Berita Hawzah – Inisiatif ini dipimpin oleh kelompok terkenal Red Ribbons, para anggota armada Flotilla Sumud, serta organisasi masyarakat sipil Palestina, dan menyerukan pembebasan lebih dari 9.600 tahanan Palestina.
Para penyelenggara inisiatif tersebut mengatakan bahwa ini merupakan upaya penting untuk menghentikan kejahatan rezim Zionis di tengah meningkatnya laporan mengenai berbagai bentuk penyiksaan dan pelanggaran yang dilakukan rezim brutal Israel dalam sistem peradilannya. Di antara pelanggaran tersebut adalah penahanan administratif tanpa pengadilan, penyiksaan, dan pengabaian layanan medis. Mereka juga menyoroti kekhawatiran terkait pembatasan akses hukum serta kondisi kemanusiaan di dalam penjara.
Baca juga:
Syekh Naim Qassem: Melucuti Senjata Perlawanan Berarti Melucuti Kekuatan Pertahanan Lebanon
Inisiatif ini dibangun berdasarkan aktivitas internasional yang berkaitan dengan penahanan para aktivis dalam armada Sumud. Menurut para penyelenggara, dalam upaya-upaya sebelumnya lebih dari 1,2 juta pesan telah dikirim dalam beberapa hari kepada para pejabat pemerintah di berbagai negara di dunia.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia berulang kali menyampaikan kekhawatiran mengenai buruknya kondisi penahanan para tahanan, termasuk dugaan penggunaan sel isolasi, penyiksaan fisik dan psikologis, serta minimnya pelayanan kesehatan bagi mereka. Kini para aktivis menuntut kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional dan adanya pertanggungjawaban yang lebih jelas terkait perlakuan terhadap para tahanan.
Sumber: EUPAC
Komentar Anda