Berita Hawzah – Syahadah Yang Mulia Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Husaini Khamenei ra, pemimpin syahid Revolusi Islam, telah memperoleh gaung luas di negara-negara Islam, khususnya Pakistan. Banyak ulama, cendekiawan, serta tokoh politik dan agama di negara tersebut memandang beliau sebagai sosok yang melampaui batas-batas Iran dan termasuk ke dalam seluruh umat Islam. Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Ahmad Iqbal Rizvi, Wakil Ketua Partai Majelis Persatuan Muslim Pakistan, dalam wawancaranya dengan wartawan Kantor Berita Hawzah di Qom, selain menyampaikan belasungkawa atas syahadahnya pemimpin Revolusi Islam, juga memaparkan pandangan beliau mengenai kedudukan Pakistan di dunia Islam, hubungan Teheran - Islamabad, serta reaksi rakyat Pakistan terhadap peristiwa ini.
Rahbar Syahid Adalah Jantung dan Ruh Dunia Islam
Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Ahmad Iqbal Rizvi, dengan mengutuk keras serangan-serangan kriminal Amerika dan Israel terhadap Iran Islam, menyatakan: Saya menyampaikan belasungkawa dan takziah atas syahadahnya jiwa yang suci; pemimpin syahid Yang Mulia Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Husaini Khamenei —semoga rahmat Allah Ta'ala tercurah atasnya— kepada rakyat Iran dan seluruh dunia Islam.
Beliau menambahkan: Beliau adalah jantung dan ruh dunia Islam serta revolusi, dan syahadahnya merupakan kerugian besar bagi dunia Islam dan umat manusia. Tentu saja, syahadah layak bagi sosok-sosok seperti Yang Mulia Ayatullah Sayyid Ali Khamenei ra.
Hubungan Iran dan Pakistan; Melampaui Diplomasi Formal
Wakil Ketua Partai Majelis Persatuan Muslim Pakistan menegaskan: Beliau (Rahbar syahid) berulang kali menekankan bahwa Islam adalah penghubung terbesar dalam hubungan kedua negara, dan rakyat Pakistan, baik Syiah maupun Sunni, adalah saudara dari rakyat Muslim Iran. Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan bahwa dari sudut pandang beliau, hubungan kedua negara bukan sekadar kerja sama antara dua pemerintahan, melainkan hubungan antara dua bangsa Muslim yang memiliki cita-cita, nilai-nilai, dan keprihatinan yang sama.
Hujjatul Islam Iqbal Rizvi menambahkan: Dalam pandangan Rahbar syahid Revolusi, konsep persaudaraan berarti empati, kesamaan nasib, dan tanggung jawab timbal balik terhadap persoalan-persoalan dunia Islam. Karena itulah, beliau menekankan kerja sama erat Iran dan Pakistan dalam isu-isu seperti Palestina, Kashmir, persatuan Islam, dan menghadapi konspirasi musuh-musuh umat Islam. Kerja sama semacam ini lahir dari sebuah misi bersama yang islami, bukan sekadar kepentingan politik sesaat.
Pemimpin Syahid Menjadikan Rakyat sebagai Poros Utama Diplomasi Umat Islam
Ia melanjutkan: Perbedaan lain dari pendekatan ini dengan pandangan yang sekadar diplomatis adalah bahwa dalam pandangan Syahid Imam Khamenei, rakyatlah yang menjadi poros utama hubungan. Beliau berulang kali berbicara tentang kapasitas-kapasitas rakyat, keimanan agama, dan kecintaan kepada Ahlulbait as. di kalangan masyarakat Pakistan, dan menjadikan modal-modal rakyat ini sebagai penjamin kokohnya hubungan kedua negara.
Wakil Ketua Partai Majelis Persatuan Muslim Pakistan menggarisbawahi: Oleh karena itu, meskipun ada beberapa perbedaan politik atau masalah-masalah temporer dalam hubungan resmi, ikatan-ikatan mendalam antar rakyat dan keyakinan dapat mencegah kerusakan pada fondasi hubungan, dan hal ini memiliki tingkat kepentingan yang sangat tinggi.
Pakistan; Negara Penting dan Berpengaruh dalam Pandangan Pemimpin Syahid
Hujjatul Islam Iqbal Rizvi, dengan merujuk pada pandangan pemimpin syahid Revolusi tentang Pakistan, menegaskan: Yang Mulia Ayatullah al-Udzma Imam Sayyid Ali Khamenei memperkenalkan Pakistan sebagai salah satu negara penting dan berpengaruh di dunia Islam yang memiliki kapasitas-kapasitas besar di bidang agama, rakyat, dan budaya.
Wakil Ketua Partai Majelis Persatuan Muslim Pakistan melanjutkan: Dalam pandangan beliau, Pakistan bukan sekadar tetangga bagi Republik Islam Iran, melainkan negara yang karena identitas keislamannya yang mendalam, ikatan historis dan budaya dengan Iran, serta posisi istimewanya di tengah umat Islam, memainkan peran penting dalam perkembangan dunia Islam.
Ia menekankan: Syahid Imam Khamenei selalu memperingatkan tentang upaya arus-arus ekstremis dan agen-agen asing untuk menimbulkan perpecahan di antara kedua bangsa; karena arus-arus ini sejatinya berupaya melemahkan ikatan strategis dan peradaban yang berakar pada kesamaan-kesamaan islami dan historis kedua bangsa.
Keberagamaan Rakyat Pakistan, Modal Peradaban Dunia Islam
Hujjatul Islam Iqbal Rizvi melanjutkan: Pemimpin syahid Revolusi berulang kali menekankan bahwa rakyat Pakistan, baik Syiah maupun Sunni, adalah bangsa yang teruji, beribadah, berpegang teguh pada Islam, dan mencintai Ahlulbait as, serta memiliki hubungan yang kokoh dan mengakar dengan ajaran-ajaran dan syiar-syiar Islam.
Ulama terkemuka Pakistan ini menambahkan: Dari sudut pandang beliau, komitmen keagamaan ini merupakan modal terbesar Pakistan dan faktor utama keberhasilan serta kokohnya negara ini. Karena itulah, beliau memandang keberhasilan pemerintah dan para pejabat Pakistan pun bergantung pada sejauh mana keterikatan mereka kepada Islam dan penghormatan terhadap nilai-nilai serta syiar-syiar Islam.
Hubungan Iran dan Pakistan Berlandaskan Ikatan-ikatan Peradaban
Ia menambahkan: Penekanan Syahid Imam Sayyid Ali Khamenei terhadap persaudaraan kedua bangsa Iran dan Pakistan, melampaui sekadar pandangan diplomatis dan politis dalam hubungan kedua negara.
Hujjatul Islam Iqbal Rizvi di akhir menggarisbawahi: Dalam pendekatan-pendatan politik konvensional, hubungan antarnegara biasanya dibentuk berdasarkan kepentingan sesaat, pertimbangan ekonomi, keamanan, dan perkembangan politik, dan mungkin berubah seiring perubahan kondisi atau pemerintahan; namun dalam pemikiran Syahid Imam Khamenei, hubungan Iran dan Pakistan berlandaskan ikatan-ikatan mendalam berupa keyakinan, keislaman, budaya, dan kerakyatan.
Komentar Anda