Senin 8 Juni 2026 - 19:14
Kajian Mahdawiyah (29) | Doa dan Ziarah Mahdawi

Hawzah/ Salah satu sarana dan pegangan terpenting bagi para pengikut Imam Mahdi as pada masa kegaiban beliau adalah doa dan menjalin hubungan dengan Imam tersebut, agar mereka tidak melupakannya dan tetap terhubung dengannya melalui zikir, doa, dan ziarah.

Berita Hawzah – Rangkaian kajian Mahdawiyah dengan judul "Menuju Masyarakat Ideal", yang bertujuan menyebarluaskan ajaran dan pengetahuan terkait Imam Zaman af, dipersembahkan kepada para cendekiawan dan pembaca yang budiman.

Masa kegaiban Imam Mahdi as adalah masa penuh fitnah, bahaya, dan penyimpangan. Para pengikut Imam yang gaib harus, dalam setiap pasang surut zaman kegaiban, menjaga akidah mereka sekaligus mengawasi perilaku mereka agar tidak keluar dari kerangka mengikuti Imam dan terjerumus ke dalam jebakan setan.

Salah satu sarana dan pegangan terpenting adalah doa, hubungan dengan Allah, dan juga hubungan dengan Imam, sehingga mereka tidak melupakan beliau dan tetap memiliki ikatan dengannya melalui zikir, doa, dan ziarah.

Imam Ja'far ash-Shadiq as bersabda:

«سَتُصِیبُکُمْ شُبْهَةٌ فَتَبْقَوْنَ بِلاَ عَلَمٍ یُرَی وَ لاَ إِمَامٍ هُدًی وَ لاَ یَنْجُو مِنْهَا إِلاَّ مَنْ دَعَا بِدُعَاءِ اَلْغَرِیقِ قُلْتُ کَیْفَ دُعَاءُ اَلْغَرِیقِ قَالَ یَقُولُ یَا اَللَّهُ یَا رَحْمَانُ یَا رَحِیمُ یَا مُقَلِّبَ اَلْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِی عَلَی دِینِکَ
 (کمال‌الدین، ج ۲، ص ۳۵۱)

"Akan datang kepada kalian suatu masa penuh keraguan sehingga kalian akan berada tanpa petunjuk yang tampak dan tanpa imam yang memberi hidayah. Tidak ada yang selamat darinya kecuali orang yang berdoa dengan Doa al-Ghariq (Doa Orang yang Tenggelam)."
Perawi bertanya: "Bagaimana Doa al-Ghariq itu?"
Imam menjawab:
"Ucapkanlah: Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Muqallibal-Qulub (Wahai Yang Membolak-balikkan hati), tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu."

(Kamal ad-Din, jilid 2, hlm. 351)

Dalam doa ini ditekankan bahwa pada masa kegaiban Imam yang memegang panji petunjuk, kita harus memohon keteguhan dan kestabilan dalam agama Allah. Hal ini menunjukkan pentingnya kedudukan doa.

Imam Hasan al-Askari as bersabda:

«وَ اللَّهِ لَیغِیبَنَّ غَیبَةً لَا ینْجُو فِیهَا مِنَ التَّهْلُکَةِ إِلَّا مَنْ یثَبِّتُهُ اللَّهُ عَلَی الْقَوْلِ بِإِمَامَتِهِ وَ وَفَّقَهُ لِلدُّعَاءِ بِتَعْجِیلِ فَرَجِه
 (بحارالانوار، ج ۵۲، ص ۲۳)

"Demi Allah, ia (Imam Mahdi as) akan mengalami suatu masa kegaiban yang panjang. Tidak ada seorang pun yang selamat dari kebinasaan pada masa itu kecuali orang yang diteguhkan Allah dalam keyakinannya terhadap imamah beliau dan diberi taufik untuk berdoa agar kemunculan beliau dipercepat."

(Bihar al-Anwar, jilid 52, hlm. 23)

Dari sudut pandang lain, berdoa untuk Imam Zaman as merupakan salah satu kewajiban penting bagi para penanti beliau, yang mendapat perhatian khusus dari para Imam Ahlulbait as.

Dalam riwayat disebutkan bahwa Imam Ali ar-Ridha as memerintahkan agar mendoakan Shahibul-Amr (Imam Mahdi as) dan berkata:

«اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنْ وَلِیکَ وَ خَلِیفَتِکَ وَ حُجَّتِکَ عَلَی خَلْقِکَ….َ وَ احْفَظْهُ مِنْ بَینِ یدَیهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ وَ عَنْ یمِینِهِ وَ عَنْ شِمَالِهِ وَ مِنْ فَوْقِهِ وَ مِنْ تَحْتِه….َ أَیدْهُ بِنَصْرِکَ الْعَزِیزِ وَ أَیدْهُ بِجُنْدِکَ الْغَالِبِ …..وَ وَالِ مَنْ والاهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ…» 
(بحارالانوار، ج ۹۲، ص ۳۳۰)

"Ya Allah, jauhkanlah dari wali-Mu, khalifah-Mu, dan hujah-Mu atas makhluk-Mu segala bencana... Jagalah dia dari depan, belakang, kanan, kiri, atas, dan bawahnya... Bantulah dia dengan pertolongan-Mu yang perkasa dan kuatkanlah dia dengan pasukan-Mu yang menang... Cintailah orang yang mencintainya dan musuhilah orang yang memusuhinya."

(Bihar al-Anwar, jilid 92, hlm. 330)

Dengan demikian, berdoa dan menjalin hubungan spiritual dengan Imam yang gaib merupakan salah satu prinsip perilaku Syiah pada masa kegaiban, yang memiliki banyak pengaruh dan manfaat.

Pembagian Doa dan Ziarah Mahdawi

Doa dan ziarah Mahdawi dapat dibagi menjadi dua kelompok:

A. Doa dan ziarah yang diriwayatkan langsung dari Imam Mahdi as dan sampai kepada kaum Syiah pada masa Kegaiban Kecil (Ghaibah Shughra) melalui para wakil khusus beliau; seperti:

  • Ziarah Ali Yasin
  • Doa Faraj

B. Doa dan ziarah yang diriwayatkan dari para Maksum as mengenai Imam Mahdi as; seperti:

  • Doa Ahd
  • Ziarah Shahibul-Amr as di Ruang Bawah Tanah Suci (Sardab Muqaddas) Samarra

Berdoa untuk Imam Mahdi as, bertawassul kepada beliau, dan menziarahi beliau tidak memiliki waktu dan tempat tertentu. Kaum Syiah dan para penanti beliau dapat, kapan saja dan di mana saja, bermunajat kepada beliau, menyampaikan salam dan penghormatan mereka, serta memperbarui janji dan ikatan setia mereka kepadanya.

Meskipun demikian, di antara hari-hari dalam sepekan, hari Jumat menurut riwayat secara khusus dinisbatkan kepada Imam Zaman as. Oleh karena itu, terdapat ziarah khusus untuk hari tersebut yang dikenal dengan nama Ziarah Imam Zaman pada Hari Jumat.

Dalam kitab-kitab doa dan ziarah yang disusun oleh para ulama Syiah seperti Sayyid Ibn Tawus, Allamah Majlisi, dan Syekh Abbas Qummi, terdapat banyak doa dan ziarah yang berkaitan dengan Imam Zaman as. Sebagian di antaranya mendapat perhatian dan rekomendasi khusus dari para ulama tersebut serta lebih dikenal luas di kalangan kaum Syiah.

Pembahasan ini akan dilanjutkan...

Diadaptasi dari buku Negin-e Afarinish (Permata Penciptaan), dengan sedikit perubahan.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha