Berita Hawzah – Hujjatul Islam wal Muslimin Maleki, Wakil Manajer madrasah ilmiyah Qom, dalam pertemuan musyawarah para pengelola madrasah ilmiyah di Provinsi Qom yang dihadiri oleh para pengelola Hawzah dan madrasah di ruang pertemuan Amirul Mukminin (as) Madrasah Tinggi Darusy Syifa, dengan merujuk pada kondisi khusus negara dan pelaksanaan prosesi tasyyi jenazah suci "Imam Syahid", menyatakan bahwa peristiwa ini adalah kejadian jarang terjadi dalam sejarah kontemporer. Beliau menegaskan: Syahadahnya tokoh terkemuka ini, yang terjadi saat beliau berpuasa dan sedang membaca Al-Qur'an, adalah peristiwa besar dan berdampak, yang telah menimbulkan gelombang besar di tengah masyarakat, dan gerakan ini lahir dari keimanan dan motif-motif keagamaan rakyat, bukan ketergantungan politik dan partai.
Beliau menyatakan bahwa kehadiran luas rakyat di lapangan selama empat bulan terakhir menunjukkan terwujudnya janji ilahi dalam kebangkitan umat, dan menambahkan: Rakyat selama periode ini tidak pernah meninggalkan lapangan, dan setiap orang sesuai dengan kemampuannya hadir di medan perjuangan untuk membela cita-cita dan nilai-nilai. Kini pula kewajiban kita adalah menjaga modal besar rakyat ini dengan sebaik-baiknya.
Madrasah Ilmiyah harus melayani para pelayat dengan segenap kapasitasnya
Wakil Manajer Madrasah Ilmiyah Qom, dengan merujuk pada perkiraan kehadiran jutaan peziarah dan pelayat di Qom bersamaan dengan prosesi tasyyi jenazah, menegaskan: Berbagai perkiraan dari para pejabat menunjukkan akan hadirnya beberapa juta peziarah di Qom, dan sudah barang tentu tanpa partisipasi luas dari masyarakat dan lembaga-lembaga hawzah, pelayanan yang memadai tidak akan mungkin terwujud.
Beliau menyampaikan kepada para pengelola madrasah ilmiyah: Tugas pertama kita adalah menyediakan fasilitas penginapan bagi para peziarah. Sebagaimana masyarakat membuka rumah mereka untuk para tamu, madrasah-madrasah ilmiyah juga harus melayani para peziarah dengan segenap kapasitas yang ada, dan tidak boleh ada satu bagian pun dari madrasah — baik kamar-kamar, ruang salat, perpustakaan, halaman, maupun ruang-ruang lain yang dapat digunakan — yang dibiarkan tidak terpakai.
Kebutuhan akan penginapan bagi setidaknya 20.000 pelajar Hawzah yang berziarah
Hujjatul Islam wal Muslimin Maleki, dengan merujuk pada perencanaan yang telah dilakukan untuk kedatangan rombongan pelajar Hawzah dari seluruh penjuru negeri ke Qom, menyatakan: Berdasarkan perkiraan, setidaknya 20.000 pelajar Hawzah akan datang ke Qom sebagai peziarah, sehingga diperlukan perencanaan yang matang untuk penginapan mereka.
Wakil Manajer madrasah ilmiyah Qom menambahkan: Bagian Urusan Pelajar di hawzah-hawzah ilmiyah telah memulai penataan masalah ini, dan lokasi penempatan setiap rombongan akan ditentukan, sehingga para peziarah setelah tiba di Qom dapat langsung menuju madrasah-madrasah yang telah ditentukan.
Partisipasi Masyarakat dalam Penyediaan Fasilitas Madrasah
Hujjatul Islam wal Muslimin Maleki melanjutkan: Saat ini masyarakat siap membantu, dan harus dimanfaatkan kapasitas tetangga, para dermawan, para pengajar, pelajar Hawzah, dan masyarakat umum untuk melengkapi fasilitas madrasah, sehingga setiap madrasah dapat berubah menjadi pos pelayanan yang aktif dan lengkap.
Melayani Peziarah adalah Prioritas bagi Pengelola, Pengajar, dan Pelajar Hawzah
Wakil Manajer madrasah ilmiyah Qom, dengan menekankan budaya pelayanan kepada para peziarah, mengatakan: Melayani para peziarah adalah bentuk ziarah dan ibadah itu sendiri. Para pengelola, pengajar, staf madrasah, dan pelajar Hawzah hendaknya menganggap diri mereka sebagai pelayan para peziarah; meskipun pelayanan ini menyebabkan mereka tidak dapat menghadiri sebagian dari rangkaian acara.
Keberlanjutan Pendidikan Para Pelajar Hawzah di Musim Panas
Hujjatul Islam wal Muslimin Maleki, pada bagian lain dari pidatonya, membahas tentang pendidikan para pelajar Hawzah. Dengan merujuk pada pengalaman masa perang dan penghentian kelas-kelas, beliau mengatakan: Berdasarkan upaya-upaya yang telah dilakukan dan persetujuan dari Manajer Hawzah-hawzah ilmiyah, diputuskan bahwa program pendidikan musim panas akan diadakan selama minimal dua minggu di madrasah-madrasah, sehingga para pelajar dapat meninjau, memantapkan, dan berlatih materi-materi pelajaran, serta memperoleh kesiapan yang diperlukan untuk memulai tahun ajaran baru.
Wakil Manajer madrasah ilmiyah Qom meminta kepada para pengelola madrasah agar menyelenggarakan program ini dengan serius dan perencanaan yang tepat, dan menambahkan: Program ini tidak boleh terbatas hanya pada beberapa jam kelas saja, melainkan harus dengan konten ilmiah yang sesuai, guna mengisi kekosongan pendidikan yang terjadi.
Pelaksanaan Ujian Setelah Prosesi Tasyyi Jenazah
Beliau juga menekankan agar ujian tidak dilaksanakan bersamaan dengan prosesi Tasyyi Jenazah, dan mengatakan: Mengingat suasana berkabung dan kondisi khusus negara, sepantasnya ujian dilaksanakan setelah rangkaian acara tasyyi selesai, dan penjadwalannya ditentukan dengan koordinasi bersama para penanggung jawab bidang pendidikan.
Hujjatul Islam wal Muslimin Maleki di akhir pidatonya, seraya mengapresiasi kegiatan pos-pos pelayanan (maukib) madrasah-madrasah ilmiyah dalam beberapa bulan terakhir, menekankan agar hawzah-hawzah ilmiyah terus hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan pelayanan kepada para peziarah.
Komentar Anda