Rabu 17 Juni 2026 - 21:19
Pembahasan Mahdawi (31) | Kedudukan dan Keistimewaan Imam Mahdi 'alaihis-salām dalam Doa-doa

Hawzah/ Perhatian terhadap kedudukan dan keistimewaan Imam Zaman (semoga Allah menyegerakan kemunculannya yang mulia) di alam semesta dapat menjadi sarana untuk mendekatkan hamba-hamba Allah kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Berita Hawzah – Rangkaian pembahasan tentang Mahdawiyyah dengan judul "Menuju Masyarakat Ideal" ini disajikan untuk para cendekiawan yang terhormat, dengan tujuan menyebarkan ajaran-ajaran dan pengetahuan yang berkaitan dengan Imam Zaman (semoga Allah menyegerakan kemunculannya yang mulia).

Menelaah dan mempelajari doa-doa tentang Mahdawiyyah menggambarkan sekilas tentang kedudukan-kedudukan beliau dan membuka pintu ma'rifat (pengetahuan hakiki) bagi orang-orang yang beriman kepada beliau. Berikut kami sebutkan sebagian dari kedudukan-kedudukan tersebut:

Khalifatullah, Hujjatullah 

Dalam Ziarah Ali Yasin disebutkan:

«السَّلَامُ عَلَیکَ یا خَلِیفَةَ اللَّهِ وَ نَاصِرَ حَقِّهِ‏، السَّلَامُ عَلَیکَ یا حُجَّةَ اللَّهِ وَ دَلِیلَ إِرَادَتِه.» 

"Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Khalifah Allah dan penolong hak-Nya. Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Hujjah Allah dan petunjuk kehendak-Nya."

Jelaslah bahwa kedudukan sebagai Khalifah Allah dan Hujjah Allah merupakan salah satu tingkatan tertinggi yang telah ditetapkan Allah bagi Imam Mahdi 'alaihis-salām. Dan beliau dalam kedudukan ini, di zamannya, adalah sosok yang tiada tandingan dan tunggal.

Babullah (Pintu Allah), Sabilullah (Jalan Allah)

Dalam Ziarah Ali Yasin kita juga membaca:

«السَّلَامُ عَلَیكَ یَا بَابَ اللَّهِ»

"Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Pintu Allah."

Dan dalam Ziarah Sahibul-Amr 'alaihis-salam kita membaca:

«السَّلَامُ عَلَیكَ یَا سَبِیلَ اللَّهِ الَّذِی مَنْ سَلَكَ غَیْرَهُ هَلَكَ»

"Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Jalan Allah, yang barang siapa menempuh selain jalannya, maka ia akan binasa."

Ungkapan "Pintu Allah" (Babullah) menunjukkan hakikat bahwa siapa pun yang ingin sampai kepada Allah, menaati perintah-Nya, dan meraih keridaan-Nya, maka ia harus melalui jalur keyakinan kepada Imam Mahdi 'alaihis-salam, imamah (kepemimpinan) beliau, dan ketaatan penuh kepadanya untuk mencapai tujuan tersebut. Demikian pula ungkapan "Jalan Allah" (Sabilullah) menyampaikan makna yang sama, bahwa satu-satunya jalan untuk mencapai Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya adalah melalui iman, keyakinan, dan ketaatan kepada Wali Allah, yaitu Imam Zaman 'alaihis-salam.

Mitsaqullah (Perjanjian Allah), Wa'duullah (Janji Allah)

Dalam Ziarah Ali Yasin disebutkan:

«السَّلَامُ عَلَیكَ یَا مِیثَاقَ اللَّهِ الَّذِی أَخَذَهُ وَ وَكَّدَهُ، السَّلَامُ عَلَیكَ یَا وَعْدَ اللَّهِ الَّذِی ضَمِنَهُ»

"Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai perjanjian Allah yang Dia ambil dan Dia kuatkan. Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai janji Allah yang Dia sendiri menjaminnya."

Ungkapan "Mitsaqullah" (Perjanjian Allah) berarti bahwa Imam Mahdi 'alaihis-salam adalah manifestasi sempurna dari perjanjian yang telah diambil Allah dari para hamba-Nya. Komitmen umat terhadap Imam Mahdi 'alaihis-salam setara dengan keteguhan mereka terhadap seluruh agama dan syariat Ilahi; sebagaimana meninggalkan beliau dan berpisah darinya dianggap sebagai pengingkaran terhadap seluruh perjanjian-perjanjian Allah.

Ungkapan "Wa'dullah" (Janji Allah) bermakna bahwa Imam Mahdi 'alaihis-salam adalah perwujudan nyata dari janji Allah dalam Al-Qur'an mengenai tegaknya kekuasaan orang-orang saleh dan meluasnya nilai-nilai kebaikan di muka bumi. Beliaulah figur yang dijanjikan (al-maw'ud) yang agung, yang kemunculannya akan mewujudkan cita-cita seluruh Nabi dan para wali, serta menghidupkan kembali syariat dan kitab samawi. Sungguh, beliau adalah janji Allah yang terjamin dan figur yang pasti dinantikan dalam semua kitab samawi, yang tiada sesuatu pun akan menghalangi kemunculannya.

'Ainullah an-Nadhirah (Mata Allah yang Mengawasi)

Dalam sebuah doa yang diriwayatkan dari Imam Ridha 'alaihis-salām, disebutkan:

«وَ عَیْنِكَ النَّاظِرَةِ عَلَى بَرِیَّتِكَ وَ شَاهِدِكَ عَلَى عِبَادِكَ» 

(Biharul-Anwar, jilid 92, hlm. 332)

"Dan mata-Mu yang mengawasi makhluk-Mu, dan saksi-Mu atas hamba-hamba-Mu."

Ungkapan ini menunjukkan bahwa Imam Mahdi 'alaihis-salam sebagai hujjah (bukti) dan wakil Allah, juga merupakan pengawas Allah. Amal perbuatan manusia, baik yang tersembunyi maupun yang tampak, tidak tersembunyi dari beliau; bahkan beliau adalah saksi dan pengawas atas seluruh amal perbuatan. Meyakini hakikat ini sangat membantu dalam melatih jiwa, menyucikan diri, dan membersihkan diri manusia.

Dalam sebuah pernyataan dari Imam Mahdi 'alaihis-salam, beliau bersabda:

«فَإِنَّا نُحِیطُ عِلْماً بِأَنْبَائِكُمْ وَ لَا یَعْزُبُ عَنَّا شَیْءٌ مِنْ أَخْبَارِكُمْ» 

(Al-Ihtijaj, jilid 2, hlm. 495)

"Sesungguhnya ilmu kami meliputi segala keadaan kalian, dan tidak ada satu pun dari berita-berita kalian yang tersembunyi dan samar pada kami."

Pembahasan ini akan bersambung...

Diambil dari buku "Negin-e Afarinesh" (Permata Penciptaan), dengan sedikit perubahan.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha