Berita Hawzah – Almarhum Ayatullah Mujtahidi Tehrani dalam salah satu ceramahnya membahas "Penjelasan Doa Hari Ketiga belas Bulan Suci Ramadhan", yang kami sajikan ulasannya sebagai berikut.
«اللَّهُمَّ طَهِّرْنِی فِیْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَالاَقْذارِ، وَصَبِّرْنِی فِیْهِ عَلی کائِناتِ الاَقْدارِ، وَوَفِّقْنِی فِیْهِ لِلتُّقی وَصُحْبَةِ الاَبْرارِ، بِعَوْنِکَ یا قُرَّةَ عَیْنِ المَساکِینِ»
"Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari segala noda dan kotoran, berilah aku kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi takdir-Mu yang baik maupun buruk, berilah aku taufik untuk bertakwa dan bersahabat dengan orang-orang baik, dengan pertolongan-Mu, wahai penyejuk mata orang-orang miskin."
Penggalan Pertama Doa: "للَّهُمَّ طَهِّرْنِی فِیْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَالاَقْذارِ"
Doa hari ke-13 bulan Ramadan dimulai dengan kalimat: "للَّهُمَّ طَهِّرْنِی فِیْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَالاَقْذارِللَّهُمَّ طَهِّرْنِی فِیْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَالاَقْذارِ." Dalam doa yang mulia ini, kita memohon kepada Allah Swt agar menyucikan kita dari segala kotoran dan kenajisan. Namun, kesucian dan penyucian yang dimaksud di sini lebih dari sekadar kebersihan fisik yang dicapai dengan mandi dan mencuci. Melainkan, yang utama adalah membersihkan diri dari kotoran spiritual dan dosa.
Dosa itu seperti kotoran dan noda yang mencemari jiwa dan hati manusia, menjauhkannya dari fitrah aslinya yang suci. Seorang mukmin memiliki kesucian spiritual karena keimanan dan amal salehnya, yang bahkan dapat dirasakan di dunia nyata. Dalam riwayat disebutkan bahwa ketika seorang pria dari negri Yaman memasuki rumah Rasulullah Saw, dia membuat seluruh ruangan dirumah itu harum. Rasulullah Saw bersabda; «إنّی أشمُّ رائحةَ الرحمن من طرفِ الیمن», "Aku mencium aroma rahmat Allah dari arah Yaman." Orang ini memiliki aroma seperti itu karena hubungan yang erat dengan Allah Swt.
Poin penting dari kisah orang ini juga adalah berbakti kepada ibu. Ia datang ke Madinah untuk bertemu Nabi Muhammad SAW. Namun, karena ibunya hanya mengizinkannya tinggal jika Nabi ada di sana, ia langsung pulang saat tidak menemukan Nabi. Ia sangat ingin tinggal, tapi ia lebih memilih menaati perintah ibunya. Ini menunjukkan bahwa menaati orang tua, terutama ibu, adalah hal yang sangat penting.
Dalam menjelaskan konsep kesucian spiritual, harus dikatakan bahwa dosa itu seperti karat yang menempel di hati manusia. Sama seperti besi yang berkarat karena faktor lingkungan, hati manusia juga menjadi berkarat dan gelap karena dosa dan kemaksiatan. Dalam riwayat disebutkan: «صیقلوا قلوبکم بالاستغفار و قراءة القرآن», "Bersihkan hatimu dengan istighfar dan membaca Al-Qur'an."
Di zaman sekarang ini, di mana lingkungan di sekitar kita penuh dengan faktor yang mencemari jiwa dan pikiran, kebutuhan untuk memperhatikan penyucian jiwa dan pembersihan batin terasa semakin mendesak. Membaca Al-Qur'an, beristighfar dan bertaubat, serta melakukan perbuatan baik seperti mengusap kepala anak yatim dan membantu mereka - terutama anak-anak syuhada - adalah beberapa cara efektif untuk menghilangkan karat dosa dari hati.
Bulan Ramadan adalah kesempatan istimewa untuk penyucian dan pembersihan spiritual ini. Kita harus memohon kepada Allah Swt agar di bulan agung ini, Dia membersihkan hati kita dari noda dosa dan menganugerahkan kita derajat kesucian sejati.
Penggalan Kedua Doa: "وَصَبِّرْنِی فِیْهِ عَلی کائِناتِ الاَقْدارِ"
Bagian kedua dari doa hari ke-13 Ramadan adalah: "وَصَبِّرْنِی فِیْهِ عَلی کائِناتِ الاَقْدارِ." Dalam bagian ini, kita memohon kepada Allah Swt agar menganugerahkan kita kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi takdir dan peristiwa ilahi. Kehidupan manusia selalu disertai dengan pasang surut yang tak terhitung jumlahnya. Kadang-kadang kita menghadapi peristiwa pahit yang sangat sulit untuk ditanggung; seperti kehilangan orang yang dicintai dalam kecelakaan, kebangkrutan dan masalah ekonomi, pelecehan dan gangguan dari orang lain, atau kesulitan lain yang muncul dalam perjalanan hidup.
Dalam semua kasus ini, yang membantu seorang mukmin adalah kesabaran dan ketabahan, yang harus dia minta dari Allah Swt. Dalam konsep "ka'inat al-aqdar", terdapat takdir ilahi yang pasti; yaitu, peristiwa yang telah ditakdirkan dan tidak mungkin diubah. Terkadang kita tidak menyadari hikmah di balik beberapa peristiwa dan karena itu kita merasa tidak senang dan terganggu oleh terjadinya peristiwa tersebut. Padahal, mungkin ada kebaikan dan maslahat tersembunyi di balik setiap peristiwa yang tidak menyenangkan yang tersembunyi dari pandangan kita.
Ada seorang guru akhlak yang menceritakan kisah pengalaman pribadinya sendiri. Ia punya anak kecil bernama Ali Asghar yang meninggal dunia. Guru itu sangat sedih dan berduka atas kematian anaknya. Namun, suatu malam ia bermimpi. Dalam mimpinya, ia melihat Ali Asghar sudah besar. Sayangnya, anaknya itu tumbuh menjadi orang yang buruk dan melakukan hal-hal yang memalukan. Semua orang mencelanya. Setelah bangun dari mimpi, guru itu justru merasa tenang dan puas. Ia tidak lagi merasa terlalu sedih. Ia menyadari bahwa mungkin saja kematian Ali Asghar di usia kecil adalah cara Tuhan melindunginya dari masa depan yang buruk.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa semua kejadian dalam hidup kita sudah diatur oleh Tuhan. Ada hikmah tersembunyi di balik setiap peristiwa, yang mungkin tidak kita pahami saat itu. Karena itu, kita tidak boleh putus asa atau marah saat menghadapi kesulitan. Sebaliknya, kita harus berserah diri kepada Allah, bersabar, dan tabah. Dalam riwayat disebutkan bahwa kehidupan dunia selalu disertai dengan kesedihan dan duka. Jika seseorang melewati satu hari tanpa kesedihan atau kekecewaan, maka dia harus tahu bahwa ajalnya sudah dekat.
Ada juga ungkapan dari seorang tokoh terkenal yang mengatakan bahwa kehidupan ddunia ini seperti sebuah istana yang tak pernah sempurna. Selalu ada masalah atau tantangan yang muncul. Jika hidup terasa terlalu mudah dan tanpa kesulitan, sebaiknya kita harus waspada terhadap akhir hayat kita. Oleh karena itu, bagian dari doa hari ke-13 Ramadan ini mengajak kita untuk memohon kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi takdir ilahi. Semoga dengan bepegang kepada dua hal ini, kita dapat melewati kesulitan hidup dengan tenang, ikhlas, dan tetap taat kepada-Nya..
Penggalan Ketiga Doa: " وَوَفِّقْنِی فِیْهِ لِلتُّقی وَصُحْبَةِ الاَبْرارِ"
Bagian ketiga dari doa hari ke-13 Ramadan adalah: " وَوَفِّقْنِی فِیْهِ لِلتُّقی وَصُحْبَةِ الاَبْرارِ." Dalam bagian ini, kita memiliki dua permohonan penting kepada Allah Swt:
Pertama, taufik untuk bertakwa dan menjauhi dosa, dan kedua, persahabatan dengan orang-orang baik dan saleh.
Takwa dalam bahasa berarti menahan diri dan menghindari dosa. Cara sederhana dan praktis untuk memahami ketakwaan adalah ketika kita melakukan sesuatu dan orang lain mengetahuinya, kita tidak merasa tidak nyaman atau malu. Takwa dapat diibaratkan sebagai lampu lalu lintas di jalan kehidupan. Lampu hijau menunjukkan perbuatan yang halal dan diperbolehkan, sementara lampu merah menandakan perbuatan yang haram dan harus dihindari. Menerapkan prinsip ini dapat membantu kita bertakwa dalam setiap aspek kehidupan. Bulan Ramadan sebenarnya adalah bulan untuk melatih takwa dan pengendalian diri. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an: «کُتِبَ عَلَیْکُمُ الصِّیَامُ کَمَا کُتِبَ عَلَی الَّذِینَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّکُمْ تَتَّقُونَ» "Puasa diwajibkan atas kamu, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."
Filosofi utama puasa adalah takwa. Ketika seseorang di bulan Ramadan menjauhi hal-hal yang halal di hari-hari lain - seperti makan dan minum - atas perintah Allah, ini adalah latihan untuk pengendalian diri dan kontrol diri yang menghasilkan penguatan semangat takwa dan kesalehan.
Bagian ini merupakan permohonan taufik untuk bersahabat dengan orang-orang baik dan saleh. Teman dan sahabat memiliki pengaruh dalam membentuk kepribadian dan nasib seseorang. Sa'di Shirazi mengatakan tentang ini:
"Temanmu hendaknya lebih baik darimu, / Agar akal dan agamamu bertambah. Janganlah bergaul dengan orang jahat, karena pergaulan yang buruk / Meskipun engkau bersih, ia akan mencemarimu. Matahari, meskipun bersinar terang, / Sepercik awan dapat membuatnya tak terlihat."
Teman dan sahabat buruk akan memberikan pengaruh negatif pada jiwa, hati, dan iman seseorang. Pengaruh dan dampak ini berlaku untuk semua jenis persahabatan, baik persahabatan dengan perokok, pecandu narkoba, atau jenis penyimpangan lainnya. Rahasia keberhasilan banyak orang dalam hidup adalah memilih teman dan sahabat yang tepat. Sejak masa kanak-kanak dan remaja, seseorang harus berhati-hati dalam memilih teman dan tidak bergaul maupun berteman dengan sembarang orang.
Penggalan Akhir Doa: "بِعَوْنِکَ یا قُرَّةَ عَیْنِ المَساکِینِ"
Di akhir doa ini, kita meminta kepada Allah dengan dua permohonan:
1. "Biaunika": Artinya, "dengan pertolongan-Mu". Kita memohon pertolongan dari Allah Swt adalah paling utama dan yang paling penting dalam segala urusan kita.
2. "Ya Qurrata A'yunil Masakin": Artinya, "Wahai penyejuk mata orang-orang miskin dan yang membutuhkan". Kita memohon agar Allah memberikan ketenangan dan kebahagiaan kepada mereka yang kekurangan.
Semoga Allah mengabulkan empat permohonan penting ini di bulan Ramadhan yang penuh berkah:
1. Dibersihkan dari segala kotoran dan dosa
2. Kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi takdir ilahi
3. Taufik untuk bertakwa dan menjauhi dosa
4. Bergaul dan berteman baik dengan orang-orang baik dan saleh
Sebagai penutup, kami memohon kepada Allah Yang Maha Benar agar memberikan taufik kepada seluruh umat Muslim untuk mengabulkan doa-doa ini di bulan Ramadhan yang penuh berkah, serta menyembuhkan orang-orang sakit dan yang menderita.
Komentar Anda