Minggu 26 Oktober 2025 - 21:41
Pemilu Irak “Pertempuran Putih” Bangsa dalam Membela Cita-Cita Perlawanan

Hawzah/ Menjelang pemilu Irak, Abu Alaa al-Walai menyatakan bahwa pemilu Irak adalah sebuah “pertempuran putih” secara menyeluruh; senjatanya adalah suara murni rakyat, dan medan tempurnya adalah kotak suara, di mana bangsa yang tangguh akan menjadi pemenangnya.

Dilansir dari Berita Hawzah, Abu Alaa al-Walai, Sekretaris Jenderal Kataib Sayyid al-Syuhada dan Perlawanan Islam Irak, dalam acara memperingati hari syahid Sayyid Perlawanan, Sayyid Hasan Nasrallah, menyinggung posisi dan dimensi kepribadian Sayyid Perlawanan, menyatakan bahwa peringatan syahid Sayyid Hasan Nasrallah telah menjadi momen untuk menghidupkan semua kebajikan, mengingatkan semua nilai, dan mencerminkan semua kehormatan.

Ia menambahkan bahwa syahid umat, Syahid Nasrallah, adalah penerus dari barisan Husain (as), murid setia di madrasah Ali (as), dan contoh hidup para pengikut Imam Mahdi (afs)

Sekretaris Jenderal Kataib Sayyid asy-Syuhada menegaskan: Syahid Nasrallah dalam imannya seperti Abu Dzar, dalam kesetiaannya seperti Salman al-Muhammadi, dan dalam keberaniannya seperti Malik Ashtar. Jika para syahid era ini, seperti Soleimani, Al-Muhandis, dan Sayyid Haidar al-Mousawi, hidup pada zaman Nabi dan Ahlul Bait (shallallahu ‘alaihim), niscaya hadis tentang mereka akan diriwayatkan dan mukjizat mereka akan ditunjukkan.

Ia menekankan bahwa saat musuh menargetkan Anda, itu menandakan bahwa Anda menjadi penghalang terhadap proyek ekspansionis mereka di kawasan dan Irak. Ia menambahkan, keyakinannya bahwa darah Sayyid Hasan akan menjatuhkan kediktatoran dan pemerintahan pengkhianat dan pengecut, dan sejak awal terjadinya badai Al-Aqsa, iman mereka terhadap kemenangan atas penjajah tidak pernah goyah.

Abu Alaa al-Walai menegaskan: Jika Amerika dan Israel mampu menghadapi rakyat Palestina dengan kekuatan, mereka tidak akan menempuh jalur negosiasi langsung; musuh gagal mencapai tujuannya melalui perang, serangan udara, dan kelaparan. Ini adalah janji Allah kepada hamba-Nya yang beriman, teguh, dan setia untuk meraih kemenangan.

Sekretaris Jenderal Kataib Sayyid asy-Syuhada menekankan bahwa kemenangan yang dijanjikan Allah bagi kaum beriman adalah pasti, asalkan disertai kesabaran, tawakkal kepada Allah, kepercayaan, tekad, keberanian, dan ketahanan umat Islam.

Ia menambahkan bahwa pemilu ini berbeda dengan pemilu sebelumnya karena lebih dari 90 persen menggunakan dana politik. Ia berharap ke depannya, parlemen mengesahkan hukum yang membatasi jumlah kandidat yang diajukan setiap faksi politik agar tidak berlebihan, misalnya di Basra yang memiliki 25 kursi, setiap faksi hanya boleh mengajukan 25 kandidat. Hal ini akan mengurangi pemborosan sumber daya dan mempermudah pemilih memilih kandidat terbaik.

Abu Alaa al-Walai menegaskan bahwa ikut serta dalam pemilu bukan berarti meninggalkan arena perlawanan, melainkan peralihan dari satu medan perlawanan ke medan lain dengan tantangan dan cara tersendiri, yang tidak kalah penting dan menjadi jaminan penyampaian pesan perlawanan, menjaga senjatanya, mempertahankan darah para syahid, dan mencapai tujuannya.

Ia menutup pernyataannya dengan mengatakan: “Al-Hashd as-Sha’bi masih menunggu pengesahan akhir dan pelaksanaan penuh undang-undang yang menjamin hak-hak anak-anaknya. Jika mayoritas beriman di parlemen menghargai pentingnya Al-Hashd, hukum ini pasti akan disahkan tanpa hambatan. Pemilu harus dianggap sebagai medan pertempuran nyata, di mana senjatanya adalah suara rakyat dan medan tempurnya adalah kotak suara. Siapa selain kalian yang mampu menghadapi tantangan ini?

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha