Minggu 22 Maret 2026 - 20:33
Kritik Pedas Jami’ah Mudarrisin Hawzah terhadap Sikap Al-Azhar Mesir

Hawzah/ Jami’ah Mudarrisin Hawzah Ilmiyah Qom mengkritik sikap Al-Azhar Mesir yang membela sepenuhnya Amerika dan para penguasa proxy Setan Besar, dan menegaskan bahwa respons Iran terhadap serangan brutal para pembunuh anak Amerika dan Israel adalah tindakan yang sepenuhnya defensif.

Berita Hawzah – Jami’ah Mudarrisin Hawzah Ilmiyah Qom mengecam sikap berat Al-Azhar Mesir dalam membela sepenuhnya kepentingan Amerika dan para penguasa proxy Setan Besar di negara-negara Teluk Persia, dan menegaskan bahwa ketidakmampuan Al-Azhar untuk membedakan antara kubu kebenaran dan kubu para arogan dunia dalam serangan kriminal Amerika dan Israel telah memberikan pukulan yang berat dan tak tergantikan terhadap kredibilitas lembaga bersejarah ini, dan tentu akan memunculkan protes dari banyak pencari kebenaran.

Jami’ah Mudarrisin juga menekankan bahwa Iran selalu berada di garis depan dalam mendukung perjuangan Palestina, kemerdekaan dan martabat negara-negara Islam, serta memperkuat persatuan umat Islam. Respons Republik Islam Iran terhadap serangan brutal pembunuh anak Amerika dan Israel adalah tindakan yang sepenuhnya defensif, dan pembalikan fakta oleh Al-Azhar menunjukkan kelemahan analisis politik lembaga keagamaan ini.

Berikut isi lengkap pernyataan Jami’ah Mudarrisin Hawzah Ilmiyah Qom:

Bismillahirrahmanirrahim

Tindakan mengejutkan dan tidak logis Universitas Al-Azhar yang secara penuh membela kepentingan Amerika dan para penguasa proxy Setan Besar di negara-negara Teluk Persia—yang menempatkan negara mereka dalam genggaman kekuatan arogan hingga memungkinkan sebuah negara Islam merdeka menjadi sasaran agresi militer—merupakan tindakan yang disayangkan dan merugikan lembaga ilmiah dan keagamaan tersebut.

Ketidakmampuan Al-Azhar untuk membedakan antara kubu kebenaran dan kubu para arogan dunia dalam serangan kriminal Amerika dan Israel telah memberikan pukulan berat dan tak tergantikan terhadap kredibilitas lembaga bersejarah ini, dan tentu akan memunculkan protes dari banyak pencari kebenaran.

Respons Iran terhadap serangan brutal para pembunuh anak Amerika dan Israel adalah tindakan yang sepenuhnya defensif, dan kecaman Al-Azhar terhadap Iran menunjukkan kelemahan analisis politik lembaga keagamaan tersebut.

Para cendekiawan dan tokoh agama di Universitas Al-Azhar, jika ingin melihat pembebasan Al-Quds yang suci dan menjaga umat Islam dari perpecahan dan pertentangan, pertama-tama harus mengenali musuh terbesar persatuan umat Islam, yaitu Israel dan Amerika, serta memahami konspirasi mereka.

Iran selalu berada di garis depan dalam mendukung perjuangan Palestina, kemerdekaan dan martabat negara-negara Islam, serta memperkuat persatuan Islam. Pembalikan fakta oleh Al-Azhar ini tidak akan merusak citra Iran sebagai bangsa yang tulus dan pencari kebenaran; justru akan merusak kredibilitas Al-Azhar di tengah masyarakat Muslim.

Jami’ah Mudarrisin Hawzah Ilmiyah Qom kembali mengajak umat Islam kepada persatuan dan menjauhi perpecahan, dan menegaskan bahwa Iran menginginkan kemuliaan dan kejayaan bagi seluruh negara tetangga dan negara-negara Islam—sesuatu yang hanya dapat dicapai dengan menjauhi negara-negara arogan dunia dan Setan Besar, yaitu Amerika.

Para cendekiawan dan ulama umat Islam, khususnya ulama Al-Azhar di seluruh dunia, harus tetap waspada dalam mengenali tipu daya Amerika dan memusatkan perhatian pada perjuangan Palestina sebagai isu penyatu umat.

Israel dan Amerika tidak akan mampu menghadapi Iran yang kuat dan keteguhan bangsa Iran. Mengenali kubu para tertindas dan pencari kebenaran serta membantu para pejuang pembebasan Al-Quds adalah ujian besar bagi umat Islam saat ini, dan tentu para pencinta kebenaran dengan pertolongan Ilahi akan menjadi pemenang.

Jami’ah Mudarrisin Hawzah Ilmiyah Qom

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha