Jumat 29 Mei 2026 - 20:29
Imam Syahid: Sebelum Kemunculan Sang Pemilik Zaman, Tidak Ada Kenyamanan, Kemewahan, dan Hidup Santai!

Hawzah/ Komitmen terhadap cita-cita Mahdawiyah bukanlah penantian yang pasif, melainkan sebuah jalan penuh risiko untuk membangun peradaban global yang berlandaskan keadilan dan rasionalitas di tengah ujian-ujian Ilahi yang paling berat.

Berita Hawzah – Teks berikut merupakan bagian dari pidato pemimpin syahid revolusi mengenai kemunculan Imam Mahdi; pidato yang memandang Mahdawiyah sebagai cakrawala untuk membangun masa depan yang penuh keadilan, perdamaian, dan kemajuan manusia, bukan sekadar penantian yang diam.

Mahdawiyah; Medan Perjuangan, Bukan Tempat Kenyamanan

“Kalian para pemuda tercinta yang sedang berada di awal kehidupan dan perjuangan kalian, harus berusaha mempersiapkan landasan bagi masa seperti itu; masa di mana kezaliman dan penindasan tidak lagi ada dalam bentuk apa pun.

Masa di mana pemikiran dan akal manusia menjadi lebih aktif, lebih kreatif, dan lebih produktif daripada sebelumnya; masa di mana bangsa-bangsa tidak saling berperang.

Tangan-tangan para pengobar perang dunia—mereka yang dahulu dan kini memicu perang-perang regional maupun global—tidak lagi mampu menyalakan peperangan.

Dalam skala dunia pun, perdamaian dan keamanan yang sempurna akan terwujud. Untuk masa seperti itu kita harus berjuang. Sebelum masa Imam Mahdi yang dijanjikan, tidak ada kenyamanan, hidup santai, ataupun keamanan tanpa ujian.

Dalam riwayat disebutkan: ‘Wallahi latumahhashunna’ dan ‘Wallahi latugharbalunna’ — Demi Allah, kalian pasti akan diuji dan disaring dengan keras; kalian akan berada di bawah tekanan.

Di mana dan kapan ujian itu terjadi? Ketika terdapat medan perjuangan dan jihad. Sebelum kemunculan Imam Mahdi yang dijanjikan (afs), manusia-manusia suci akan diuji di medan-medan perjuangan.

Mereka akan masuk ke dalam tungku-tungku ujian dan keluar darinya dengan kepala tegak. Dengan demikian, dunia dari hari ke hari semakin mendekati masa ideal dan tujuan Imam Mahdi yang dijanjikan (semoga ruh kami menjadi tebusannya). Inilah harapan besar itu.”

(Pernyataan pemimpin syahid dalam pertemuan dengan masyarakat Qom, 30/11/1370 HS (19 Februari 1992))

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha