Rabu 25 Maret 2026 - 11:11
Baiat Para Ulama Ahlussunnah Irak kepada Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam: Anda Tidak Sendirian di Medan Ini

Hawzah/ Kepala Jemaah Ulama Irak, menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan sejumlah komandan perlawanan, dan menyatakan solidaritas penuh para ulama Ahlussunnah Irak dengan Pemimpin Revolusi Islam Iran, dan menegaskan kepada beliau: ‘Anda tidak sendirian di medan ini.’

Berita Hawzah – Ketua Jamaah Ulama Irak dalam sebuah pesan khusus yang dikirimkan kepada Majma’ Jahani Qadimun, menyampaikan belasungkawa kepada Pemimpin Revolusi Islam atas kesyahidan sekelompok komandan perlawanan. Dalam pesannya, Syaikh Dr. Khalid Abdulwahab al-Mulla menyatakan bahwa keteguhan bangsa Iran telah mendefinisikan kembali martabat di dunia, dan menegaskan: “Dengan hati dan suara kami, kami bersama Anda dalam jihad Tabyin (Penjelasan), dan kami meyakini kemenangan akhir sebagai janji Ilahi.”

Teks lengkap pesan tersebut adalah sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim

Pernyataan Belasungkawa dan Solidaritas

Dikeluarkan oleh Jamaah Ulama Irak

Kepada Yang Mulia Ayatullah Mujtaba Husaini Khamenei (semoga dipanjangkan usianya), Pemimpin Revolusi Islam

Kami, Jamaah Ulama Irak, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas para syuhada yang telah dipersembahkan oleh Republik Islam, khususnya syahid agung Islam, Yang Mulia Ayatullah al-‘Uzma Sayyid Ali Husaini Khamenei, serta para komandan lainnya. Dengan keyakinan penuh kami percaya bahwa hari ini bangsa Iran dan kepemimpinannya sedang berjuang atas nama seluruh umat Islam melawan kekuatan-kekuatan kesombongan global, yang dipimpin oleh rezim Zionis dan Setan Besar Amerika. Republik Islam telah menghancurkan kekuatan musuh Zionis dan mengembalikan kemuliaan serta identitas kepada umat Islam.

Kami memandang sebagai kewajiban untuk menyatakan solidaritas bersama Anda, dan kami menyatakannya dengan seluruh kemampuan kami melalui jihad tabyin yang telah diserukan oleh syahid Islam Khamenei. Allah Yang Mahatinggi berfirman: “Dan orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain; mereka menyeru kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.”

Yang Mulia Ayatullah al-‘Uzma, Pemimpin Revolusi Islam!

Kami menulis kepada Anda sementara kata-kata merasa kecil di hadapan besarnya pengorbanan Anda, dan pena pun goyah di hadapan keteguhan Anda yang legendaris terhadap agresi dan kezaliman Zionis-Amerika. Apa yang Anda alami dari agresi nyata ini bukan hanya ujian bagi Anda, tetapi ujian bagi hati nurani seluruh umat manusia.

Kami meyakini bahwa kebenaran tidak akan pernah mati selama masih ada yang memperjuangkannya. Dan sekalipun malam kezaliman tampak panjang, fajar kebenaran pasti akan terbit. Keteguhan Anda dalam menghadapi agresi Zionis-Amerika telah mendefinisikan kembali martabat di dunia dan membuktikan bahwa kehendak bangsa-bangsa lebih kuat daripada kekuatan militer dan kesombongan kekuasaan.

Maka kami bersama Anda dengan hati kami, hati yang terluka atas setiap tetes darah yang tertumpah dari bangsa mulia Iran, dan atas setiap jeritan seorang anak yang tak berdosa. Kami bersama Anda dengan suara kami, suara yang tidak akan pernah berhenti mengatakan kebenaran, membongkar kedustaan Zionis-Amerika, serta menuntut terwujudnya keadilan dan pembebasan al-Quds dari cengkeraman Zionis yang kriminal. Dan kami bersama Anda dengan keyakinan bahwa sejarah tidak akan pernah berpihak kepada agresor, dan bahwa kemenangan adalah milik mereka yang sabar, setia pada tanah airnya, dan membela haknya.

Di medan ini, Anda tidak sendirian; setiap mukmin sejati bersama Anda, dan setiap orang merdeka di dunia ini menganggap perjuangan Anda sebagai perjuangannya sendiri dan luka Anda sebagai lukanya sendiri. Solidaritas kami kepada Anda bukan karena belas kasihan atau simpati, melainkan kewajiban syar‘i, kemanusiaan, dan moral yang ditetapkan oleh fitrah yang suci dan agama kami yang lurus.

Yang Mulia Ayatullah al-‘Uzma, Pemimpin Revolusi Islam!

Dahi Anda akan selalu terangkat mulia, dan kisah keteguhan Anda akan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi mendatang tentang bagaimana harus berdiri teguh dan bagaimana merebut kembali hak-hak yang dirampas. Kami akan menyaksikan kemenangan dengan mata kami sendiri, dan di Teheran, Baghdad, dan al-Quds, kita akan melaksanakan shalat bersama; karena kemenangan bersama kesabaran, kelapangan bersama kesulitan, dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Walhamdulillahi Rabbil ‘Alamin

Syaikh Dr. Khalid Abdulwahab al-Mulla

Ketua Jamaah Ulama Irak / Baghdad

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha