Berita Hawzah – Salim Jassani, Dekan Fakultas Fikih Universitas Kufah, dalam pertemuan dengan anggota Sekretariat Kongres Amna' ar-Rasul yang digelar pada Senin pagi, 13 April, di kantor Astan Quds Razavi di Qom, turut mengenang dan mendoakan arwah pemimpin syahid Revolusi Islam Iran. Beliau menilai peristiwa tersebut sebagai kerugian besar bagi dunia Syiah.
Ia menyatakan, "Di Irak, khususnya di kota suci Najaf, berbagai upacara digelar untuk mengagungkan beliau. Majelis-majelis ini adalah kewajiban sekecil apa pun yang harus kami tunaikan atas kepergian tokoh besar ini."
Jassani mengapresiasi kegiatan Sekretariat Amna' ar-Rasul dalam menyelenggarakan konferensi internasional di Irak. Menurutnya, langkah ini dapat menghidupkan kembali karya-karya dan memuliakan para ulama di dunia Syiah. "Upaya ilmiah semacam ini sangat penting karena dapat membantu mendekatkan hawzah ilmiyah dan universitas-universitas di Irak," ujarnya.
Dalam bagian lain pidatonya, Jassani membahas tentang Kongres Almarhum Syahid Sayyid Hasan Nasrullah. Ia menegaskan, "Syahid Nasrullah adalah sosok besar. Pemaparan pemikiran dan perjuangannya telah melampaui batas geografis kawasan dan mencapai dimensi internasional."
Dekan Fakultas Fikih Universitas Kufah itu menekankan pentingnya kongres tersebut dengan mengatakan, "Kongres Syahid Nasrullah sebagai salah satu pemimpin front perlawanan tidak dapat disamakan dengan banyak kongres lainnya. Pandangan dan karya para peneliti serta pakar dari seluruh dunia harus dikumpulkan."
Ia menambahkan, "Syahid Sayyid Hasan Nasrullah memiliki kegiatan kemanusiaan bersama yang luas. Oleh karena itu, kita dapat menjalin komunikasi dengan universitas-universitas Eropa, Afrika, dan Amerika Latin untuk mendapatkan pandangan ilmiah mereka dalam bentuk artikel dan forum ilmiah. Berdasarkan hal ini, saya mengusulkan agar Kongres Syahid Nasrullah diselenggarakan secara multibahasa dan tidak terbatas pada Iran, Irak, dan Lebanon, sehingga pendekatan kongres ini sepenuhnya akademis dan ilmiah."
Jassani selanjutnya memperkenalkan kapasitas ilmiah Fakultas Fikih Universitas Kufah. Ia menjelaskan, "Di fakultas ini, terdapat berbagai kelompok ilmiah seperti fikih dan usul, ilmu Al-Qur'an, bahasa dan sastra Arab, hadis, akidah dan pemikiran Islam, serta agama-agama. Para profesor spesialis di bidang-bidang ini memiliki latar belakang pendidikan hawzah dan universitas."
Ia menambahkan, "Para peserta kongres tidak boleh terbatas hanya dari kalangan hawzah. Forum ilmiah virtual perlu diadakan dengan melibatkan profesor dan peneliti dari luar negeri."
Jassani menyatakan, "Al-Atabat al-Aliyah (tempat-tempat suci) selalu mendukung program-program ilmiah universitas. Tentu saja, kapasitas dari berbagai agama dan mazhab juga harus dimanfaatkan dalam kongres ini. Selain itu, mengingat kehadiran para rohaniawan dari Hawzah Ilmiyah Najaf di universitas serta posisi mereka dalam mengelola pusat-pusat ilmiah dan budaya kawasan, kerja sama dengan mereka dapat memfasilitasi partisipasi luas para ulama hawzah dalam kongres."
Dekan Fakultas Fikih Universitas Kufah menyatakan, "Sekretariat Amna' ar-Rasul harus melakukan koordinasi yang diperlukan dengan Al-Atabat. Fakultas Fikih Universitas Kufah juga menyatakan kesiapan penuh untuk bekerja sama berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat."
Ia mengungkapkan bahwa dirinya adalah anggota komite kementerian penting di Irak yang memiliki kapasitas ilmiah dan budaya yang signifikan. Melalui posisi ini, kemampuan fakultas-fakultas teologi dan ilmu keislaman di dalam Irak dapat dimanfaatkan. Selain itu, ia juga menjadi anggota lembaga di bawah Perdana Menteri Irak, sehingga memungkinkan untuk berkorespondensi dan berkoordinasi dengan lembaga tersebut serta memanfaatkan kapasitasnya.
Perlu diingatkan bahwa Kongres Internasional Kedua Amna' ar-Rasul akan diselenggarakan pada tahun ini melalui kerja sama antara berbagai lembaga dan organisasi hawzah, budaya, dan keagamaan Iran dan Irak. Kongres ini khusus untuk mengagungkan kedudukan ilmiah, perjuangan, dan jihad Syahid Perlawanan, Sayyid Hasan Nasrullah, dengan berpusat pada Pusat Manajemen Hawzah Ilmiyah dan Al-Atabat al-Muqaddasah Irak, serta akan mengadakan sidang-sidang pendahuluan nasional dan internasional.
Komentar Anda