Jumat 6 Maret 2026 - 21:50
Syarah Doa | Dampak Bergaul dengan Orang-orang Baik dan Saleh

Hawzah/ «اللهمّ وَفّقْنی فیهِ لِموافَقَةِ الأبْرارِ وجَنّبْنی فیهِ مُرافَقَةِ الأشْرارِ وأوِنی فیهِ بِرَحْمَتِكَ الى دارِ القَرارِبالهِیّتَكِ یا إلَهَ العالَمین», "Ya Tuhanku, berilah aku kemampuan untuk bergaul dengan orang-orang baik di bulan ini, dan jauhkan aku dari pertemanan dengan orang-orang jahat, serta tempatkanlah aku dengan rahmat-Mu di dalam surga-Mu. Dengan keesaan-Mu, wahai Tuhan semesta alam."

Berita Hawzah – Dengan memohon kepada Allah Swt agar menerima segala amal ibadah kaum muslimin, menyajikan penjelasan mengenai doa hari keenam belas bulan suci Ramadhan yang disampaikan oleh Hujjatul Islam wal Muslimin Muhammad Hasan Zamani. Berikut adalah doa hari keenam belas bulan Ramadan beserta artinya:

«اللهمّ وَفّقْنی فیهِ لِموافَقَةِ الأبْرارِ وجَنّبْنی فیهِ مُرافَقَةِ الأشْرارِ وأوِنی فیهِ بِرَحْمَتِكَ الى دارِ القَرارِبالهِیّتَكِ یا إلَهَ العالَمین»

"Ya Tuhanku, berilah aku kemampuan untuk bergaul dengan orang-orang baik di bulan ini, dan jauhkan aku dari pertemanan dengan orang-orang jahat, serta tempatkanlah aku dengan rahmat-Mu di dalam surga-Mu. Dengan keesaan-Mu, wahai Tuhan semesta alam."

Orang yang berpuasa pada hari ini meminta tiga permohonan kepada Allah Swt.

1. Bergaul dengan Abrar (Orang-orang Saleh)

Pada hari ini, orang yang berpuasa memohon tiga hal kepada Allah: Pertama, bergaul dengan abrar dan orang-orang saleh. Dua hal penting untuk diperhatikan dalam permohonan ini: Pertama, siapakah abrar itu? Kedua, apa makna "bergaul dengan abrar?

Dalam doa hari ke-13, kita telah membahas sedikit tentang siapa itu abrar. Dalam surah Al-Insan, lima anggota keluarga Nabi (Ahlulbait) adalah standar dan tolok ukur abrar, yaitu orang-orang yang: «ويطعمون الطعام على حبه مسكينا ويتيما وأسيرا * إنما نطعمكم لوجه الله», "Dan mereka memberikan makanan kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan, padahal mereka menyukainya. Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu hanya karena mengharapkan ridha Allah."

Ayat-ayat lain juga menjelaskan tentang abrar. Surah Al-Baqarah ayat 177 mendefinisikan kebajikan dan kebaikan serta menyebutkan contoh-contohnya, dan menetapkan 15 sifat bagi abrar: «لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَکُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَ لکِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ وَ الْمَلائِکَةِ وَ الْکِتابِ وَ النَّبِيِّينَ وَ آتَي الْمالَ عَلي‏ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبي‏ وَ الْيَتامي‏ وَ الْمَساکينَ وَ ابْنَ السَّبيلِ وَ السَّائِلينَ وَ فِي الرِّقابِ وَ أَقامَ الصَّلاةَ وَ آتَي الزَّکاةَ وَ الْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذا عاهَدُوا وَ الصَّابِرينَ فِي الْبَأْساءِ وَ الضَّرَّاءِ وَ حينَ الْبَأْسِ أُولئِکَ الَّذينَ صَدَقُوا وَ أُولئِکَ هُمُ الْمُتَّقُونَ», "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."

Orang-orang yang memiliki 15 sifat ini tergolong sebagai orang-orang saleh (abrar). Dan hendaknya seorang yang berpuasa memohon kepada Allah, 'Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang memiliki 15 sifat ini." Selain itu, kita juga harus memohon kepada Allah agar memberikan kita kemampuan untuk menjadi seperti orang-orang saleh tersebut.

Tiga Makna Bergaul dengan Abrar

Ada tiga makna untuk "bergaul dengan abrar": pertama, berdampingan dengan abrar; kedua, berteman abrar; dan ketiga, bekerja sama dengan mereka.

Telah dikatakan bahwa orang-orang yang duduk bersama orang baik akan menjadi baik, dan pengaruh persahabatan ini sangat besar sehingga di hari kiamat, orang-orang yang tidak bisa bergaul dan berteman dengan orang baik selama di dunia, mereka akan menyesal dan berharap dulu bersama orang baik. Sementara, orang-orang yang bergaul dengan orang jahat akan menyesal dan berharap mereka tidak bergaul dengan mereka.

Dalam surah Al-Furqan ayat 27-28, Allah Swt berfirman: « وَ يَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلي‏ يَدَيْهِ يَقُولُ يا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبيلاً; يا وَيْلَتي‏ لَيْتَني‏ لَمْ أَتَّخِذْ فُلاناً خَليلاً28لَقَدْ أَضَلَّني‏ عَنِ الذِّکْرِ بَعْدَ إِذْ جاءَني‏ وَ کانَ الشَّيْطانُ لِلْإِنْسانِ خَذُولاً», "Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zalim menggigit kedua tangannya seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur'an sesudah Al-Qur'an itu datang kepadaku. Dan setan itu adalah pengkhianat manusia." Seandainya saja aku memilih jalan untuk berdampingan dengan Rasulullah dan Ahlul Baitnya.

Jadi, makna pertama dari "bergaul dengan abrar" adalah berdampingan dengan orang baik dan menjauhi orang jahat. Makna kedua adalah berteman denagan abrar dan melakukan hal-hal yang mereka lakukan, yaitu meneladani mereka. Alangkah baiknya jika seseorang duduk bersama orang baik dan mempelajari serta meneladani segala kebaikan dari mereka. Jika seseorang beberapa malam duduk dan hidup dengan seseorang ahli tahajud, maka lambat laun ia akan terpengaruh dan menjadi ahli munajat juga. Makna ketiga dari "bergaul dengan abrar" adalah bekerja sama dengan mereka, sesuai dengan ayat Al-Qur'an: «تعاونو علی البر و التقوا», "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa," yaitu manusia membantu orang lain dalam perbuatan baik dan mempermudah jalan bagi mereka.

2. Menjauhi Asyrar (Orang-orang Jahat)

Permohonan kedua yang dipanjatkan orang yang berpuasa kepada Allah adalah menjauhi asyrār (orang-orang jahat).

Dalam surah Az-Zukhruf ayat 67-68, Al-Qur'an berfirman: « الْأَخِلاَّءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقينَ ; يا عِبادِ لا خَوْفٌ عَلَيْکُمُ الْيَوْمَ وَ لا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ», "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa; Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati."

Makna kedua dari "bergaul dengan asyrar" adalah berteman dengan asyrar. Ayat 38 surah Al-A'raf menyebutkan: «قالَ ادْخُلُوا في‏ أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِکُمْ مِنَ الْجِنِّ وَ الْإِنْسِ فِي النَّارِ کُلَّما دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَها حَتَّي إِذَا ادَّارَکُوا فيها جَميعاً قالَتْ أُخْراهُمْ لِأُولاهُمْ رَبَّنا هؤُلاءِ أَضَلُّونا فَآتِهِمْ عَذاباً ضِعْفاً مِنَ النَّارِ قالَ لِکُلٍّ ضِعْفٌ وَ لکِنْ لا تَعْلَمُونَ ; وَ قالَتْ أُولاهُمْ لِأُخْراهُمْ فَما کانَ لَکُمْ عَلَيْنا مِنْ فَضْلٍ فَذُوقُوا الْعَذابَ بِما کُنْتُمْ تَکْسِبُونَ», "Allah berfirman: ""Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: ""Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka"". Allah berfirman: ""Masing-masing mendapat (siksaan), yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui."

Sebagian orang yang bergaul dengan kelompok yang buruk, dan kelompok buruk itu menyebabkan mereka tersesat, maka meraka mengadu dan berkeluh kesa kepada Tuhan. Mereka meminta agar azab pemimpin mereka dilipatgandakan. Namun, Tuhan berfirman: 'Setiap orang akan diazab sesuai dengan perbuatannya masing-masing.'"

Dalam surah Al-Ahzab ayat 67-68 menceritakan tentang bangsa-bangsa yang terpengaruh oleh para pemimpin kaum dan menyesatkan mereka. Allah menukil perkataan dari orang-orang yang mudah terpengaruh ini: «وَ قالُوا رَبَّنا إِنَّا أَطَعْنا سادَتَنا وَ کُبَراءَنا فَأَضَلُّونَا السَّبيلاَ ; رَبَّنا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذابِ وَ الْعَنْهُمْ لَعْناً کَبيراً», "Dan mereka berkata: ""Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). "Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar."

Begitu juga dalam surah Al-Baqarah ayat 166-167, Allah menukil perkataan lain dan berfirman: « وَ قالَ الَّذينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنا کَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ کَما تَبَرَّؤُا مِنَّا کَذلِکَ يُريهِمُ اللَّهُ أَعْمالَهُمْ حَسَراتٍ عَلَيْهِمْ وَ ما هُمْ بِخارِجينَ مِنَ النَّارِ; إِذۡ تَبَرَّأَ ٱلَّذِينَ ٱتُّبِعُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُواْ وَرَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَ وَتَقَطَّعَتۡ بِهِمُ ٱلۡأَسۡبَابُ», "(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali."; "Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: ""Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami."" Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka.

3. Ditempatkan di Dār al-Qarār (Surga)

Permohonan ketiga orang yang berpuasa kepada Allah pada hari ini adalah agar Allah Swt memasukkan dirinya ke dalam Dār al-Qarār rahmat-Nya.

a) Di manakah Dār al-Qarār itu?

Dua hal penting untuk diperhatikan: Pertama, di manakah Dār al-Qarār itu? Apakah bukan dunia ini? Sebagai jawabannya, harus dikatakan: Dunia ini adalah tempat persinggahan sementara dan tidak ada keabadian di dalamnya, dan akan segera berakhir. Oleh karena itu, hari kiamat adalah Dār al-Qarār. Dalam surah Ghafir ayat 38-39, Allah Swt berfirman: « قالَ الَّذي آمَنَ يا قَوْمِ اتَّبِعُونِ أَهْدِکُمْ سَبيلَ الرَّشادِ ; يا قَوْمِ إِنَّما هذِهِ الْحَياةُ الدُّنْيا مَتاعٌ وَ إِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دارُ الْقَرارِ», "Orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar; Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal."

b) Mengapa permohonan tempat berlindung dari Allah itu diperlukan?

Poin kedua adalah mengapa kita perlu memohon perlindungan kepada Allah? Hal ini dikarenakan sangat sulit untuk mencari perlindungan di hari kiamat dan menghindari neraka. Oleh karena itu, setiap kali Allah menyebutkan kata "tempat perlindungan" (ma'wa) dalam Al-Qur'an, yang dimaksud adalah perlindungan dari neraka atau azab-Nya. Bahkan, mungkin tidak ada ayat dalam Al-Qur'an yang menggunakan kata "ma'wa" untuk menggambarkan surga atau keridhaan Allah. Luasnya makna "ma'wa" ini mungkin bertujuan untuk memperingatkan kita. Dengan demikian, seorang hamba memohon kepada Allah agar tempat perlindungan yang diberikan-Nya adalah tempat di sisi rahmat-Nya.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha