Berita Hawzah – Kemarin adalah peringatan syahadahnya matahari kedelapan dan Imam yang penuh kasih sayang. Hari di mana penghuni bumi dan langit berduka dan berkabung atas cucu Rasul Agung (Saww) dan pakar ilmu keluarga Muhammad (as), dan dari sisi makam surgawi Sayyidah Fatimah Ma'sumah (sa) saudari Imam Ali ar-Ridha (salam Allah atasnya), mereka mengirimkan salam kepada matahari kedelapan:
'السلام عليك يا ابا الحسن، يا علي بن موسى الرضا'.
Hari ini, Kota Suci Qom memiliki suasana yang berbeda, dan wajah kota ilmu serta ijtihad ini tengah diliputi duka cita mendalam atas wafatnya seorang ulama dari keluarga Muhammad saw, serta masyarakatnya berduka dan berkabung untuk Imam yang sangat Penyayang. Kesedihan dan kepedihan ini dapat dirasakan di setiap sudut kota, dan lantunan "Ya Ridha, Ya Ridha" terdengar dari berbagai penjuru.
Warga Qom Menangisi Duka Sang Sultan
Warga Qom yang berorientasi pada kepemimpinan Ahlulbait as, bersama dengan para pecinta Ahlulbait (as) di seluruh dunia, khususnya para peziarah dan penduduk sekitar makam bercahaya dan surgawi Imam Ali bin Musa ar-Ridha (as), dengan mengibarkan panji-panji duka di atas pintu-pintu rumah dan lorong-lorong kota, mencucurkan air mata kesedihan atas syahadahnya bintang kedelapan yang cemerlang di langit imamah dan kepemimpinan Ilahi. Dengan demikian mereka melantunkan kepada pemimpin dan panutan mereka:
"یا اَبَا الْحَسَنِ یا عَلِیَّ بْنَ مُوسی اَیُّهَا الرِّضا یَا بْنَ رَسُولِ اللّهِ یا حُجَّةَ اللّهِ عَلی خَلْقِهِ یا سَیِّدَنا وَ مَوْلینا اِنّا تَوَجَّهْنا وَ اسْتشْفَعْنا وَ تَوَسَّلْنا بِکَ اِلَی اللّهِ وَقَدَّمْناکَ بَیْنَ یَدَیْ حاجاتِنا یا وَجیهاً عِنْدَ اللّهِ اِشْفَعْ لَنا عِنْدَ اللّهِ".
Suasana Haram Saudari Imam Ridha (Salam Allah atasnya)
Di tengah panasnya hari ke-22 bulan Murdod 1405 HS (kalender Hijriah Syamsiyah, bertepatan dengan 13 Agustus 2026), para peziarah dan penduduk sekitar makam suci Sayyidah Fatimah Ma'sumah (salam atasnya), berseru bersama dengan Masyhad ar-Ridha (as), dalam duka atas Syahadah Imam Ali bin Musa ar-Ridha (as), dengan hati yang penuh kesedihan dan duka, sambil memukul dada, mereka menuju ke makam surgawi saudarinya dan melakukan upacara perkabungan. Dan dari makam suci yang bercahaya milik Karimah Ahlulbait (salam atasnya), mereka melantunkan salawat khusus untuk Imam Yang Penyayang:
"اللهّمَ صَلّ عَلی عَلي بنْ موسَی الرّضا المرتَضی الامامِ التّقي النّقي و حُجَّّتکَ عَلی مَنْ فَوقَ الارْض و مَن تَحتَ الثری الصّدّیق الشَّهید صَلَاة کثیرَةً تامَةً زاکیَةً مُتَواصِلةً مُتَواتِرَةً مُتَرادِفَة کأفْضَلِ ما صَلّیَتَ عَلی اَحَدٍ مِنْ اوْلیائِکَ".
Ucapan Takziah Para Peziarah yang Berkabung kepada Saudari Imam Ar-Ridha as
Para pecinta, pengagum, dan pencinta Imam Ali Ar-Ridha as, dalam wadah majelis-majelis keagamaan dan rombongan-rombongan perkabungan, dengan hadir di makam Suci Sayyidah Fatimah Ma'sumah (salam atasnya), dalam duka atas syahadah sang Imam yang Penyayang, mereka berkabung dengan mata yang berlinang air mata. Sambil memukul dada, mereka menyampaikan takziah atas musibah besar ini kepada Sayyidah Karimah Ahlulbait (salam atasnya) dan kepada Imam Zaman (semoga Allah menyegerakan kemunculannya).
Rombongan Para Pelayan Makam Sayyidah Karimah Ahlulbait (salam atasnya)
Para pelayan makam suci Sayyidah Fatimah Ma'sumah (salam atasnya), pada peringatan syahadah Imam Ali bin Musa ar-Ridha (alaihis salam), juga menggelar rombongan duka dari Masjid Imam Hasan al-Askari (alaihis salam) menuju makam suci, dan bersama dengan lantunan para pembaca ratapan Ahlulbait (alaihimus salam), mereka berkabung di halaman Imam Ridha (alaihis salam).
Rumah-rumah Para Marja' dan Ulama Diliputi Duka
Hari ini, rumah-rumah para marja' agung taqlid dan para ulama Qom juga memiliki suasana yang berbeda. Serentak dengan mereka yang berduka, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dengan menggelar majelis-majelis perkabungan dan duka, mereka tenggelam dalam kesedihan dan perkabungan atas syahadah Imam kedelapan Ahlulbait as.
Dalam majelis-majelis ini, yang diselenggarakan dengan hadirnya sejumlah besar para ulama, rohaniwan, ustadz, pelajar agama, dan umumnya para pecinta Ahlulbait as, para pembicara menyampaikan keutamaan-keutamaan, kemuliaan, dan dimensi kepribadian imam kedelapan Ahlulbait as, sementara para penyair dan pembaca ratapan Ahlulbait (as) melantunkan syair-syair duka atas syahadah beliau.
Komentar Anda