harapan akan masa depan. Prosesi pemakaman ini akan menciptakan lembaran emas dalam sejarah negeri ini dan dunia Islam.
Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, para pecinta ajaran Khomeini dan Khamenei, serta semua yang berduka atas musibah besar ini, untuk hadir secara luas dalam peristiwa agung ini, guna menunjukkan kedudukan sang kekasih di hati rakyat yang mulia, dan menyampaikan pesan bahwa jalan revolusi dan syahid Ramadhan itu akan terus berlanjut, serta balasan atas darah rakyat mulia dan para syuhada yang berharga akan dituntut.
Pada saat ini, bagaimana mungkin kita tidak mengenang arsitek gerakan agung ini, Imam Khomeini (semoga Allah meridhainya); sang pembaharu yang dengan pemikiran luhurnya meletakkan fondasi poros perlawanan dan menggerakkan kafilah para syuhada. Imam syahid adalah penerus sejati dari garis dan ajaran yang sama, dan hingga nafas terakhir, beliau berdiri di jalur cita-cita Revolusi Islam dan menjadi pengabdi bagi rakyat dan Iran Islam.
Hari ini, tanggung jawab ganda berada di pundak hawzah ilmuiah, universitas, para elit, cendekiawan, dan kalangan media. Kehadiran ini harus diubah menjadi gerakan budaya, ilmiah, dan peradaban yang abadi. Tugas kita adalah menjelaskan kebenaran, menjaga warisan pemikiran, menggambarkan cakrawala masa depan, dan meneruskan jalan ini. Tokoh-tokoh besar dalam sejarah Islam akan menjadi madrasah abadi yang menginspirasi generasi-generasi berikutnya.
Kelanjutan jalan Imam Syahid adalah dalam kepatuhan yang tulus, sadar, dan penuh iman kepada Wali Fakih di masa sekarang. Pemimpin Agung Revolusi, Ayatullah Sayyid Mujtaba Husaini Khamenei hf, adalah garis terang dan bercahaya dari kelanjutan eksistensi, pemikiran, dan teladan mulia kepemimpinan Imam Syahid tersebut.
Kita memohon kepada Allah Yang Maha Tinggi agar mengangkat derajat syahid yang mulia ini dan menghubungkannya dengan para wali Allah, memberikan kesabaran dan ketajaman pandangan kepada umat, mempersatukan umat Islam, menguatkan front perlawanan, membangkitkan kesadaran bangsa-bangsa, serta mempersiapkan terwujudnya janji-janji Ilahi.
Jalannya terang dan kafilah terus bergerak.
"Dan Allah Maha Kuasa atas urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Yusuf: 21)
Dan salam sejahtera atas hamba-hamba Allah yang saleh.
Komentar Anda