Selasa 14 April 2026 - 19:36
Pemimpin Terhormat Gereja Katolik Dunia; Hawzah-hawzah Ilmiyah Menghargai Sikap-sikap Moral dan Kemanusiaan Anda Ini dan Kami Meyakininya

Hawzah/ Di era di mana diam terhadap kezaliman telah menjadi bahasa lazim bagi para penguasa dan para pengklaim hak asasi manusia, dan banyak pemimpin dunia tutup mulut atau dalam belitan kalkulasi politik, lidah mereka tergagap karena kepentingan yang pragmatis, suara tegas dan berani Anda dalam mengutuk pemboman terhadap orang-orang tak berdosa dan mencabut legitimasi pembantaian terhadap rakyat tak berdaya, serta mendukung keadilan dan kebebasan, bersinar bagaikan cahaya di tengah gelapnya malam ini. Kami di hawzah-hawzah ilmiah menghargai sikap-sikap moral dan kemanusiaan Anda ini dan kami meyakininya.

Berita Hawzah – Berikut teks pesan penghargaan dan ucapan terima kasih dari Ayatullah A'rafi, pimpinan hawzah-hawzah ilmiyah Iran, yang ditujukan kepada Paus Leo XIV:

"Dan sungguh akan engkau dapati orang-orang yang paling dekat kasih sayangnya kepada orang-orang yang beriman adalah mereka yang berkata: 'Sesungguhnya kami adalah Nasrani.' Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, dan karena mereka tidak menyombongkan diri." (QS. Al-Ma'idah: 82)

Yang Mulia Paus Leo XIV, Pemimpin terhormat Gereja Katolik dunia,

Salam dan hormat.

Di zaman di mana diam terhadap kezaliman telah menjadi bahasa lazim bagi para penguasa dan para pengklaim hak asasi manusia, dan banyak pemimpin dunia tutup mulut atau dalam belitan kalkulasi politik, lidah mereka terbata-bata karena kepentingan pragmatis, maka suara Anda yang tegas dan berani dalam mengutuk pemboman terhadap orang-orang tak berdosa dan mencabut legitimasi pembantaian terhadap rakyat tak berdaya, serta dalam mendukung keadilan dan kebebasan, bersinar bagaikan cahaya di tengah gelapnya malam ini.

Kami di hawzah-hawzah ilmiyah menghargai sikap-sikap moral dan kemanusiaan Anda ini, dan kami meyakini bahwa:

Pertama: Anda tetap setia pada misi sejati Kekristenan, karena Nabi Isa al-Masih ('alaihis salam) – yang kami umat Islam yakini sebagai salah satu rasul pemilik keteguhan tinggi (Ulul Azmi) dan kami beriman serta mencintainya – adalah pembawa pesan perdamaian, kasih sayang, dan pembelaan terhadap orang-orang terzalimi. Apa yang Anda suarakan hari ini adalah manifestasi dari misi yang diemban oleh Isa ('alaihis salam). Anda hari ini telah menunjukkan bahwa kursi Vatikan dapat menjadi tempat bergaungnya seruan keadilan, bukan mihrabnya sikap diam di hadapan kezaliman. Penantian yang sungguh-sungguh dari pusat-pusat ilmiah, hawzah, universitas, serta seluruh kaum monoteis dan orang-orang terzalimi di dunia kepada Anda adalah agar Anda meneruskan dan melanjutkan sikap-sikap ini serta membela orang-orang terzalimi di seluruh dunia.

Kedua: Anda telah membuktikan bahwa nurani keagamaan itu hidup.

Di abad di mana banyak pihak berupaya untuk mengesampingkan agama dari panggung kehidupan moral umat manusia dan menganggapnya sebagai urusan pribadi yang tidak berpengaruh, sikap Anda dalam membela nyawa manusia-manusia tak berdosa adalah bukti nyata bahwa hati nurani religius masih dapat menjadi suara moral terkuat di dunia. Ancaman Anda terhadap para zalim dengan janji azab ilahi, mengingatkan pada tradisi bersama para nabi yang tak pernah diam di hadapan para tirani.

Ketiga: Kami menyambut uluran tangan Anda untuk berdialog antar agama dalam rangka membela kemanusiaan dan nilai-nilai ketuhanan.

Al-Qur'an yang mulia menyeru kita kepada kalimat yang sama di antara agama-agama: "Katakanlah: 'Wahai Ahli Kitab, marilah kita menuju kepada satu kalimat yang sama antara kami dan kamu.'" (QS. Ali Imran: 64). Hari ini, kalimat yang sama itu adalah membela kesucian jiwa manusia dan berdiri tegak melawan kejahatan dan kezaliman. Dari posisi kami selaku pimpinan hawzah-hawzah ilmiyah, kami nyatakan bahwa kami siap bekerja sama lebih dalam dengan Vatikan untuk mengubah keselarasan moral ini menjadi gerakan yang meluas dalam membela orang-orang terzalimi di dunia. Dialog-dialog sebelumnya antara Hawzah Qom dan Vatikan kami ingatkan kembali, dan saya nyatakan kesiapan untuk melanjutkannya.

Kami meyakini bahwa para nabi ilahi, dari Ibrahim, Musa, Isa hingga Muhammad (shalawat Allah atas mereka semua), semuanya bersumber dari mata air cahaya yang sama, dan misi mereka adalah membela martabat manusia, memerangi kezaliman, serta membimbing umat manusia. Apa yang Anda dan kami lakukan hari ini adalah menunaikan amanat bersama ini, dan ini akan tercatat dalam sejarah.

Kami memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa – yang dipanjatkan oleh orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Muslim – semoga Dia meneguhkan keberanian moral ini dalam lembaga-lembaga keagamaan, membangunkannya dalam lembaga-lembaga internasional dan pemerintahan di seluruh dunia, serta kiranya menghadirkan hari di mana suara keadilan mengalahkan hiruk-pikuk bom dan setan-setan.

Dengan penuh hormat dan penghargaan,

Alireza A'rafi

Pimpinan Hawzah-hawzah Ilmiyah

Republik Islam Iran

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha