Jumat 17 Juli 2026 - 04:44
Lebanon Tidak Punya Jalan Selamat Selain Persatuan Nasional

Hawzah / Hujjatul Islam Sayyid Ali Fadlullah dalam sebuah pertemuan yang bertajuk "Sikap-Sikap Kenabian yang Sentral dari Kehidupan Imam Zainal Abidin as" menyampaikan pidato dan membahas perkembangan terakhir di Lebanon serta kawasan.

Berita Hawzah – Hujjatul Islam Sayyid Ali Fadlullah, ulama terkemuka dan Imam Jumat Beirut, dalam sebuah forum diskusi di "Pusat Budaya Islam" di kawasan Haret Hreik dengan tajuk "Sikap-Sikap Kenabian yang Sentral dari Kehidupan Imam Zainal Abidin as", menyampaikan pidato dan membahas perkembangan terakhir di Lebanon serta kawasan.

Beliau dengan tegas menyatakan bahwa kaum Syiah tidak akan pernah menjadi bahan bakar fitnah, tidak akan mengejar fitnah, dan tidak akan menjadi pendukungnya. Beliau mengatakan: "Lebanon tidak punya jalan selamat selain persatuan nasional."

Di awal forum tersebut, Hujjatul Islam Fadlullah mengulas berbagai dimensi kepribadian Imam Zainal Abidin (as) dan menyebutkan bahwa pemaafan, toleransi, serta membalas kejahatan dengan kebaikan merupakan ciri-ciri utama dari sikap hidup beliau. Beliau menambahkan: "Umat Islam saat ini, lebih dari sebelumnya, membutuhkan inspirasi dari nilai-nilai ini dalam realitas kehidupan mereka."

Imam Jumat Beirut juga menunjuk bahwa sikap-sikap Imam tersebut menggambarkan metode "Ahlulbait (as)" dalam menghadapi para penentang, karena beliau tidak bertindak berdasarkan sikap pasif atau reaksi emosional, melainkan dengan semangat kenabian yang berorientasi pada misi, yang berupaya mengubah musuh menjadi teman atau setidaknya meredam intensitas permusuhan—suatu hal yang selaras dengan perintah ilahi untuk menolak kejahatan dengan kebaikan.

Hujjatul Islam Fadlullah menambahkan: "Keyakinan terhadap pendekatan ini dalam membina jiwa, membangun masyarakat, dan bersikap mulia terhadap mereka yang berbuat jahat atau berprasangka buruk, akan menjamin hilangnya ketegangan dari lubuk hati, dan bahkan mungkin mengubah musuh menjadi teman."

Beliau menegaskan: "Mereka yang mengira bahwa cara ini merupakan tanda kelemahan atau justru akan mendorong pelaku kejahatan untuk terus berbuat jahat, adalah pengecualian, bukan aturan umum."

Hujjatul Islam Fadlullah menekankan: "Islam mengajak untuk berdialog dengan cara yang terbaik, menggunakan perkataan yang baik dan bahasa yang lembut dalam mengobati perselisihan internal; jauh dari cercaan, makian, dan penghinaan. Karena cara-cara seperti itu hanya akan memperdalam perpecahan dan membangkitkan kebencian."

Beliau, dengan menegaskan bahwa dialog adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan perselisihan dan membangun jembatan kepercayaan di antara anak-anak bangsa, menyerukan untuk meninggalkan fitnah dalam segala bentuknya dan berupaya memadamkan segala penyebabnya, demi menjaga perdamaian internal dan memperkuat persatuan nasional.

Imam Jumat Beirut juga meminta kepada para pejabat agar berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menyatukan kata di antara warga Lebanon dan memantapkan kesepakatan nasional; jauh dari segala bentuk diskriminasi, penolakan, atau peminggiran terhadap salah satu komponen bangsa. Beliau juga memperingatkan tentang sikap tunduk terhadap dikte-dikte asing yang tidak lain hanya mengejar kepentingan-kepentingan khusus mereka sendiri.

Hujjatul Islam Fadlullah di akhir pidatonya menegaskan: "Lebanon tidak punya jalan selamat kecuali dengan bersatunya seluruh anak bangsanya, menjadikan dialog sebagai solusi dalam menyelesaikan krisis-krisis, menyatukan upaya-upaya untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang diduduki oleh rezim Israel, serta mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok dan kepentingan sempit."

Beliau memperingatkan: "Jika bahaya meluas, tidak ada seorang pun yang akan terkecuali, dan konsekuensi dari runtuhnya tanah air akan melanda seluruh anak bangsanya tanpa kecuali."

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha