Minggu 12 Juli 2026 - 03:19
Patuh kepada Pemimpin Revolusi adalah Kunci Menjaga Amanah Imam Syahid

Hawzah/ Yang Mulia Ayatullah Mazaheri menegaskan: Kini kita berada dalam suasana berpisah dengan Imam Agung Khomeini dan Pemimpin Syahid yang mulia, serta amanah berharga yang telah dititipkan oleh kedua pemimpin besar tersebut kepada kita. Kunci utama untuk menjaga amanah yang berat ini adalah ketajaman pandangan dan persatuan umat, serta kepatuhan kepada Wilayah Fakih dan pemimpin revolusi yang bijak dan tangguh.

Berita Hawzah – Teks lengkap pernyataan Yang Mulia Ayatullah Mazaheri—salah seorang marja' besar taqlid—sehubungan dengan upacara agung perpisahan dan pemakaman jenazah suci pemimpin dan komandan syahid umat Islam adalah sebagai berikut:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS. Al-Fajr: 27-30)

Upacara agung pemakaman jenazah suci pemimpin pejuang dan komandan syahid umat Islam, Yang Mulia Ayatullah Syahid Sayyid Ali Khamenei —semoga Allah menyucikan rahasia mulianya— yang diselenggarakan dengan kehadiran jutaan rakyat Iran yang cerdas dan bermartabat serta umat Muslim Irak yang gagah berani dan agung, merupakan pemandangan menakjubkan yang sekali lagi membuktikan keteguhan dan kesabaran umat yang dibangkitkan ini dalam memperjuangkan cita-cita besar Islam dan Iran, serta kedalaman cinta dan kasih sayang mereka kepada pemimpin syahid yang agung tersebut. Peristiwa ini juga menunjukkan keagungan, kekuatan, dan kemegahan umat Islam di hadapan mata dunia, serta menjerumuskan musuh-musuh yang telah bersumpah untuk menghancurkan negeri ini ke dalam jurang ketidakberdayaan, keputusasaan, dan keterasingan.

Semoga salam, rahmat, dan berkah Allah tercurah atas umat yang beriman dan teguh di jalan kebenaran ini, yang dalam setiap momen bersejarah, telah memainkan peran gemilangnya dalam mengagungkan syiar-syiar Allah dan menjaga cita-cita Islam dengan cara yang terbaik, serta membuat musuh-musuh Islam dan Revolusi Islam serta para pembenci negara Imam Zaman—semoga jiwa kami menjadi tebusannya—semakin terdesak dan putus asa. Omong kosong terkini dari presiden penjahat dan surat hitam Amerika dalam mengancam bangsa besar Iran, merupakan tanda jelas dari kedalaman kegundahan, ketidakberdayaan, serta ketakutan dan kekhawatirannya terhadap bangsa Iran yang agung.

Kini, pemimpin syahid yang agung itu, yang merupakan pembimbing dan pemandu bangsa yang teguh, setelah seumur hidup berjuang dengan ikhlas di jalan kebenaran, telah menerima pahala perjuangan, kesabaran, dan keteguhannya dari sisi Allah Yang Maha Pengasih, dan dengan tangan para penjahat durhaka di zaman ini, ia meraih kemuliaan agung berupa syahadah. Jenazah yang terpotong-potong dari pemimpin syahid itu dan anggota keluarganya yang mulia pun beristirahat di sisi Imam yang Penyayang, Ali bin Musa Ar-Ridha —semoga ribuan salam tercurah atasnya— dan ia menitipkan amanah besar Revolusi Islam yang gemilang kepada umat yang setia ini. Ruh dan jiwanya beristirahat di sisi pertemuan ilahi, dan nama serta kenangannya akan abadi selamanya dalam sejarah gemilang bangsa yang penuh kehormatan ini.

Kini kita berada dalam suasana berpisah dengan Imam Agung Khomeini yang agung dan Pemimpin Syahid yang mulia —semoga Allah menyucikan rahasia keduanya— serta amanah berharga yang telah dititipkan oleh kedua pemimpin besar tersebut kepada kita. Kunci utama untuk menjaga amanah yang berat ini adalah ketajaman pandangan (bashirah) dan persatuan umat, serta kepatuhan kepada Wilayah Fakih dan pemimpin revolusi yang bijak dan tangguh. Hal ini selama empat bulan terakhir hingga kini, dengan karunia Allah Yang Maha Suci, telah tampak jelas dalam pertemuan-pertemuan malam hari bangsa yang bermartabat dan teguh di jalan Al-Qur'an dan Ahlulbait ini, serta kemudian dalam upacara pemakaman agung pemimpin syahid kita yang mulia. Semua itu telah menerangi mata dan hati seluruh pecinta Islam dan Iran, serta membuat musuh-musuh dan orang-orang asing menjadi putus asa dan tak berdaya.

Kami memanjatkan puji syukur kepada Allah Yang Maha Besar atas segala karunia dan kebaikan-Nya yang mulia ini, dan kami mencium tangan serta lengan umat yang beriman dan berjuang ini. Kami memohon ke hadirat Allah Yang Maha Tinggi agar kemuliaan, keagungan, keperkasaan, dan kejayaan mereka senantiasa bertambah, di bawah naungan perhatian khusus dan doa mustajab dari Yang Mulia Baqiyatullah Al-A'zham, Pemilik Segala Urusan, Al-Mahdi yang Dijanjikan (semoga jiwa kami dan jiwa seluruh alam semesta menjadi tebusan bagi debu langkah kakinya). Kami berharap agar Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pembalas, menyembuhkan dan menenangkan hati-hati yang berduka dari umat yang setia ini dengan menuntut balas atas darah suci pemimpin syahid dan seluruh syuhada dari kejahatan para tirani Amerika dan Zionis, terutama anak-anak tak berdosa di Minab, para panglima yang terhormat, para ilmuwan dan pelayan Islam dan umat Muslim, serta seluruh rakyat yang tak berdaya, tak terlindungi, dan terzalimi. Semoga Allah menghancurkan dan menundukkan musuh-musuh yang jahat dan kriminal terhadap Islam dan Iran, dan semoga Dia semakin menguatkan kita semua dalam menolong dan membela agama-Nya serta menjaga nilai-nilai dan cita-cita luhur Al-Qur'an yang Mulia dan Ahlulbait yang Suci (semoga salam tercurah atas mereka). Dan semoga Dia melimpahkan taufik yang semakin besar kepada para pejabat terhormat di seluruh tiga cabang kekuasaan, agar mereka dapat semakin banyak dan semakin baik dalam melayani umat yang sabar dan berpandangan tajam ini, serta mengurangi penderitaan, kesulitan, dan masalah-masalah mereka.

"Dan sungguh, Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. Al-Hajj: 40)

Waassalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha