Kamis 12 Maret 2026 - 16:02
Syarah Doa | Macam-Macam Karunia (Fadl) dan Rahmat Ilahi menurut Al-Qur'an

Hawzah/ «اللهمّ افْتَحْ لی فیهِ أبوابَ فَضْلَکَ و أنـْزِل علیّ فیهِ بَرَکاتِکَ وَ وَفّقْنی فیهِ لِموجِباتِ مَرْضاتِکَ واسْکِنّی فیهِ بُحْبوحاتِ جَنّاتِکَ یا مُجیبَ دَعْوَةِ المُضْطَرّین», “Ya Allah, bukakanlah untukku di bulan ini pintu-pintu karunia-Mu, turunkanlah kepadaku di bulan ini rahmat dan nikmat-Mu, dan berilah aku kemudahan untuk melakukan hal-hal yang mendatangkan keridhaan-Mu, serta tempatkanlah aku di tengah-tengah taman-taman surga-Mu. Wahai yang mengabulkan doa orang-orang yang terdesak.”

Berita Hawzah – Dengan memohon kepada Allah Swt agar menerima segala amal ibadah kaum muslimin, menyajikan penjelasan mengenai doa hari keduapuluh dua bulan suci Ramadhan yang disampaikan oleh Hujjatul Islam wal Muslimin Muhammad Hasan Zamani. Berikut adalah doa hari keduapuluh dua bulan Ramadan beserta artinya:

«اللهمّ افْتَحْ لی فیهِ أبوابَ فَضْلَکَ و أنـْزِل علیّ فیهِ بَرَکاتِکَ وَ وَفّقْنی فیهِ لِموجِباتِ مَرْضاتِکَ واسْکِنّی فیهِ بُحْبوحاتِ جَنّاتِکَ یا مُجیبَ دَعْوَةِ المُضْطَرّین»

“Ya Allah, bukakanlah untukku di bulan ini pintu-pintu karunia-Mu, turunkanlah kepadaku di bulan ini rahmat dan nikmat-Mu, dan berilah aku kemudahan untuk melakukan hal-hal yang mendatangkan keridhaan-Mu, serta tempatkanlah aku di tengah-tengah taman-taman surga-Mu. Wahai yang mengabulkan doa orang-orang yang terdesak.”

Seorang hamba yang berpuasa pada hari ini mengajukan empat permohonan kepada Allah Swt. Pada bait pertama doa ini berbunyi: «للهمّ افْتَحْ لی فیهِ أبوابَ فَضْلَکَ», “Ya Allah, bukakanlah untukku pada bulan ini pintu-pintu karunia-Mu.”

Pertama-tama, apa perbedaan antara fadhl (karunia) dan ‘adl (keadilan)? Keadilan Allah berarti setiap orang akan mendapatkan pahala sesuai dengan amal ibadah atau pelayanannya; kadang pahala itu sepuluh kali lipat, kadang tujuh ratus kali lipat—semua ini merupakan bentuk keadilan Ilahi yang adil dan setimpal. Namun, terkadang Allah Swt memberikan pahala yang melebihi keadilan itu sendiri, yaitu anugerah dari gudang karunia-Nya. Karunia ini bukan karena hak yang didapatkan, melainkan semata-mata karena kemurahan dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dengan demikian, keadilan memastikan balasan sesuai usaha, sementara karunia menunjukkan kebaikan dan belas kasih Allah yang melampaui batas keadilan-Nya. Dalam Al-Qur’an, terdapat banyak istilah mengenai fadhl, dan kita perlu memahami dalam situasi seperti apa Allah memberikan karunia-Nya di luar batas keadilan-Nya.

Jenis-jenis Karunia (Fadhl) dalam Al-Qur’an yang Mulia

Al-Qur’an yang Mulia menyebutkan beberapa jenis karunia (fadhl), yaitu:

Jenis pertama dari karunia Allah adalah keistimewaan atau keutaaman yang Allah berikan kepada suatu umat. Misalnya pada masa Nabi Musa 'alaihissalam, Allah swt mengistimewakan Bani Israil dibandingkan dengan umat lainnya karena mereka mengikuti nabi mereka . Dalam ayat 47 Surat Al-Baqarah, Allah Swt berfirman: ««یا بَنی‏ إِسْرائیلَ اذْکُرُوا نِعْمَتِیَ الَّتی‏ أَنْعَمْتُ عَلَیْکُمْ وَ أَنِّی فَضَّلْتُکُمْ عَلَی الْعالَمینَ», “Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.”

Jenis kedua dari karunia Allah adalah menambahkan sifat-sifat tertentu pada sekelompok manusia berdasarkan jenis kelamin, seperti kemampuan fisik dan kepemimpinan pada laki-laki dibandingkan perempuan. Dalam ayat 34 Surat An-Nisa disebutkan: «لرِّجالُ قَوَّامُونَ عَلَی النِّساءِ بِما فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلی‏ بَعْضٍ وَ بِما أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوالِهِمْ فَالصَّالِحاتُ قانِتاتٌ حافِظاتٌ لِلْغَیْبِ بِما حَفِظَ اللَّهُ وَ اللاَّتی‏ تَخافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَ اهْجُرُوهُنَّ فِی الْمَضاجِعِ وَ اضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَکُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَیْهِنَّ سَبیلاً إِنَّ اللَّهَ کانَ عَلِیًّا کَبیراً», “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Jenis ketiga terkadang Allah memberikan lebih banyak fasilitas atau kekayaan kepada sebagian manusia dan hal itu juga termasuk dari karunia-Nya. Namun sebagian dari mereka menggunakan karunia tersebut untuk kebaikan, sementara yang lain menyalahgunakannya. Dalam ayat 180 Surat Ali Imran disebutkan: « وَ لا یَحْسَبَنَّ الَّذینَ یَبْخَلُونَ بِما آتاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَیْراً لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَیُطَوَّقُونَ ما بَخِلُوا بِهِ یَوْمَ الْقِیامَةِ وَ لِلَّهِ میراثُ السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ وَ اللَّهُ بِما تَعْمَلُونَ خَبیرٌ», “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Jenis keempat karunia adalah pertolongan dan bantuan ilahi yang kadang Allah berikan kepada orang-orang beriman. Dalam ayat 152 Surat Ali Imran disebutkan: «وَ لَقَدْ صَدَقَکُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ حَتَّی إِذا فَشِلْتُمْ وَ تَنازَعْتُمْ فِی الْأَمْرِ وَ عَصَیْتُمْ مِنْ بَعْدِ ما أَراکُمْ ما تُحِبُّونَ مِنْکُمْ مَنْ یُریدُ الدُّنْیا وَ مِنْکُمْ مَنْ یُریدُ الْآخِرَةَ ثُمَّ صَرَفَکُمْ عَنْهُمْ لِیَبْتَلِیَکُمْ وَ لَقَدْ عَفا عَنْکُمْ وَ اللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَی الْمُؤْمِنینَ», “Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu; dan sesungguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang-orang yang beriman.”

Jenis karunia yang kelima adalah pertolongan umum Allah kepada seluruh umat manusia. Kadang-kadang, Allah memberikan pertolongan dan bantuan secara kolektif dengan menjalankan sunnah sosial-Nya, misalnya ketika orang-orang yang tertindas bangkit melawan para penindas dan berjuang untuk keadilan. Dalam keadaan seperti ini, Allah menggunakan cara tersebut sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah di dunia dan menciptakan keseimbangan sosial. Dalam ayat 251 Surat Al-Baqarah, Allah Swt berfirman: «فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَ قَتَلَ داوُدُ جالُوتَ وَ آتاهُ اللَّهُ الْمُلْکَ وَ الْحِکْمَةَ وَ عَلَّمَهُ مِمَّا یَشاءُ وَ لَوْ لا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَ لکِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَی الْعالَمینَ», “Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.”

Jenis keenam adalah karunia yang Allah berikan kepada sebagian hamba khusus dan wali-Nya, misalnya para nabi yang semuanya menerima karunia dari Allah Swt, namun sebagian dari mereka menerima karunia yang lebih besar. Para imam maksum juga mencapai derajat tersebut karena karunia Allah. Kadang-kadang, karunia itu juga diberikan kepada sebagian orang mukmin di alam barzakh, seperti para syuhada yang menerima anugerah istimewa dari Allah selama mereka berada di alam tersebut. Dalam ayat 169 dan 170 Surat Ali Imran disebutkan: «وَ لا تَحْسَبَنَّ الَّذینَ قُتِلُوا فی‏ سَبیلِ اللَّهِ أَمْواتاً بَلْ أَحْیاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ یُرْزَقُونَ * فَرِحینَ بِما آتاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَ یَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذینَ لَمْ یَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلاَّ خَوْفٌ عَلَیْهِمْ وَ لا هُمْ یَحْزَنُونَ», “Janganlah kamu sangka bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup di sisi Tuhannya dan diberikan rizki. Mereka bergembira atas karunia Allah dan senang melihat orang-orang yang belum bergabung dengan mereka dari belakang; mereka tidak takut dan tidak bersedih hati.”

Jenis kedelapan adalah keberhasilan yang Allah berikan kepada sebagian manusia karena keistimewaan dan keutamaan mereka, sehingga mereka menerima karunia Allah dalam keberhasilan melakukan perbuatan baik. Dalam ayat 69 Surat An-Nisa disebutkan: «وَ مَنْ یُطِعِ اللَّهَ وَ الرَّسُولَ فَأُولئِکَ مَعَ الَّذینَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَیْهِمْ مِنَ النَّبِیِّینَ وَ الصِّدِّیقینَ وَ الشُّهَداءِ وَ الصَّالِحینَ وَ حَسُنَ أُولئِکَ رَفیقاً», “Barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka mereka itu bersama orang-orang yang Dianugerahi Allah nikmat, yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

Dalam penggalan kedua doa tersebut disebutkan: « و أنـْزِل علیّ فیهِ بَرَکاتِکَ», “Turunkanlah kepadaku di bulan ini rahmat dan nikmat-Mu”

Nikmat terbagi menjadi dua jenis, yaitu Nikmat Samawi dan Nikmat Duniawi.

Jalan turunnya nikmat dari langit adalah melalui iman dan takwa. Dalam ayat 96 Surat Al-A’raf, Allah Swt berfirman: «وَ لَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُری‏ آمَنُوا وَ اتَّقَوْا لَفَتَحْنا عَلَیْهِمْ بَرَکاتٍ مِنَ السَّماءِ وَ الْأَرْضِ وَ لکِنْ کَذَّبُوا فَأَخَذْناهُمْ بِما کانُوا یَکْسِبُونَ», “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Nikmat duniawi merupakan karunia yang Allah berikan kepada manusia selama mereka menjalani kehidupan di dunia. Contohnya adalah ketika seseorang yang sebelumnya belum dikaruniai anak, kemudian dianugerahi keturunan oleh Allah. Kita harus menyadari bahwa segala sesuatu itu terjadi adalah kehendak Allah merupakan bagian dari rahmat-Nya yang Maha Kuasa.

Dalam bagian ketiga doa ini disebutkan: « وَفّقْنی فیهِ لِموجِباتِ مَرْضاتِکَ», “Berikanlah kepadaku keberhasilan pada bulan ini dalam melakukan apa yang mendatangkan keridhaan-Mu.” Dan Pada bagian keempat doa ini tertulis: « واسْکِنّی فیهِ بُحْبوحاتِ جَنّاتِکَ», “Tempatkanlah aku pada bulan ini di taman-taman surga-Mu.”

Dari kata "jannat" dalam doa ini, kita memahami bahwa Allah memiliki beberapa surga. Kumpulan surga tersebut biasa disebut "jannat" atau surga secara umum. Jelas bahwa di dalam surga yang besar terdapat berbagai surga yang berbeda, sehingga dalam Al-Qur'an kata "jannat" sering digunakan dalam bentuk jamak. Pertanyaan yang muncul adalah, berapa jenis surga yang Allah Swt ciptakan, dan apakah terdapat perbedaan di antara surga-surga tersebut? Sebagai jawabannya, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa jenis surga yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

Jenis-Jenis Surga di dalam Al-Qur'an

Jenis pertama dan kedua adalah surga yang di dalamnya terdapat makanan dan buah-buahan yang beragam, serta istri-istri yang suci. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 25, Allah Swt berfirman: «وَ بَشِّرِ الَّذینَ آمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْری مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهارُ کُلَّما رُزِقُوا مِنْها مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقاً قالُوا هذَا الَّذی رُزِقْنا مِنْ قَبْلُ وَ أُتُوا بِهِ مُتَشابِهاً وَ لَهُمْ فیها أَزْواجٌ مُطَهَّرَةٌ وَ هُمْ فیها خالِدُونَ», "Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: ""Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu."" Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya."

Jenis ketiga adalah surga yang di dalamnya juga terdapat keridhaan Allah. Dalam Surah Ali Imran ayat 15, Allah Swt berfirman: «قُلْ أَ أُنَبِّئُکُمْ بِخَیْرٍ مِنْ ذلِکُمْ لِلَّذینَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْری مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهارُ خالِدینَ فیها وَ أَزْواجٌ مُطَهَّرَةٌ وَ رِضْوانٌ مِنَ اللَّهِ وَ اللَّهُ بَصیرٌ بِالْعِبادِ», "Katakanlah: ""Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?"" Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya."

Jenis keempat adalah surga yang semua kenikmatan yang telah disebutkan di atas dihitung sebagai hadiah pembuka, bukan sebagai pahala utama. Dalam Surah Ali Imran ayat 198, Allah Swt berfirman: «لکِنِ الَّذینَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْری مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهارُ خالِدینَ فیها نُزُلاً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَ ما عِنْدَ اللَّهِ خَیْرٌ لِلْأَبْرارِ», "Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti."

Jenis kelima adalah surga Na'im. Dalam Surah Al-Maidah ayat 65 disebutkan: « وَ لَوْ أَنَّ أَهْلَ الْکِتابِ آمَنُوا وَ اتَّقَوْا لَکَفَّرْنا عَنْهُمْ سَیِّئاتِهِمْ وَ لَأَدْخَلْناهُمْ جَنَّاتِ النَّعیمِ», "Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, pasti Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan pasti Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan."

Jenis keenam adalah surga yang Allah telah menyatakan keridhaan-Nya kepada mereka dan memberikan kemenangan yang besar kepada mereka. Surga ini khusus bagi orang-orang yang telah berkata jujur dan benar. Dalam Surah Al-Maidah ayat 119, kita membaca: «قالَ اللَّهُ هذا یَوْمُ یَنْفَعُ الصَّادِقینَ صِدْقُهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْری مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهارُ خالِدینَ فیها أَبَداً رَضِیَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَ رَضُوا عَنْهُ ذلِکَ الْفَوْزُ الْعَظیمُ», "Allah berfirman: ""Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah rida terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar"".

Jenis ketujuh adalah surga yang dimasukkan juga keluarga dan kerabat ke dalamnya, dan surga itu dinamakan Surga 'Adn. Dalam Surah Ar-Ra'd ayat 23, Allah Swt berfirman: «« جَنَّاتُ عَدْنٍ یَدْخُلُونَها وَ مَنْ صَلَحَ مِنْ آبائِهِمْ وَ أَزْواجِهِمْ وَ ذُرِّیَّاتِهِمْ وَ الْمَلائِکَةُ یَدْخُلُونَ عَلَیْهِمْ مِنْ کُلِّ بابٍ», "(yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu"

Jenis kedelapan adalah Surga 'Adn yang di dalamnya Allah akan memberikan apa pun yang diinginkan oleh manusia. Dalam Surah An-Nahl ayat 31 disebutkan: « جَنَّاتُ عَدْنٍ یَدْخُلُونَها تَجْری مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهارُ لَهُمْ فیها ما یَشاؤُنَ کَذلِکَ یَجْزِی اللَّهُ الْمُتَّقینَ», "(yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa."

Jenis kesembilan adalah Surga Firdaus. Dalam Surah Al-Kahf ayat 107, Allah Swt berfirman: «إِنَّ الَّذینَ آمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ کانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلاً», "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal."

Ya Allah, tempatkanlah aku di tengah-tengah semua surga ini,"یا مُجیبَ دَعْوَةِ المُضْطَرّین" wahai Yang Maha Mengabulkan doa orang-orang yang kesulitan.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha