Berita Hawzah – Hujjatul Islam wal Muslimin Ali dalam salah satu pidatonya telah menunjuk pada tema tentang ciri-ciri prajurit sejati Imam Zaman 'alaihis salam, yang kami persembahkan kepada Anda para cendekiawan.
Dalam Perang Tabuk, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa alihi wa sallam menyerukan agar pasukan dikerahkan untuk bergerak menuju Tabuk.
Tabuk berjarak sekitar enam ratus kilometer dari Madinah dan terletak kira-kira di wilayah perbatasan Suriah saat ini. Umat Islam dijadwalkan akan menghadapi Kekaisaran Romawi, yang pada saat itu merupakan kekuatan besar.
Jarak enam ratus kilometer adalah perjalanan yang sangat panjang. Di sisi lain, saat itu juga musim panas.
Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa alihi wa sallam menyerukan hal itu, sebagian orang mulai mencari-cari alasan. Mereka berkata: "Tuan, sekarang adalah musim panen." Sebagian yang lain berkata: "Cuaca sangat panas." Ada pula yang berkata: "Jika kami pergi ke Tabuk, mungkin mata kami akan tertuju pada gadis-gadis Nasrani di wilayah itu dan kami akan tergoda."
Orang-orang munafik juga telah melancarkan perang psikologis yang luas di kalangan umat Islam dan dengan ucapan-ucapan semacam itu mereka melemahkan semangat mereka.
Pada saat itu, turunlah ayat:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ...﴾
Ayat ini benar-benar merupakan ayat yang sangat penuh pelajaran; karena menunjukkan bahwa selama manusia tidak ringan (tidak terbebani keterikatan dunia) dan tidak bersikap ringan, ia tidak akan bisa menjadi prajurit wali Allah dan memenuhi seruan Rasulullah.
Allah berfirman:
﴿أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا﴾;
Apakah kalian rela dengan kehidupan dunia?
Dan Dia berfirman:
﴿اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ﴾;
Artinya kalian berpegang teguh pada dunia, kalian menjadi berat, dan beban keterikatan dunia telah membebani pundak kalian.
Keterikatan dan beban berat inilah yang menyebabkan mereka tidak memenuhi seruan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa alihi wa sallam.
Jika seseorang ingin menjadi prajurit Imam Zaman 'alaihis salam, ia harus ringan (tidak terbebani keterikatan dunia).
Dalam riwayat-riwayat, dalam deskripsi tentang para sahabat Imam Zaman —ruh kami tebusan baginya— baik pada masa kemunculan Imam as maupun mengenai mereka yang di masa Ghaibah ingin menjadi sahabat sejati beliau, disebutkan bahwa mereka merindukan syahadah dan mendambakan syahadah.
Perhatikan; ini adalah poin yang sangat penting
Makna mendambakan syahadah bukanlah bahwa seseorang ingin syahid saat ini juga; melainkan maknanya adalah bahwa seseorang itu ringan (tidak terbebani dunia), tidak terbelenggu oleh keterikatan dunia, dan tidak ada ketergantungan apa pun yang menghalanginya dari melaksanakan tugas Ilahi.
Komentar Anda