Selasa 5 Mei 2026 - 17:08
Khatib Salat Jumat Ahlusunah Iran: Persatuan Islam, Perlawanan, dan Diplomasi Energi adalah Tiga Pilar Perubahan Keseimbangan Global

Hawzah/ Syekh Ismail Bazdar, khatib salat Jumat Ahlusunah di Bushehr, Iran dalam program “Cakrawala Kemenangan” yang diselenggarakan oleh Majma’ Global Qademoon menegaskan bahwa persatuan Islam, perlawanan, dan diplomasi energi merupakan tiga pilar utama perubahan keseimbangan global.

Berita Hawzah – Program televisi “Cakrawala Kemenangan; Akhir Hegemoni Amerika dan Munculnya Tatanan Dunia Baru” dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan politik dari berbagai negara, diselenggarakan pada hari Senin, 4 Mei 2026, atas prakarsa Majma’ Global Qademoon dan disiarkan melalui saluran Al-Kautsar serta Safir.

Syekh Ismail Bazdar, khatib salat Jumat Ahlusunah di kota Bushehr, Iran pada awal pernyataannya dengan menyinggung perubahan mendalam dalam sistem global, menyatakan: dunia saat ini sedang melewati suatu tahap yang dapat mengarah pada berakhirnya periode pola-pola kekuatan sebelumnya dan terbentuknya persamaan baru, dan dalam hal ini umat Islam dapat memainkan peran yang berpengaruh.

Ia menjelaskan bahwa konsep “kekalahan” dalam kerangka ini tidak hanya terbatas pada aspek militer, seraya menambahkan: hal tersebut mencakup berbagai dimensi, termasuk bidang ekonomi, politik, dan budaya, serta memerlukan kajian yang komprehensif dan multidimensional.

Khatib Jumat Bushehr itu selanjutnya menyebut “persatuan Islam” sebagai salah satu pilar utama dalam proses ini dan menegaskan: konvergensi ekonomi melalui pengembangan kerja sama perdagangan, pembentukan mekanisme keuangan bersama, serta perluasan interaksi multilateral dapat membantu memperkuat posisi negara-negara Islam di kancah global.

Beliau juga menekankan pentingnya koordinasi politik di antara negara-negara Islam dan mengatakan: pembentukan sikap bersama di arena internasional dapat berperan dalam meningkatkan daya tawar dan pengaruh dunia Islam.

Pada bagian lain dari pernyataannya, ia menyinggung peran “poros perlawanan” dan menyebutnya sebagai faktor yang efektif dalam mengubah sebagian persamaan di lapangan, serta menambahkan: perkembangan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa para aktor regional dapat, dalam kondisi tertentu, memengaruhi dinamika yang ada.

Khatib Jumat dari Bushehr ini kemudian merujuk pada “diplomasi energi” sebagai salah satu instrumen penting kekuatan dan menyatakan: sumber daya energi serta jalur distribusinya merupakan kapasitas penting yang, jika dikelola dengan baik, dapat berkontribusi pada penguatan kemandirian ekonomi dan politik negara-negara.

Ia menutup dengan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tantangan serta pemanfaatan peluang yang ada, seraya menyatakan harapan bahwa dunia Islam dapat, dengan bertumpu pada kapasitasnya sendiri, memainkan peran yang lebih aktif dalam membentuk masa depan sistem internasional.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha