Senin 6 Juli 2026 - 14:10
Tehran Berduka

Hawzah/ Mulai pukul 6 pagi ini, Senin, 6 Juli 2026, Tehran sepenuhnya tenggelam dalam duka dan tangisan. Upacara tasyyi' jenazah suci syahid pemimpin Revolusi Islam dimulai dengan kehadiran lautan manusia dari kalangan masyarakat beriman, revolusioner, yang semuanya berduka. Masyarakat yang sejak cahaya pertama fajar telah mencurahkan hati ke jalan-jalan, untuk sekali lagi meneriakkan kesetiaan mereka kepada jalan, cita-cita, dan darah para syuhada negeri ini.

Berita Hawzah  Mulai pukul 6 pagi ini, Senin, 6 Juli 2026, Teheran sepenuhnya tenggelam dalam duka dan penghormatan. Upacara pemakaman megah jenazah suci pemimpin syahid Revolusi Islam dimulai dengan kehadiran lautan manusia dari kalangan masyarakat beriman, revolusioner, dan seluruhnya dalam keadaan berduka. Masyarakat yang sejak cahaya pertama fajar telah mencurahkan hati ke jalan-jalan, untuk sekali lagi meneriakkan kesetiaan mereka kepada jalan, cita-cita, dan darah para syuhada negeri ini.

Sejak dini hari, jalur-jalur menuju lokasi upacara dipenuhi oleh kerumunan pelayat. Kerumunan yang dengan mata berkaca-kaca dan hati yang sarat duka, namun tetap teguh dan kokoh, telah menuju ke alun-alun utama untuk mengantar jenazah suci pemimpin syahid ini dalam perpisahan yang bersejarah. Di wajah-wajah masyarakat, tampak kesedihan karena kehilangan, dan di langkah-langkah mereka terpancar keteguhan iman dan kesetiaan kepada Revolusi Islam Iran. Pemandangan yang mengubah Teheran menjadi kemah raksasa penuh perkabungan dan semangat epik.

Poros utama upacara ini ditentukan dari Jalan Damavand, Alun-alun Imam Husain (as), Alun-alun Revolusi, Alun-alun Kemerdekaan, dan Jalan Syahid Lashkari, dan semua persimpangan yang terhubung ke jalur utama juga dijadikan area prosesi pemakaman. Hal ini menyebabkan sejak menit-menit awal pagi, gelombang para pecinta dari berbagai penjuru kota mengalir menuju jalur-jalur tersebut; gelombang yang bergelora yang seakan datang bukan hanya untuk mengantar jenazah, melainkan untuk memperbarui baiat dengan jalan yang abadi.

Suara ratapan, lantunan selawat, slogan-slogan revolusioner, dan air mata masyarakat yang tak henti-hentinya telah menjadikan suasana Teheran penuh dengan keagungan dan spiritualitas. Laki-laki dan perempuan, tua dan muda, keluarga-keluarga dan kelompok-kelompok masyarakat, semuanya bahu-membahu hadir dalam epik besar ini; kehadiran yang menunjukkan bahwa para syuhada masih hidup dan terus menerangi jalan bagi bangsa mereka.

Penyelenggara acara dengan berbagai persiapan khusus telah berupaya agar upacara agung ini berlangsung dengan tertib dan tenang, namun kenyataannya, kebesaran kehadiran masyarakat, melampaui segala persiapan, dengan sendirinya telah menjelma menjadi pemandangan yang agung dan tak terlupakan. Teheran hari ini bukan sekadar ibu kota Iran; ia adalah ibu kota duka, iman, keberanian, dan kesetiaan.

Prosesi pemakaman ini bukan sekadar pengiringan jenazah; ini adalah pengiringan sejarah, pengiringan seorang lelaki yang menghabiskan hidupnya di jalan revolusi, iman, dan martabat rakyat negeri ini. Hari ini, setiap tetes air mata masyarakat, setiap langkah yang diambil di jalur ini, dan setiap slogan epik yang bergema di langit Teheran, adalah bukti bahwa darah syuhada tak terlupakan dan jalannya akan abadi.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha