Senin 25 Mei 2026 - 16:03
Jejak Romawi Kuno dalam Politik Kejam Barat

Hawzah/ Koloseum Romawi kuno merupakan sebuah arena untuk pembantaian manusia dan hewan demi hiburan; setiap hari sekitar 6 hingga 7 manusia serta 12 hingga 13 hewan liar menjadi korban di sana. Pemikiran seperti ini, pada masa kini masih berlanjut dalam politik Barat; Amerika Serikat dalam 50 tahun terakhir telah menewaskan 38 juta manusia di berbagai belahan dunia.

Berita Hawzah – Koloseum (Colosseum) adalah bangunan berbentuk bundar yang termasuk peninggalan bersejarah Romawi kuno.

Dua ribu tahun lalu, Roma merupakan salah satu kota terpenting di dunia dan Koloseum adalah bangunan paling indah serta paling menakjubkan di kota tersebut. Bangunan ini dirancang dalam bentuk stadion dan dua kali mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Kapasitasnya mencapai lebih dari 50 ribu penonton.

Bangunan ini didirikan dalam bentuk arena semata-mata untuk hiburan dan kesenangan masyarakat Romawi.

Namun, ini bukan stadion olahraga, melainkan tempat yang dibangun khusus untuk membunuh manusia dan hewan demi hiburan dan kesenangan orang-orang Romawi.

Menurut pengakuan bangsa Barat sendiri, lebih dari 500 ribu manusia dan lebih dari satu juta hewan liar seperti singa, buaya, badak, bahkan gajah, telah dibunuh di Koloseum hanya demi hiburan masyarakat Romawi.

Baca juga:
Syekh Naim Qassem: Melucuti Senjata Perlawanan Berarti Melucuti Kekuatan Pertahanan Lebanon

Jika usia penggunaan bangunan bundar ini kita asumsikan selama 200 tahun, maka dengan perhitungan sederhana dapat diketahui jumlah korban harian di tempat tersebut.

Karena 200 tahun dengan hitungan 365 hari sama dengan 73 ribu hari, dan jika jumlah korban yang disebut lebih dari 500 ribu orang dibagi 73 ribu, maka hasilnya sekitar 6,8.

Artinya, selama dua ratus tahun, setiap hari antara 6 hingga 7 orang dibunuh di stadion ini hanya demi hiburan dan kesenangan.

Menurut sumber-sumber Barat, lebih dari satu juta hewan liar juga dibunuh di tempat bundar tersebut. Dengan demikian, berdasarkan perhitungan di atas, selama 200 tahun setiap harinya sekitar 12 hingga 13 hewan liar dibunuh.

Karena pemikiran dan peradaban Barat modern dibangun di atas dasar filsafat, sosial, ekonomi, dan politik Yunani serta Romawi kuno, maka tidak mengherankan jika membunuh manusia demi hiburan dan mempertahankan eksistensi diri menjadi metode yang lazim di Barat, khususnya Amerika Serikat.

Profesor John Mearsheimer, seorang politikus dan profesor terkemuka Universitas Chicago, mengakui bahwa Amerika Serikat antara tahun 1971 hingga 2021, yakni selama 50 tahun, telah membunuh lebih dari 38 juta manusia di seluruh dunia.

Jika 38 juta dibagi 50 tahun, maka diperoleh angka mengerikan sebesar 760 ribu orang. Artinya, setiap tahun Amerika telah membunuh lebih dari 760 ribu manusia.

Pertanyaannya adalah: dengan angka-angka mengerikan seperti ini, bagaimana mungkin seseorang dapat mempercayai niat baik Barat dalam membela hak asasi manusia?!

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha