Berita Hawzah – Jamiah Mudarrisin Hawzah Ilmiyah Qom mengeluarkan pernyataan yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta dalam acara perpisahan dan pemakaman pemimpin syahid revolusi. Dalam pernyataan tersebut ditegaskan: "Umat yang dibangkitkan ini, dengan kehadiran spektakuler dan teriakan tegas mereka, telah mengubah upacara pemakaman menjadi gelombang penuntutan darah dan pembalasan terhadap musuh-musuh Islam dan Iran. Panas api semangat, gegap gempita, dan tekad ilahi ini tak akan pernah padam. Hak syariat, hukum, dan kemanusiaan umat untuk menuntut balas harus ditindaklanjuti dengan keseriusan dan diwujudkan."
Berikut isi lengkap pernyataan apresiasi dan terima kasih Jamiah Mudarrisin Hawzah Ilmiyah Qom atas partisipasi rakyat yang spektakuler, heroik, dan bersejarah dalam acara perpisahan dan pemakaman pemimpin syahid revolusi:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Jutaan orang bangkit dalam sebuah epik bersejarah yang tak terlupakan untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengiringi pemakaman pemimpin syahid, Ayatullah Agung Imam Khamenei (semoga Allah meridhainya). Mereka sekali lagi membuat dunia terperangah menyaksikan kebesaran dan kekuatan ikatan tak terpisahkan antara pemimpin dan umat.
Perpisahan dengan Imam Syahid Iran menjadi awal dari babak baru kebangkitan dan pertumbuhan umat untuk berjuang dan melawan. Mulai hari ini, babak baru "Khamenei" akan dimulai, dan dunia akan semakin memahami kata-kata mutiara beliau yang menyatakan: "Duka kami bukanlah duka yang berarti berkabung dengan murung, bersedih, dan mengasingkan diri. Hakikat duka kami adalah duka ala Sayyid asy-Syuhada (Imam Husain as), yakni duka yang hidup dan menghidupkan. Kami berduka, tetapi duka ini mendorong kami untuk bergerak, maju, dan semakin bersemangat dalam berkarya serta berjuang."
Mata air yang meluap yang lahir dari mazhab dan pemikiran Imam Syahid terus mengalir deras dan melimpah. Ia telah melewati berbagai rintangan dan jalan terjal, dan kini menjelma menjadi lautan yang bergelora. Ombaknya akan menghancurkan dan memporak-porandakan tubuh sistem arogansi global.
Imam Syahid kita hari ini lebih hidup dan dinamis dari sebelumnya, dan ruh sucinya akan senantiasa menolong serta memenangkan umat. Darah Imam Syahid, sebagaimana darah tuannya dan kakeknya yang terasing (Imam Husain as), akan membangkitkan dunia dan zamannya. Darah suci ini adalah ketetapan jihad yang menuntun kita menuju barisan Imam Mahdi (semoga ruh kami menjadi tebusan bagi debu langkah kakinya).
Jami'ah Mudarrisin Hawzah Ilmiyah Qom menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada umat yang dibangkitkan, serta kepada semua tokoh terhormat, para pejuang, dan para pelayan yang telah berperan serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan upacara pemakaman yang megah dan bersejarah ini. Tak lupa, kepada masyarakat Irak yang mulia yang telah mewujudkan epik penuh semangat tersebut, juga disampaikan ucapan terima kasih yang tulus.
Selain itu, Jami'ah Mudarrisin ini, seraya memperbarui baiat setia kepada Pemimpin Agung Revolusi, Ayatullah Sayyid Mujtaba Huseini Khamenei (semoga naungannya senantiasa abadi), mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa mengikuti dan meniti jalan penuh berkah kepemimpinan, serta menjaga dan memelihara semangat keimanan, revolusioner, dan spiritual ini.
Umat yang dibangkitkan ini, dengan kehadiran megah dan pekikan kokoh mereka, telah mengubah upacara pemakaman menjadi gelombang penuntutan darah dan pembalasan terhadap musuh-musuh Islam dan Iran. Panas api semangat, gegap gempita, dan tekad ilahi ini tak akan pernah padam. Hak syariat, hukum, dan kemanusiaan umat untuk menuntut balas harus ditindaklanjuti dengan keseriusan dan diwujudkan.
Jami'ah Mudarrisin Hawzah Ilmiyah Qom
Komentar Anda