Kamis 18 Juni 2026 - 23:25
Peringatan Husaini Hendaknya Mengarahkan Masyarakat Menuju Kesadaran, Persatuan, dan Tanggung Jawab yang Lebih Besar

Hawzah/ Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Shahan Shah Hussain Naqvi, dalam pernyataannya menyatakan: Karbala adalah poros nilai-nilai luhur kemanusiaan seperti keadilan, kebebasan, dan kelangsungan Islam, dan peringatan (duka) Husaini hendaknya mengarahkan masyarakat menuju kesadaran, persatuan, dan tanggung jawab yang lebih besar.

Berita Hawzah – Hujjatul Islam Sayyid Shahan Shah Hussain Naqvi, khatib terkemuka Pakistan dan ketua Alians Ja'fariyah negara tersebut, dalam majlis duka (peringatan Asyura) yang diselenggarakan di Nishtar Park, kota Karachi, dengan menjelaskan kedudukan imamah dalam ajaran Islam, menyatakan bahwa perlawanan Asyura adalah gerakan yang universal, abadi, dan menginspirasi sepanjang masa, yang senantiasa menerangi jalan keadilan, kemerdekaan, dan perjuangan melawan kezaliman.

Dalam pidatonya, beliau merujuk pada kedudukan fundamental imamah dalam Islam dan menyatakan: Keyakinan terhadap imamah, pada hakikatnya, adalah kelanjutan dan penyempurnaan dari keyakinan terhadap tauhid dan kenabian, karena imamah adalah jabatan ilahi yang diberikan oleh Allah Yang Maha Tinggi kepada hamba-hamba pilihan-Nya, dan memiliki peran mendasar dalam bimbingan intelektual, pembinaan spiritual, dan perbaikan sosial umat manusia. Dan masyarakat yang mendapat bimbingan dari imam ilahi, akan bergerak di jalur keadilan, kesadaran, dan kesempurnaan manusiawi, serta terlindungi dari penyimpangan pemikiran dan moral.

Khatib terkemuka Pakistan ini, dengan merujuk pada ayat 71 dan 72 Surah Al-Isra', menambahkan: Al-Qur'an yang mulia secara tegas menyatakan bahwa pada hari kiamat, setiap manusia akan dipanggil bersama dengan imamnya, dan kebenaran ini menunjukkan peran yang menentukan dari imamah dalam kebahagiaan dan keselamatan manusia. Dan dalam Al-Qur'an yang mulia terdapat banyak ayat tentang tauhid, kenabian, dan imamah yang menerangi jalan petunjuk dan kebenaran bagi para pencari kebenaran.

Hujjatul Islam Sayyid Shahan Shah Naqvi dalam lanjutan pidatonya menegaskan: Sebagaimana Rasulullah Saw diutus untuk membimbing seluruh umat manusia dan seluruh alam, demikian pula para Imam Ahlulbait as, dari Amirul Mukminin Ali as hingga Imam Mahdi afs, adalah para imam dan pemimpin bagi seluruh umat manusia, dan cahaya petunjuk mereka akan terus berlanjut hingga hari kiamat.

Beliau merujuk pada keagungan gerakan Asyura dan menyatakan: Karbala bukanlah peristiwa yang terbatas pada waktu dan tempat tertentu, melainkan gerakan yang abadi dan universal yang pada setiap zaman mengajak manusia kepada kebenaran, keadilan, dan kebebasan. Menurutnya, kehadiran luas para pecinta Imam Hussain as dalam upacara duka di Pakistan dan di seluruh dunia, adalah tanda jelas bahwa pesan Asyura tetap hidup dalam nurani umat manusia.

Ketua Aliansi Ja'fariyah Pakistan selanjutnya membacakan syair Allama Iqbal Lahori:

"Kebenaran adalah abadi kedudukan Syubairi (Imam Husain as), senantiasa berubah cara-cara Kufi dan Syami"

dan menjelaskan: Syair ini mengungkapkan bahwa kebenaran dan jalan Imam Husain as senantiasa tetap dan abadi, sementara pihak kebatilan pada setiap zaman tampil dengan wajah dan cara yang berbeda-beda.

Beliau menambahkan: Bulan Muharram adalah kesempatan untuk memperbarui janji dengan cita-cita Asyura dan kembali kepada nilai-nilai asli Islam, dan umat Islam hendaknya pada hari-hari ini melangkah di jalur perbaikan masyarakat, penguatan agama, dan dukungan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan ilahi.

Beliau di akhir menegaskan: Karbala adalah poros nilai-nilai luhur kemanusiaan seperti keadilan, kebebasan, dan kelangsungan Islam, dan peringatan (duka) Husaini hendaknya mengarahkan masyarakat menuju kesadaran, persatuan, dan tanggung jawab yang lebih besar.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha