Senin 29 Juni 2026 - 07:36
Menjaga Kedudukan Kepemimpinan dan Kewibawaan dalam Menghadapi Musuh adalah Suatu Keharusan

Hawzah/ Yang Mulia Ayatullah Makarim Syirazi dalam pertemuan dengan Presiden menekankan perlunya memperhatikan kedudukan kepemimpinan, solidaritas dan kewibawaan dalam menghadapi musuh, pengendalian pasar dan pengawasan harga, serta tindak lanjut yang serius terhadap masalah-masalah ekonomi dan sosial rakyat, terutama problematika yang dihadapi generasi muda.

Berita Hawzah  Yang Mulia Ayatullah Agung Makarim Syirazi dalam pertemuan dengan Dr. Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran, pada hari ini (Ahad, 28 Juni 2026) — setelah menyatakan kegembiraannya atas laporan-laporan dan berita-berita yang menggembirakan yang disampaikan — mengapresiasi upaya-upaya pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah negara dan menekankan perlunya melanjutkan tren ini.

Kewajiban menjaga kewibawaan dalam menghadapi musuh-musuh

Beliau, dengan merujuk pada pentingnya menjaga kewibawaan dalam menghadapi para musuh, menyatakan: "Segala bentuk kelemahan akan menyebabkan musuh menjadi lebih berani, dan semakin besar kewibawaan yang ditunjukkan oleh para pejabat, maka para musuh akan semakin lemah."

Penghargaan atas kesabaran dan ketahanan rakyat

Ayatullah Makarim Syirazi di bagian lain dari pernyataannya, dengan mengapresiasi kesabaran dan ketahanan rakyat, menegaskan: "Rakyat, meskipun menghadapi berbagai kesulitan yang berat, telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa, dan ketahanan ini jarang tertandingi di dunia. Umat ini patut diapresiasi baik secara lisan maupun dalam tindakan nyata."

Penekanan pada perlunya memperhatikan kedudukan kepemimpinan

Marja' taklid ini juga menekankan perlunya memperhatikan kedudukan kepemimpinan (Wilayatul Faqih) serta menjaga kesatuan antara pemerintah dan pemimpin, dan beliau berkata: "Semakin kecil jarak antara pemerintah dan pemimpin, maka akan semakin membawa semangat dan ketenangan bagi rakyat."

Perlunya pengendalian pasar dan pengawasan harga

Ayatullah Agung Makarim Syirazi juga menilai pengendalian pasar dan pengawasan harga sebagai suatu keharusan, dan beliau mengingatkan: "Tidak boleh dibiarkan sebagian orang yang mencari keuntungan menekan rakyat. Saya berharap dengan berlanjutnya program-program ini, akan tercipta kelapangan yang lebih besar dalam urusan rakyat, dan rakyat dapat merasakan dampaknya dalam kehidupan mereka sehari-hari."

Penekanan pada pentingnya masalah-masalah budaya / Perhatian terhadap jilbab dalam sistem pendidikan

Beliau, dengan menekankan pentingnya masalah-masalah budaya, menyatakan: "Republik Islam, selain aspek republiknya, juga memiliki identitas keislaman. Oleh karena itu, masalah-masalah budaya (Islami) harus menjadi prioritas, dan isu-isu seperti hijab hendaknya diperhatikan sejak usia dini, khususnya dalam sistem pendidikan."

Perlunya tindak lanjut yang serius terhadap masalah-masalah ekonomi dan sosial rakyat

Di akhir pertemuan, Ayatullah Agung Makarim Syirazi, dengan mendoakan kesuksesan bagi para pejabat, meminta agar masalah-masalah ekonomi dan sosial rakyat, terutama problematika yang dihadapi generasi muda, ditindaklanjuti secara serius. Beliau menekankan: "Melayani rakyat dan mengapresiasi secara nyata atas kesabaran serta ketahanan mereka, akan menjadi landasan bagi meningkatnya solidaritas nasional dan kemajuan negara."

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha