Berita Hawzah – Hujjatul Islam wal Muslimin Ahmadi dalam pertemuan "Transformasi dalam Ilmu Akhlak dengan Memperhatikan Pesan Pemimpin Syahid mengenai 'Hawzah yang Maju dan Unggul'" yang diselenggarakan oleh Sekretariat Peringatan 100 Tahun Pendirian Kembali Hawzah Qom dengan kerja sama Wakil Penelitian Hawzah-Hawzah Ilmiyah, menyatakan: "Hawzah Ilmiyah, dalam hal karakter dan akhlak, senantiasa memusuhi para musuh, di antaranya adalah rezim Zionis."
Ulama sejati sejak awal telah menentang rezim Zionis
Ia melanjutkan: "Ulama sejati sejak awal telah menentang rezim penjajah Israel. Imam Khomeini (ra) selalu mengeluhkan para pelajar-pengajar hawzah yang hanya sibuk dengan belajar-mengajar dan tidak bereaksi terhadap tindakan-tindakan musuh."
Hawzah sebagai Pelopor dalam Menghantam Musuh-Musuh Islam
Pengajar Hawzah Ilmiyah tersebut mengatakan: "Kedahuluan dalam menghantam musuh-musuh Islam adalah salah satu karakter lain dari Hawzah Ilmiyah, sehingga dalam bidang ini ia terkenal karena perjuangannya melawan tiran dan musuh-musuh. Keberanian ulama sejati di bidang ini telah menyatukan rakyat sekaligus menjadikan mereka sebagai pelopor."
Menahan Pahit Getirnya Perjuangan
Hujjatul Islam wal Muslimin Ahmadi, dengan menyatakan bahwa para pelajar hawzah dan ulama senantiasa menuntut ilmu dan menyebarkan agama, serta dalam perjalanan ini mereka dan keluarga mereka menahan banyak kesulitan, melanjutkan: "Hawzah Ilmiyah telah diberi taufik untuk mendidik kader-kader yang kompeten dan berakhlak mulia. Selain itu, berdasarkan misi yang diemban Hawzah Ilmiyah, para pengajar selalu mendorong para pelajar untuk giat dalam urusan-urusan kebudayaan. Karakter ini telah menjadikan kader-kader yang terbina mampu bertahan melawan gempuran budaya Barat."
Pesan Penting Pemimpin Syahid kepada Para Pelajar dan Pengajar Hawzah
Pengajar Hawzah Ilmiyah Qom mengatakan: "Pemimpin syahid Revolusi Islam Iran berpesan bahwa para pelajar hawzah harus dibekali dengan berbagai keterampilan, seperti media, dunia maya, dan lain-lain. Serta dalam perjalanan misi mereka, hendaknya menggunakan perangkat teknis yang mutakhir, sehingga mampu menyediakan konten-konten keagamaan, pemikiran, budaya, dan sebagainya bagi generasi muda."
Serangan Hawzah Ilmiyah terhadap Budaya Dekaden Barat
Ia menyatakan: "Menyerang budaya paksaan Barat adalah karakter lain dari Hawzah. Para hawzawi sensitif terhadap budaya Barat, dan Imam Syahid [Khamenei] pun selalu menekankan hal ini. Penekanan ini karena Barat memiliki berbagai macam alat, seperti PBB, konferensi-konferensi, dan lain-lain, untuk memaksakan budayanya. Dengan kata lain, mereka memiliki baik tirani yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. Mereka berupaya memaksakan budaya mereka dengan menciptakan keraguan-keraguan dan kesalahpahaman."
Penyucian Jiwa Bukan Berarti Kita Tidak Boleh Ceria di Masyarakat
Hujjatul Islam wal Muslimin Ahmadi menambahkan: "Di samping menuntut ilmu, para ulama senantiasa mementingkan penyucian jiwa. Tentu saja, penyucian jiwa bukan berarti kita tidak boleh ceria di tengah masyarakat. Anggapan keliru ini adalah bagian dari konspirasi para penjajah."
Berhadapan dengan Kaum Kaku
Ia melanjutkan: "Karakteristik lain dari Hawzah Ilmiyah adalah berhadapan dengan kaum kaku. Imam Khomeini (ra) pun sangat menekankan masalah ini dan memerangi jenis kekakuan yang membuat hawzah tidak memberikan respons terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat, karena kekakuan semacam ini adalah fitnah dari para penjajah."
Ketidakterlibatan Hawzah Ilmiyah dalam Masalah Politik Merupakan Salah Satu Fitnah Penjajah
Peneliti dan pengkaji ini menegaskan: "Ketidakterlibatan Hawzah Ilmiyah dalam masalah politik adalah bagian dari fitnah penjajah, tetapi Imam Khomeini (ra) berhasil menetralisir fitnah penjajah ini. Jika Hawzah Ilmiyah tidak memilih jalan ini, ia akan kehilangan kredibilitas spiritualnya, karena masyarakat akan menjadi dingin ketika melihat bahwa hawzah tidak memberikan respons terhadap kehidupan dan masalah-masalah mereka."
Ia menyatakan: "Pemimpin syahid Revolusi (Imam Ali Khamenei ra) dalam pesan 'Hawzah Pelopor dan Terdepan', dengan merujuk pada persoalan ini, menjelaskan bahwa jika konspirasi penjajah ini tidak digagalkan, mereka akan dapat menguasai nasib negara, dan akibatnya, kedudukan serta kredibilitas spiritual hawzah-Hawzah Ilmiyah juga akan mengalami kerusakan serius."
Inovasi Ilmiah dengan Tetap Memelihara Orisinalitas
Hujjatul Islam wal Muslimin Ahmadi, dengan merujuk pada pokok-pokok terpenting dalam pesan ini, menegaskan: "Hawzah Ilmiyah harus mencapai kedalaman komprehensivitas dalam seluruh dimensi ilmu-ilmu Islam dan humaniora, dan di samping tetap memelihara orisinalitas-orisinalitas keilmuan, juga harus memanfaatkan metode-metode dan sarana-sarana ilmiah modern."
Dukungan terhadap Sistem Islam
Ia menganggap dukungan terhadap sistem Islam sebagai salah satu tugas hawzah lainnya, dan berkata: "Imam Khomeini (ra) berulang kali memperingatkan bahwa sebagian orang berupaya untuk membuat hawzah berprasangka buruk terhadap sistem Islam."
Perhatian terhadap Perkembangan Internasional
Guru besar Hawzah Ilmiyah Qom melanjutkan: "Salah satu karakteristik mendasar hawzah yang harus diperkuat lebih dari sebelumnya adalah perhatian terhadap perkembangan internasional; yaitu, Hawzah Ilmiyah, demi menjaga keteguhan agama, harus selaras dengan perubahan-perubahan global dan memberikan jawaban terhadapnya. Selain itu, Hawzah Ilmiyah harus memelihara ilmu-ilmu fundamentalnya seperti usul fikih, fikih, hadis, dan lain-lain yang telah digelutinya bertahun-tahun, serta mencapai kemandirian dalam bidang-bidang tersebut."
Hujjatul Islam wal Muslimin Ahmadi berkata: "Pemimpin syahid Revolusi (Imam Khamenei ra) pada tahun 1992 menyatakan bahwa Hawzah Ilmiyah harus menentukan prioritas-prioritasnya. Beliau dalam hal ini menyebutkan beberapa contoh, di antaranya adalah mendidik orang-orang untuk bekerja pada jabatan-jabatan tertentu, mengidentifikasi bakat-bakat unggul untuk riset dan studi, serta menyusun program khusus bagi para elit."
Pentingnya Mendidik Tenaga-Tenaga Manajerial di Tingkat Makro
Guru besar Hawzah Ilmiyah, dengan merujuk pada pentingnya pendidikan tenaga-tenaga manajerial di tingkat makro oleh hawzah, menyatakan: "Hawzah Ilmiyah memiliki banyak fungsi yang kasat mata maupun tidak kasat mata yang belum diperkenalkan kepada masyarakat; misalnya, para hawzawi telah memberikan banyak pelayanan seperti membangun rumah sakit, sekolah, dan lain-lain yang belum diperkenalkan kepada khalayak umum."

Urgensi Menjelaskan Keteguhan Para Ulama dalam Menghadapi Perjanjian-Perjanjian Kolonial yang Nista
Hujjatul Islam wal Muslimin Ahmadi menambahkan: "Para ulama telah berdiri teguh menghadapi banyak perjanjian nista dan berjuang melawan penjajahan, tetapi upaya-upaya ini belum diperkenalkan dengan baik dan masyarakat umum tidak mengetahuinya."
Urgensi Penelitian tentang Sistem-Sistem Sosial
Peneliti dan pengkaji ini melanjutkan: "Pemimpin syahid Revolusi berulang kali menekankan urgensi penelitian tentang sistem-sistem sosial; misalnya, hawzah harus melakukan penelitian-penelitian mendasar mengenai dimensi-dimensi etika untuk bidang-bidang seperti sistem ekonomi, sistem hukum, penyelesaian sengketa keluarga, dan lain-lain."
Guru besar Hawzah Ilmiyah menambahkan: "Salah satu keluhan Pemimpin syahid Revolusi adalah bahwa dimensi-dimensi etika dari banyak persoalan sosial tidak dijelaskan kepada masyarakat sebagaimana mestinya, dan di beberapa bidang dikelola dengan pandangan-pandangan sekuler."
Ia mengingatkan: "Berdasarkan rekomendasi-rekomendasi Pemimpin syahid Revolusi dalam pesan 'Hawzah Pelopor dan Terdepan', jika kita ingin menjelaskan etika terapan dalam sistem-sistem sosial, kita harus mempelajari dan mengevaluasi temuan-temuan mutakhir dunia, seperti psikologi dan lain-lain yang membantu dalam bidang etika, kemudian mengukurnya dengan tolok ukur Al-Qur'an dan Sunnah, serta mengetahui sejauh mana kesesuaian dan pertentangannya."
Pengembangan Etika Kepatuhan kepada Kepemimpinan dalam Masyarakat; Misi Penting Hawzah dan Rohaniwan
Hujjatul Islam wal Muslimin Ahmadi menganggap pengembangan etika kepatuhan kepada kepemimpinan sebagai salah satu misi hawzah lainnya, dan berkata: "Dalam banyak sistem sosial, terlihat kekosongan-kekosongan etika, dan hawzah harus mengatasi kekurangan-kekurangan ini, seperti etika dalam keluarga, peradilan, hukum pidana, dan manajemen. Tentu saja, untuk mewujudkan hal-hal ini, hawzah harus mendapat perhatian lebih dari sebelumnya."
Ia menekankan: "Perluasan etika ilahi merupakan landasan bagi inovasi peradaban. Saat ini peradaban material yang mengabaikan etika mendominasi dunia. Pemimpin syahid Revolusi telah meminta kepada hawzah-Hawzah Ilmiyah untuk menciptakan peradaban baru berdasarkan etika ilahi. Artinya, kita harus mengelola fenomena-fenomena sosial seperti keadilan sosial dan lain-lain berdasarkan etika ilahi."
Peradaban Tanpa Etika Tidak Akan Bertahan
Guru besar Hawzah Ilmiyah Qom, dengan merujuk pada fakta bahwa kita harus menyebarkan etika ilahi sedemikian rupa sehingga mampu meningkatkan peradaban, menambahkan: "Peradaban tanpa etika tidak akan bertahan, karena etika adalah fondasi terbentuknya sebuah peradaban. Misalnya, salah satu keharusan sebuah peradaban adalah keamanan, ilmu pengetahuan, dan lain-lain. Etika harus mampu melindungi keamanan, ilmu pengetahuan, dan sebagainya — artinya, etika harus melahirkan keamanan."
Ia menegaskan: "Etika yang autentik adalah pembangun peradaban. Jika etika berkelanjutan, peradaban akan berkembang, tetapi jika etika dilemahkan, peradaban pun akan menuju kemunduran."
Urgensi Merumuskan Peta Jalan untuk Mewujudkan Peradaban Baru Islam
Hujjatul Islam wal Muslimin Ahmadi menambahkan: "Hawzah-Hawzah Ilmiyah hendaknya merumuskan peta jalan untuk mewujudkan peradaban baru Islam, menentukan prinsip-prinsip, cabang-cabang, dan prioritas-prioritasnya, kemudian menyebarluaskan garis-garis besar tersebut."
Penekanan pada Pemeliharaan dan Penguatan Tradisi-Tradisi Otentik Hawzah
Ia, dengan menekankan pemeliharaan dan penguatan tradisi-tradisi otentik hawzah, menyatakan: "Hawzah-Hawzah Ilmiyah memiliki tradisi-tradisi otentik, berharga, dan efektif seperti diskusi, penghormatan kepada guru, qana'ah dan zuhud, serta lain-lain. Hawzah tidak boleh kehilangan modal-modal etika ini."
Menangani Isu-Isu Baru adalah Kebutuhan Masyarakat Saat Ini
Guru besar Hawzah Ilmiyah Qom menambahkan: "Para pelajar harus lebih dari sebelumnya menangani isu-isu prioritas masyarakat; topik-topik seperti relasi rakyat dan pemerintah, kedudukan rakyat dalam pemerintahan, keadilan sosial, dan isu-isu baru adalah kebutuhan masyarakat saat ini dan harus ditangani."
Strategi-Strategi Makro untuk Mewujudkan 'Hawzah Pelopor dan Terdepan'
Hujjatul Islam wal Muslimin Ahmadi di akhir, dengan merujuk pada penekanan Pemimpin Agung Revolusi (Ayatullah Khamenei) mengenai 'Hawzah Pelopor dan Terdepan', menyatakan: "Mewujudkan tuntutan ini memerlukan transformasi dalam etika, keselarasan dengan ilmu-ilmu mutakhir, pemberian harapan kepada pelajar muda, dan kepercayaan terhadap bakat-bakat generasi baru. Para pemuda adalah modal-modal berharga yang energinya harus dimanfaatkan."
Komentar Anda