Minggu 24 Mei 2026 - 17:25
Imam Jumat Baghdad: Amerika Serikat Tak Boleh Ikut Campur Urusan Irak

Hawzah/ Ayatullah Sayyid Yasin Mousawi menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan nasional Irak. Ia memperingatkan bahwa negara tersebut membutuhkan keputusan-keputusan yang sepenuhnya independen dan jauh dari dominasi Amerika. Menurutnya, segala bentuk campur tangan asing dalam proses politik, khususnya dalam pembentukan pemerintahan, merupakan ancaman bagi kemerdekaan dan kedaulatan Irak.

Berita Hawzah – Ayatullah Sayyid Yasin Mousawi, Imam Jumat Baghdad dan salah satu ulama terkemuka Hawzah Ilmiyah, dalam khutbah salat Jumat di Baghdad menyatakan bahwa Irak sedang berada pada tahap sensitif dalam perkembangan politik dan regional, sehingga menjaga kedaulatan nasional serta menghadapi segala bentuk campur tangan asing menjadi suatu keharusan.

Ia memperingatkan adanya upaya untuk memaksakan kehendak kekuatan asing terhadap proses pengambilan keputusan di Irak, dan mengatakan bahwa sebagian pihak sedang berusaha merancang ulang peta politik kawasan demi memenuhi kepentingan Amerika Serikat dan rezim Zionis.

Imam Jumat Baghdad itu juga menekankan pentingnya merumuskan kebijakan luar negeri yang seimbang. Ia mengatakan bahwa pemerintah baru harus menjalin hubungan yang positif dan seimbang dengan seluruh negara tetangga serta menghindari keterlibatan dalam konflik dan ketegangan regional.

Ia menambahkan bahwa perluasan hubungan dengan negara-negara Arab dan kawasan tidak boleh mengorbankan kedaulatan Irak dan independensi keputusan politik negara tersebut.

Ayatullah Mousawi mengkritik apa yang ia sebut sebagai “kepasrahan politik” terhadap sejumlah proyek asing. Ia menegaskan bahwa Irak memiliki posisi sejarah dan peradaban yang penting, serta mampu memainkan peran sentral di kawasan.

Baca juga:
Xi Jinping dan Putin Kecam Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran

Dalam bagian lain pidatonya, ia menyerukan terciptanya keseimbangan dalam hubungan Irak dengan kekuatan-kekuatan dunia seperti Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, dan Inggris. Ia menekankan bahwa Baghdad tidak boleh tunduk pada tekanan asing dan bahwa keputusan politik Irak harus sepenuhnya independen serta berlandaskan kedaulatan nasional.

Imam Jumat Baghdad itu juga mengkritik campur tangan langsung Amerika Serikat dalam proses pembentukan pemerintahan Irak. Ia mengatakan bahwa sejumlah kelompok politik berada di bawah tekanan asing dalam proses pemilihan pejabat dan pembentukan pemerintahan, sesuatu yang mengancam independensi keputusan nasional Irak.

Selanjutnya, dengan menyinggung perkembangan regional, Imam Jumat Baghdad menggambarkan kebijakan Amerika Serikat sebagai upaya merancang ulang struktur politik kawasan dan melemahkan gerakan-gerakan perlawanan serta kelompok yang menginginkan kemerdekaan. Ia menambahkan bahwa kemenangan Revolusi Islam Iran menjadi titik balik dalam membangkitkan semangat perjuangan kemerdekaan di kalangan bangsa-bangsa kawasan.

Ia juga menyebut kebijakan yang memicu perpecahan mazhab dan sektarian sebagai salah satu alat Amerika untuk melemahkan persatuan umat Islam. Menurutnya, banyak perang dan krisis di kawasan dapat dipahami dalam kerangka tersebut.

Mengenai perkembangan di Lebanon, Ayatullah Mousawi mengatakan bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis berusaha melemahkan gerakan perlawanan dan Hizbullah serta mengubah peta politik Lebanon demi kepentingan mereka. Namun, sebagian rencana tersebut mendapat penolakan dari lembaga-lembaga resmi Lebanon.

Ia juga memperingatkan upaya-upaya untuk membatasi gerakan perlawanan di Irak dan menegaskan bahwa isu pembatasan kepemilikan senjata oleh negara tidak boleh dijadikan alat untuk melemahkan kelompok-kelompok yang menentang pengaruh Amerika.

Di akhir khutbahnya, Imam Jumat Baghdad mengajak rakyat Irak untuk menjaga identitas nasional, memperkuat kedaulatan negara, dan melawan dominasi asing. Ia menegaskan bahwa Irak memiliki kapasitas sejarah dan peradaban yang besar serta mampu kembali menempati posisi sentralnya di dunia Arab dan Islam.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha