Jumat 26 Juni 2026 - 11:36
Gema Pesan Asyura di Nigeria

Hawzah/ Dunia Islam sedang berada dalam masa berkabung atas duka cita Baginda dan Pemimpin Para Syuhada, Aba Abdillah al-Husain (as), para pengikut mazhab Ahlulbait (as) di Nigeria juga turut memperingati mengenang epik para pejuang Karbala dengan menyelenggarakan acara-acara yang penuh semangat.

Berita Hawzah  Saat dunia Islam tengah berada dalam masa berkabung atas duka cita Baginda dan Pemimpin Para Syuhada, Aba Abdillah al-Husain (as), para pengikut mazhab Ahlulbait (as) di Nigeria juga turut memperingati mengenang epik para pejuang Karbala dengan menyelenggarakan acara-acara yang penuh semangat. Hari kedelapan bulan Muharram 1448 Hijriyah telah menjadi pusat penjelasan ajaran-ajaran Asyura dan pemuliaan terhadap maqam luhur Abul Fadhl al-Abbas (sa) serta Sayyidah Zainab al-Kubra (sa) di berbagai kota di negara tersebut.

Guidam; Penjelasan Pelajaran-Pelajaran dari Perlawanan Husaini

Di kota Guidam (Negara Bagian Yobe), para pengikut Syekh Ibrahim Zakzaky memusatkan perhatian pada pelajaran-pelajaran dari perlawanan Imam Husain (as) dengan mengadakan majelis-majelis duka. Pembicara dalam acara ini menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai keagamaan dan menuntut keadilan, serta menjadikan keteguhan Imam Husain (as) dalam menghadapi para penindas sebagai lentera penerang bagi sepanjang zaman. Acara ini, yang diisi dengan pembacaan ratapan dan pengingatan akan penderitaan Ahlulbait (as) di Karbala, menciptakan suasana spiritual bagi para peserta.

Kano; Pemuliaan terhadap Maqam Sayyidah Zainab (sa) dan Penyelenggaraan Gerakan Donor Darah

Di kota Kano, sebuah acara megah diselenggarakan di Masjid Fage dengan fokus pada sosok Sayyidah Zainab al-Kubra (sa). Para pembicara wanita memaparkan keutamaan-keutamaan akhlak wanita agung tersebut sebagai teladan bagi wanita Muslim, serta menekankan pentingnya mewariskan jejak beliau ke dalam perilaku nyata. Di samping program-program duka, diputar pula produksi-produksi visual dari Gerakan Islam mengenai peristiwa Karbala.

Di sela-sela acara ini, didirikan stan khusus untuk donor darah yang mendapat sambutan luas dari para pecinta Ahlulbait (as), dan sejumlah besar hadirin berpartisipasi dalam kegiatan yang penuh berkah dan berharga ini untuk membantu sesama mereka.

Birnin Kudu; Pelayanan dengan Gaya Pembawa Panji Karbala

Di kota Birnin Kudu pun, tampak pemandangan istimewa dari budaya melayani rakyat. Bersamaan dengan peringatan syahidnya Abul Fadhl al-Abbas (as), kelompok-kelompok pelayanan dengan organisasi yang tertib menyelenggarakan jamuan dan menyambut para peserta duka. Muhammad Sa'id Dankoli, salah satu komandan kelompok pelayanan ini, di samping menekankan pentingnya kegiatan-kegiatan ini dalam rangka ajaran Ahlulbait (as), mengapresiasi dukungan moral dari para tokoh dan seluruh lapisan masyarakat, dan menganggapnya sebagai langkah dalam rangka menjaga nama Imam Husain (as) tetap hidup.

Acara-acara ini, yang diselenggarakan dengan partisipasi penuh semangat dari para pengikut Ahlulbait (as) di berbagai kota di Nigeria, sekali lagi menunjukkan bahwa ajaran Asyura melampaui batas-batas geografis, menginspirasi keimanan, ketahanan, dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat. Di akhir majelis-majelis ini, para peserta duka memohon doa kepada Allah agar jalan Ahlulbait (as) senantiasa berlanjut, serta memohon panjang umur dan kesehatan bagi Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei, dan pemimpin mereka, Syekh Ibrahim Zakzaky.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha