Rabu 24 Juni 2026 - 00:45
Hak Asasi Manusia ala Amerika; Topeng Kekerasan dan Alat Kekuasaan Besar

Hawzah/ Hujjatul Islam Jamali mengatakan: Apa yang saat ini diangkat dengan dalih hak asasi manusia ala Amerika, pada hakikatnya adalah kedok untuk membenarkan kekerasan dan memenuhi kepentingan ilegal negara-negara besar.

Berita Hawzah – Hujjatul Islam Yusuf Jamali, Ketua Dewan Koordinasi Dakwah Islam Provinsi Bushehr, pagi ini dalam pertemuan staf peringatan Pekan Pengkajian Ulang dan Pengungkapan Hak Asasi Manusia ala Amerika di Provinsi Bushehr, menyatakan: Musuh tidak mengenal batas dalam melakukan kejahatan, dan apa yang saat ini diangkat dengan nama hak asasi manusia ala Amerika, pada hakikatnya adalah hak asasi manusia yang berbasis pada kekerasan, kekuasaan, dan pemenuhan kepentingan negara-negara besar.

Beliau menambahkan: Sayangnya, lembaga-lembaga seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan juga dalam banyak kasus telah menjadi alat di tangan kekuatan-kekuatan global, dan berbagai pengalaman telah menunjukkan bahwa negara yang mampu mempertahankan kepentingannya dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatannya sendiri akan berhasil.

Ketua Dewan Koordinasi Dakwah Islam Provinsi Bushehr, dengan merujuk pada pengalaman perang terkini, mengatakan: Republik Islam Iran, berkat otoritas pertahanan dan militernya, mampu mengejar posisi dan tuntutannya dengan tegas. Jika kebijaksanaan Imam Syahid (Imam Ali Khamenei ra) dan para syuhada yang mulia dalam hal penguatan kemampuan rudal, drone, dan pertahanan negara tidak ada, maka musuh-musuh pasti akan merencanakan untuk melemahkan, memecah belah, dan menimbulkan perselisihan di negara ini.

Hujjatul Islam Jamali menekankan: Otoritas militer Republik Islam Iran, di samping kehadiran masyarakat yang sadar dan penuh semangat di medan perjuangan, merupakan salah satu komponen terpenting dalam daya tangkal negara, dan semua kapasitas ini bersumber dari inspirasi kepemimpinan dan wilayah (Wali Faqih).

Beliau dengan mengemukakan bahwa rentang waktu 27 juni hingga 3 Juli merupakan kesempatan yang tepat untuk mengungkap kejahatan Amerika dan rezim Zionis Israel, menegaskan: Saat ini, generasi muda, remaja, dan berbagai lapisan masyarakat telah melihat secara nyata dan lebih dari sebelumnya hakikat sebenarnya dari Amerika dan kejahatan-kejahatannya, dan perlu memanfaatkan kapasitas ini untuk pencerahan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan generasi baru.

Ketua Dewan Koordinasi Dakwah Islam Provinsi Bushehr juga merujuk pada para syuhada 7 Tir (bulan Iran) di Provinsi Bushehr, mengatakan: Syahid Heydari dan Syahid Shahriyari adalah dua syuhada terkemuka Provinsi Bushehr yang gugur bersama Syahid Ayatullah Beheshti dalam peristiwa 7 Tir (bulan Iran), dan sudah sepantasnya kepribadian, perjuangan, serta kedzaliman yang menimpa mereka diperkenalkan lebih luas lagi.

Beliau melanjutkan: Upacara peringatan Syahid Shahriyari akan diselenggarakan seperti tahun-tahun sebelumnya, dan tahun ini telah direncanakan sebuah acara dalam pertemuan malam hari di Kota Kharmoj. Selain itu, untuk Syahid Heydari juga akan diadakan acara khusus pada malam tanggal 7 Tir (bertepatan dengan malam 28 Juni) di Lapangan Imam Khomeini (ra), guna mengenang syuhada yang mulia ini sekaligus menjelaskan berbagai dimensi kehidupan dan kepribadian beliau kepada masyarakat.

Hujjatul Islam Jamali dengan merujuk pada para syuhada perang yang dipaksakan baru-baru ini, menambahkan: Dalam rangkaian kegiatan Pekan Pengkajian Ulang dan Pengungkapan Hak Asasi Manusia ala Amerika, ingatan dan kenangan para syuhada serangan Amerika dan rezim Zionis Israel juga akan diperingati, serta kunjungan dan penghormatan kepada keluarga terhormat para syuhada ini menjadi salah satu agenda yang akan dilaksanakan.

Beliau mengimbau kepada seluruh instansi, lembaga, dan jajaran anggota staf agar dengan melaksanakan program-program yang berdampak, turut serta dalam menyelenggarakan Pekan Pengkajian Ulang dan Pengungkapan Hak Asasi Manusia ala Amerika dengan lebih gemilang, sehingga keputusan-keputusan rapat ini menjadi landasan tindakan bagi semua instansi dalam kesempatan tersebut.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha