Minggu 5 April 2026 - 19:51
Ulama Senantiasa Menjadi Pelopor di Medan Jihad

Hawzah/ Hujjatul Islam wal Muslimin Mahami menyatakan bahwa kaum ulama selalu menjadi pelopor di arena jihad dan pembelaan terhadap nilai-nilai, serta berkata: Ulama senantiasa berada di barisan depan dan menjadi yang terdepan dalam ruang jihad.

Berita Hawzah – Para pimpinan dan staf manajemen Hawzah Ilmiyah putri dan putra di Sistan dan Baluchestan, Iran serta sekolah-sekolah agama di kota Zahedan, dengan menghadiri kantor perwakilan Wali Faqih di Sistan dan Baluchestan, bertemu dan berdialog dengan Hujjatul Islam wal Muslimin Mustafa Mahami.

Dalam pertemuan tersebut, Hujjatul Islam wal Muslimin Mahami, sambil menyampaikan belasungkawa atas syahadah pemimpin bijak Revolusi Islam serta para syuhada lainnya, menyatakan: Saya menyampaikan duka cita atas gugurnya para pejabat, komandan, rakyat tercinta, para pelajar, dan anak-anak Syajarah Tabiah Revolusi Islam.

Ia menambahkan: Di satu sisi, manusia merasa sedih dan menyesal atas kehilangan para tokoh besar, namun di sisi lain terpikir bahwa jika mereka tidak menjadi syahid, lalu siapa yang akan menjadi syahid? Dan kesyahidan dalam peperangan ini, di tangan para penjahat, merupakan kehormatan besar bagi mereka. Sebagaimana Imam yang syahid juga menegaskan tentang komandan syahid Soleimani, mereka memperoleh balasan atas seumur hidup perjuangan mereka melalui kesyahidan. Ini adalah suatu kebanggaan bagi para syuhada, namun bagi rakyat kita merupakan duka karena kehilangan aset-aset berharga tersebut.

Imam Jumat Zahedan, dengan menyinggung pemilihan pemimpin baru oleh Majelis Khubregan, berkata: Allah SWT telah membimbing hati para anggota Majelis Khubregan untuk memilih sosok yang merupakan didikan dari mazhab yang sama dan berasal dari keluarga ilmu dan kepemimpinan. Oleh karena itu, harus disampaikan ucapan selamat kepada Majelis Khubregan, kepada pemimpin baru, dan juga kepada rakyat; karena dengan rahmat Allah dan meskipun berbagai konspirasi serta keinginan musuh, perjalanan revolusi tetap berlanjut dengan baik.

Hujjatul Islam wal Muslimin Mahami menekankan: Kita tidak boleh melupakan karunia Allah, karunia yang tampak dalam kehadiran penuh semangat rakyat di lapangan. Ini sebagaimana prediksi Imam yang syahid yang menegaskan bahwa jika sesuatu terjadi, maka rakyatlah yang akan hadir, dan Allah akan membangkitkan rakyat ini.

Ia juga menyinggung propaganda musuh yang mencoba menanamkan bahwa semangat rakyat bersifat sementara, dan menegaskan: Dalam menghadapi pandangan ini, lembaga-lembaga harus aktif, dan kita para pelajar hawzah juga harus memperkuat kehadiran rakyat dalam masyarakat sesuai peran kita.

Hujjatul Islam wal Muslimin Mahami menekankan pentingnya menjaga tugas utama Hawzah dan berkata: Dalam kondisi sulit ini kita tidak boleh lalai dari tugas hakiki kita. Tugas pelajar adalah belajar, dan tugas pengajar adalah mendidik. Ini adalah misi utama kita dalam dunia Hawzah. Meskipun kondisi sulit, kita harus tetap melanjutkan proses pendidikan dengan memperhatikan semua pertimbangan.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan peluang dan menyatakan: Sebagaimana kalian hadir dalam arena revolusi dan pertahanan suci, hari ini juga harus aktif di bidang dakwah, pendidikan, dan kegiatan budaya.

Hujjatul Islam wal Muslimin itu menilai bahwa kaum ulama selalu menjadi pelopor dalam arena jihad dan pembelaan nilai-nilai, serta menegaskan: Ulama senantiasa berada di garis depan dalam ruang jihad, dari masa pertahanan suci hingga berbagai medan lainnya, dan hari ini pun jalan tersebut harus terus dilanjutkan.

Ia menambahkan: Selain itu, kita harus memanfaatkan peluang dan tetap berpegang teguh pada tugas utama kita yaitu pendidikan, pencarian ilmu, dan penyucian jiwa. Bahkan dalam kondisi perang pun, kita tidak boleh melupakan tugas utama ini.

Beliau menekankan pentingnya mengubah ancaman menjadi peluang, dan berkata: Kita harus melihat bagaimana memanfaatkan suasana perang ini untuk tujuan-tujuan Islam dan agama. Setiap orang di bidang politik, militer, maupun budaya harus menjalankan tugasnya, dan kita di bidang keagamaan juga harus mengenali serta menjalankan tugas kita.

Ia menegaskan: Tugas utama kita di Hawzah adalah dakwah agama, menjaga batas ideologis, pendidikan, dan penyucian jiwa, dan kita tidak boleh lalai dari tugas ini.

Hujjatul Islam wal Muslimin Mahami menyatakan: Semoga Allah SWT menambah keberhasilan kita semua dan menjadikan tahun ini sebagai tahun kemenangan akhir atas musuh serta kemenangan front perlawanan di berbagai bidang.

Ia menutup dengan mengatakan: Sebagaimana Imam dan pemimpin kita dalam pesan-pesan mereka menekankan kehadiran rakyat, meskipun Imam syahid telah diambil dari kita, namun sebagai gantinya kita memiliki kehadiran penuh semangat rakyat. Kita harus memohon kepada Allah agar melimpahkan lebih banyak keberkahan dan rahmat-Nya kepada bangsa Iran serta mencurahkan kasih sayang-Nya atas musibah yang telah mereka alami.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha