Rabu 17 Juni 2026 - 19:15
Musuh-Musuh Iran adalah Front "Mereka yang Dimurkai" dalam Al-Qur'an

Hawzah/ Dr. Abdul Hadi Awang, Ketua Partai Islam Malaysia (PAS), dengan merujuk pada tafsiran frasa "al-maghdhūb 'alayhim" (orang-orang yang dimurkai) dalam Surah Al-Fatihah, menyatakan bahwa musuh-musuh Republik Islam Iran saat ini adalah penerus dari front yang sama yang dalam Al-Qur'an disebut sebagai pihak yang mendapat kemurkaan Allah. Ia juga memohon kepada Allah agar memberikan kemenangan yang nyata bagi rakyat Iran dalam menghadapi agresi dan pengepungan dari luar negeri.

Berita Hawzah – Dr. Abdul Hadi Awang, Ketua Partai Islam Malaysia (PAS), dalam pidatonya pada pertemuan internasional bertajuk "Anak-anak Syahid, Kekalahan Hegemoni Amerika, dan Kebangkitan Umat Islam" yang diselenggarakan oleh Majelis Global Qadimun dan disiarkan melalui jaringan Al-Kawthar, menyatakan solidaritasnya dengan rakyat Iran. Ia memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa agar memberikan taufik (petunjuk), keteguhan, dan kemenangan bagi rakyat serta para pejabat Republik Islam Iran dalam menghadapi agresi dan tekanan dari luar negeri.

Dengan merujuk pada ayat-ayat Al-Qur'an yang mulia, ia menyatakan: "Kami memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa agar menolong bangsa Muslim Iran dan pemerintah Republik Islam Iran dalam menghadapi orang-orang yang telah mendapat kemurkaan Allah; yaitu mereka yang dalam Al-Qur'an disebut dengan istilah 'al-maghdhūb 'alayhim' (orang-orang yang dimurkai), dan yang umat Islam dalam salat harian mereka memohon kepada Allah agar dijauhkan dari jalan mereka."

 Ketua Partai Islam Malaysia menambahkan: "Kami memohon kepada Allah agar melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepada rakyat Iran serta upaya-upaya Republik Islam, dan menyeru umat Islam di seluruh dunia untuk mengambil sikap yang bersatu dalam mendukung Iran menghadapi agresi dan pengepungan ini."

Dr. Abdul Hadi Awang menegaskan: "Musuh-musuh umat Islam saat ini pada hakikatnya adalah kelanjutan dari front-front yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an yang mulia, dan kami berharap bahwa dengan kehendak dan janji Allah, kemenangan yang nyata akan diraih oleh Iran."

Di akhir pidatonya, dengan merujuk pada firman Allah yang mulia, "Innallāha laqawiyyun 'azīz" (Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa), ia mengungkapkan harapannya agar pertolongan Allah menyertai orang-orang yang membela kebenaran, dan mengatakan: "Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa."

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha