Minggu 5 Juli 2026 - 00:37
Ayatullah Agung Jawadi Amuli akan Pimpin Salat Jenazah Pemimpin Syahid Iran di Kota Qom

Hawzah/ Komite Informasi Panitia Pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi di Qom mengumumkan bahwa Ayatullah Agung Jawadi Amuli akan memimpin salat jenazah atas jenazah Pemimpin Syahid Umat, Ayatullah Agung Sayyid Ali Hosseini Khamenei, di Kota Qom.

Berita Hawzah – Komite Informasi Panitia Pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi di Qom mengumumkan bahwa prosesi pelepasan dan pemakaman jenazah suci Pemimpin Syahid Revolusi akan diselenggarakan pada Selasa, 7 Juli 2026, mulai pukul 05.00 pagi.

Rangkaian acara akan diawali dengan salat jenazah atas jenazah suci yang akan dipimpin oleh Ayatullah Agung Abdullah Jawadi Amuli, salah seorang marja' taklid, di Masjid Suci Jamkaran.

Setelah pelaksanaan salat jenazah, prosesi pemakaman akan dilanjutkan menuju Makam Suci Sayidah Fatimah Ma'shumah (as) Masyarakat Kota Qom serta para peziarah dari berbagai penjuru Iran dijadwalkan hadir dalam upacara tersebut.

Catatan:
Ayatullah Agung Abdollah Jawadi Amoli adalah seorang ulama Syiah Dua Belas Imam (Twelver Shia) asal Iran yang dikenal sebagai salah satu marja' taqlid, yaitu otoritas keagamaan tertinggi yang menjadi rujukan umat Syiah dalam persoalan hukum Islam. Beliau lahir pada 5 Mei 1933 di kota Amol, Provinsi Mazandaran, Iran. Pendidikan agamanya ditempuh di hauzah hingga menjadi salah satu ulama terkemuka dengan berguru kepada sejumlah tokoh besar, seperti Ruhollah Khomeini, Muhammad Husayn Tabataba'i, dan Hossein Borujerdi. Selain menguasai fikih dan ushul fikih, Jawadi Amoli juga dikenal luas sebagai filsuf Islam, ahli tafsir Al-Qur'an, dan pendidik yang banyak memberikan kontribusi dalam pengembangan pemikiran Islam kontemporer.

Dalam bidang keilmuan, Ayatullah Agung Jawadi Amoli menaruh perhatian besar pada integrasi antara akal, wahyu, dan dimensi spiritual dalam memahami ajaran Islam. Salah satu karya monumentalnya adalah Tafsir Tasnim, sebuah tafsir Al-Qur'an yang terdiri dari puluhan jilid dan menjadi salah satu karya tafsir kontemporer paling komprehensif dalam tradisi Syiah. Selain aktif mengajar dan menulis, beliau juga pernah menjalankan beberapa tugas penting bagi Republik Islam Iran, termasuk menyampaikan surat Ayatullah Khomeini kepada Mikhail Gorbachev pada tahun 1989. Meskipun demikian, reputasinya lebih banyak dibangun melalui kontribusinya sebagai ulama, mufasir, dan filsuf daripada sebagai tokoh politik, sehingga hingga kini beliau tetap dihormati sebagai salah satu cendekiawan Islam paling berpengaruh di Iran.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha