Minggu 5 Juli 2026 - 13:19
Partisipasi dalam kebangkitan Tasyyi Imam Syahid adalah Kewajiban Mutlak

Hawzah/ Direktur hawzah ilmiyah di seluruh Iran, menyatakan partisipasi megah dalam kebangkitan Tasyyi' Imam Syahid sebagai kewajiban mutlak "syariah dan imani" dan menekankan pentingnya tuntutan balas dendam dan penuntutan darah pemimpin syahid.

Berita Hawzah – Teks lengkap pesan strategis Ayatullah Alireza A'rafi, Direktur Hawzah Ilmiyah di seluruh Iran, adalah sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim

Umat Islam yang agung

Bangsa Iran yang besar

Para ulama dan rohaniwan

Lembaga-lembaga tinggi hawzah

Dewan para wakil dan para pengelola yang terhormat

Para pengelola yang mulia di provinsi-provinsi dan wilayah-wilayah

Para pengelola yang mulia di pusat-pusat dan sekolah-sekolah hawzah di seluruh penjuru negeri

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dengan salam dan takziah di hari-hari ini, sekali lagi ditekankan bahwa upacara perpisahan, tasyyi, dan pemakaman serta upacara penutupan (khatam) bagi Imam Syahid (ra) merupakan mata rantai pelengkap dari jihad lapangan dan jalanan, jihad umat-umat, dan kebangkitan umat Islam. Dan tidak ada kelalaian di dalamnya, serta tidak ada kekurangan dalam partisipasi menyeluruh di dalamnya, dan tidak ada kelengahan dalam menuntut balas dendam serta penuntutan darah pemimpin syahid (ra) dan para syuhada yang mulia, yang diterima di hadapan Allah Yang Maha Tinggi dan Imam Zaman (ruh kami jadi tebusannya), serta di hadapan Imam Khomeini Agung (ra) dan para syuhada Islam. Di seluruh wilayah Iran dan di seluruh dunia, harus digelar semangat Husaini (as) dan kebangkitan global serta nasional.

Kehormatan Iran dan Islam serta kehinaan musuh-musuh umat dan bangsa Islam bergantung pada kehadiran yang penuh kesadaran dan semangat dalam upacara-upacara di Tehran, Qom, Irak, dan Mashhad al-Muqaddas.

Bangsa Iran dan Irak, umat-umat dunia, poros perlawanan, dan para pemuda yang mulia harus bangkit dan menampilkan pemandangan yang tiada tandingannya. Semua media dan lembaga harus bangkit, dan setiap individu harus menganggap dirinya sebagai mujahid di jalan ini dan sebagai media bagi pesan kehormatan serta transformasi besar yang bersejarah dan berperadaban ini. 'Harus bangkit' — ini berdasarkan pada petunjuk-petunjuk para marja' agung dan ulama terkemuka, serta kaidah-kaidah dan aturan-aturan syariah dan fikih, merupakan kewajiban yang pasti dan mutlak secara syariah dan keimanan.

Dengan harapan kebangkitan besar dalam epik agung perpisahan dengan pemimpin syahid (ra) ini dan baiat kepada kepemimpinan agung, serta dengan harapan kemenangan kebenaran atas kebatilan di seluruh dunia.

وَمَا النَّصرُ إِلّا مِن عِندِ اللَّهِ العَزیزِ الحَکیمِ 

(Dan tidak ada pertolongan kecuali dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana)

Alireza A'rafi

Direktur Hawzah Ilmiyah

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha