Berita Hawzah – Acara duka di Masjid Kevser Istanbul dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Kemudian Abbas Akyüz, direktur Penerbitan Kevser, dalam sambutannya memaparkan dimensi-dimensi spiritual peristiwa Karbala dan pentingnya Ziarah Asyura.
Dengan merujuk pada doa sujud terakhir dalam Ziarah Asyura, beliau menyatakan: "Ziarah Asyura adalah sebuah ziarah yang suci dan hadis yang direkomendasikan oleh Ahlulbait (as). Jika seseorang mengamalkan isi dari ziarah ini, maka ia akan termasuk di antara para sahabat Imam Mahdi (af) dan akan menjadi prajurit dari pasukan beliau. Ziarah ini menunjukkan jalan-jalan penuntutan balas atas darah Karbala, menjadikan seseorang mencintai syahid, dan mengenalkannya pada kedudukan agung Ahlulbait (as)."
Akyüz dalam bagian lain sambutannya membahas pentingnya bersyukur dan mengatakan: "Bersyukur adalah kedudukan yang sangat tinggi. Dalam ziarah ini, kita diajarkan untuk bersyukur bahkan di tengah cobaan. Jika kita ingin bersyukur atas musibah, pertama-tama kita harus mengenali nikmat-nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita dan mengucapkan syukur atasnya."
Ia menambahkan: "Seseorang harus bersyukur dalam segala aspek kehidupan dan menampakkan nikmat-nikmat Ilahi. Syukur kepada Allah tidak terbatas pada lisan semata, tetapi juga harus terwujud dalam hati dan perbuatan. Allah dalam Al-Qur'an yang mulia berfirman bahwa hamba-hamba yang sangat bersyukur itu sedikit. Sayangnya, kita lalai terhadap banyak nikmat yang ada di tangan kita. Kehadiran kita hari ini dalam majelis duka ini adalah hasil dari nikmat-nikmat material dan spiritual yang tak terhitung jumlahnya. Para pecinta Imam Husain (as) hendaknya menghargai nikmat-nikmat ini."
Manajer Penerbitan Kautsar di akhir pidatonya, dengan merujuk pada para sahabat Imam Husain as yang dalam kondisi paling sulit sekalipun tetap bersyukur, menegaskan: "Kita sebagai pecinta Imam Husain as harus menjaga semangat jihad dan pengorbanan tetap hidup dalam diri kita. Kita harus siap untuk membela Islam dan menghadapi musuh-musuhnya."
Di bagian akhir acara, juga digelar ritual pembacaan ratapan duka dan para hadirin dengan pukul dada serta pembacaan syair-syair duka, mengenang dan menghormati jejak Imam Husain as serta para syuhada Karbala.
Komentar Anda