Jumat 17 Oktober 2025 - 10:09
Lima Pokok Pesan Substantif Pemimpin Tertinggi Revolusi untuk Hawzah Ilmiyah dan Misi Global Hawzah serta Ulama

Hawzah/ Ayatollah Alireza A’rafi menegaskan bahwa “penerima pertama pesan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam dalam peringatan seratus tahun berdirinya kembali Hauzah Ilmiah Qom adalah para pengelola dan para dosen hauzah itu sendiri.” Beliau menyatakan, “kamilah, para pengelola dan dosen, yang menjadi audiens utama dari pesan tersebut, dan secara alami berbagai lembaga serta kelompok di lingkungan hawzah, pada setiap tingkatan dan jenjang, memikul tanggung jawab besar atas pelaksanaannya.”

Berita Hawzah – Dalam sidang dosen Komplek Pendidikan Tinggi Fikih yang diadakan di Komplek Amin Qom, Ayatollah Alireza A’rafi, Direktur Hawzah Ilmiyah se-Iran, menegaskan bahwa penerima pertama pesan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam dalam peringatan seratus tahun berdirinya kembali Hawzah Ilmiah Qom adalah para pengelola dan dosen Hawzah itu sendiri.
Beliau menambahkan, kamilah para pengelola dan pengajar yang menjadi audiens utama pesan tersebut, dan secara alami semua lembaga dan kelompok di Hawzah, pada setiap tingkatan, memiliki tanggung jawab besar dalam merealisasikannya.

Anggota Dewan Pimpinan Majelis Khobregan Rahbari ini menegaskan bahwa dunia saat ini haus akan pesan Islam dan Revolusi. Kebutuhan ini bukan hanya bersifat teoretis, tetapi merupakan permintaan nyata dan penuh semangat.

Dalam pembahasannya mengenai pesan Pemimpin Tertinggi kepada Hawzah Ilmiyah, Ayatollah A’rafi menyoroti pentingnya pemahaman sejarah dan pandangan peradaban dalam Islam. Ia menyebutkan bahwa dirinya telah meminta Pusat Kurikulum Hawzah untuk menyiapkan bahan ajar sejarah ringkas yang akan dijadikan dasar dalam kompetisi keilmuan di kalangan pelajar Hawzah.

Beliau menjelaskan bahwa bahan-bahan tersebut mencakup lima bidang utama:

  1. Sejarah kaum muda dan dunia Barat modern
  2. Sejarah dunia Islam dalam dua abad terakhir
  3. Sejarah Iran, khususnya 150 tahun terakhir
  4. Sejarah Hawzah dan ulama, terutama Qom dalam 100 tahun terakhir
  5. Sejarah Revolusi Islam

Menurutnya, ulama Syiah telah melalui banyak pasang surut, namun secara keseluruhan menapaki jalan kemajuan. Dari masa taqiyyah hingga kebangkitan pasca peristiwa Karbala, kita menyaksikan gerak naik Islam murni.

Ayatollah A’rafi menilai bahwa Revolusi Islam merupakan bab baru dan strategis dalam sejarah panjang Hawzah. Apa yang terjadi dalam Revolusi Islam di bawah kepemimpinan Imam Khomeini ra dan berpusat di Qom berbeda dengan semua gerakan sebelumnya. Jika gerakan masa lalu menghasilkan perubahan sosial atau politik, Revolusi Islam menghimpun seluruh warisan sejarah Syiah dalam satu momentum besar.

Lebih lanjut, Ayatollah A’rafi menekankan bahwa salah satu pesan penting Pemimpin Tertinggi adalah membangun identitas peradaban Islam. Islam bukan kumpulan ajaran yang terpisah-pisah atau menolak kemajuan sains. Ia adalah sistem pemikiran yang utuh dan dinamis, yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

Ia menilai bahwa peradaban modern Barat dibangun di atas fondasi materialisme dan menghasilkan perangkat lunak sosial yang kini perlu dikritisi dengan pendekatan rasional dan berani. Hawzah Ilmiyah, katanya, harus melahirkan perangkat lunak peradaban baru yang berakar pada ajaran Ahlulbait as.

Beliau menutup pidatonya dengan penekanan bahwa saat ini diperlukan gelombang baru dalam pendidikan ulama yang jami‘ al-atraf, komprehensif dan berwawasan global. Mereka harus menjadi pemimpin pemikiran, penafsir, dan mujtahid di tingkat internasional. Inilah tugas besar yang kini berada di pundak para dosen dan pelajar Komplek Pendidikan Tinggi Fikih, tegasnya.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha