Berita Hawzah – Dengan memohon kepada Allah Swt agar menerima segala amal ibadah kaum muslimin, menyajikan penjelasan mengenai doa hari keduapuluh tiga bulan suci Ramadhan yang disampaikan oleh Hujjatul Islam wal Muslimin Muhammad Hasan Zamani. Berikut adalah doa hari keduapuluh tiga bulan Ramadan beserta artinya:
«اللهمّ اغسِلْنی فیهِ من الذُّنوبِ و طَهِّرْنی فیهِ من العُیوبِ و امْتَحِنْ قَلْبی فیهِ بِتَقْوَى القُلوبِ یا مُقیلَ عَثَراتِ المُذْنِبین»
"Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari dosa-dosa, bersihkanlah aku di bulan ini dari aib-aib, dan ujilah hatiku di bulan ini dengan ketakwaan. Wahai penghapus kesalahan para pendosa."
Seorang hamba yang berpuasa pada hari ini memiliki tiga permohonan kepada Allah Swt. Pada bagian pertama doa ini, kita memohon: «اللهمّ اغسِلْنی فیهِ من الذُّنوبِ»,"Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari dosa-dosa."
Dalam doa ini, ada beberapa hal yang perlu dibahas. Pertama,apa saja cara untuk membersihkan diri dan catatan amal kita?
Faktor-Faktor Pengampunan Dosa Menurut Al-Qur'an
Tentu saja, kita dapat merujuk pada taubat, istighfar, dan juga air mata. Namun, jika kita ingin melihat Al-Qur'an tentang faktor-faktor yang menyebabkan pengampunan dosa, kita dapat menemukan beberapa faktor:
1. Cinta kepada Allah dan Rasul serta mengikuti Nabi Muhammad Saw. Dalam Surah Ali Imran ayat 31 disebutkan: «قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ», "Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
2. Mengingat Allah (zikir) dan beristighfar. Dalam Surah Ali Imran ayat 135 disebutkan: «الَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ», "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."
3. Tidak terus-menerus melakukan dosa. Hal ini juga disebutkan dalam Surah Ali Imran ayat 135 di atas.
4. Bertekad untuk meninggalkan segala dosa dan maksiat. Dalam Surah Al-Anfal ayat 38, Allah Swt berfirman: «قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ», "Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu:"Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunah (Allah terhadap) orang-orang dahulu."
5. Berinfak dan bersedekah. Dalam Surah An-Nur ayat 22 disebutkan: «لَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ», "Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."*
6. Bertakwa kepada Allah dan berbicara dengan baik. Allah Swt dalam Surah Al-Ahzab ayat 70 berfirman: « يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا», "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar."
7. Berharap kepada Allah Swt. Dalam Surah Az-Zumar ayat 53 disebutkan: «قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ», "Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
8. Berjihad di jalan Allah. Dalam Surah As-Saff ayat 10 dan 11, Allah Swt berfirman: «يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ * تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ», "Wahai orang-orang yang beriman! Maukah Aku tunjukkan kepadamu suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
9. Memberi pinjaman kepada yang membutuhkan. Allah Swt dalam Surah At-Taghabun ayat 17 berfirman: «إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ», "Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun."
10. Beribadah. Dalam Surah Nuh ayat 3 dan 4, Allah Swt berfirman: «أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ * يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاءَ لَا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ», "(Yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda, seandainya kamu mengetahui."
Di bagian kedua doa ini disebutkan: «و طَهِّرْنی فیهِ من العُیوبِ», "Dan bersihkanlah aku di bulan ini dari aib-aib." kata "العُیوبِ" berarti penyakit-penyakit hati, yaitu hal-hal buruk dan sifat-sifat negatif yang akan menghasilkan buah pahit berupa dosa di masa depan.
Pertanyaannya, pohon-pohon buruk dan aib apa sajakah itu yang kita mohon kepada Allah untuk dibersihkan?
Jenis-jenis Aib dan Penyakit Hati dalam Al-Qur'an
Dalam Al-Qur'an, beberapa hal disebutkan sebagai aib dan penyakit hati:
1. Nifak dan Bermuka Dua. Dalam ayat 10 surah Al-Baqarah, Allah Swt berfirman: «فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ, “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.”
2. Merasa Butuh Kepada Kekuasaan Orang Kafir dan dan meminta pertolongan kepada kekuatan-kekuatan kafir demi keamanan diri. Dalam ayat 51 dan 52 surah Al-Maidah, Allah Swt berfirman: « يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَ النَّصاري أَوْلِياءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِياءُ بَعْضٍ وَ مَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْکُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمينَ * فَتَرَي الَّذينَ في قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسارِعُونَ فيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشي أَنْ تُصيبَنا دائِرَةٌ فَعَسَي اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلي ما أَسَرُّوا في أَنْفُسِهِمْ نادِمينَ»,“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: ""Kami takut akan mendapat bencana"". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.”
3. Tidak Tunduk dan Patuh Terhadap Perintah Allah dan Rasul-Nya. Dalam ayat 49 surah An-Nur, Allah Swt berfirman: «وَإِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ مُعْرِضُونَ», "Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka berpaling.”
4. Penyakit-penyakit jiwa dan penyimpangan nafsu (termasuk seksual). Dalam ayat 32 surah Al-Ahzab disebutkan: ««يا نِساءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ کَأَحَدٍ مِنَ النِّساءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذي في قَلْبِهِ مَرَضٌ وَ قُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوفاً»," Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”
Poin ketiga adalah bahwa selain memberikan dua karunia kepada manusia, yaitu mengampuni dosa-dosa masa lalu dan membersihkan penyakit hati, Allah Swt juga memberikan karunia ketiga, yaitu mengubah dosa-dosa masa lalu menjadi kebaikan, yang dalam Al-Qur'an disebut takfir.
Apa saja hal yang dapat menyebabkan dosa-dosa berubah menjadi kebaikan?
Dalam beberapa ayat Al-Qur’an, Allah menjelaskan tentang takfīr, yaitu penghapusan dosa. Pertanyaannya: amalan apa saja yang menyebabkan Allah Swt menghapus dosa-dosa kita dan menggantinya menjadi sebuah kebaikan? Beberapa ayat berikut menjawab pertanyaan ini.
Faktor pertama yang mengubah dosa menjadi pahala adalah takwa. Dalam surat Al-Anfal ayat 29 disebutkan: «يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ», "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar."
Faktor kedua adalah menjauhi dosa-dosa besar. Dalam surat An-Nisa ayat 31,Allah Swt berfirman: « إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا», "Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)."
Faktor ketiga adalah mengerjakan amal saleh. Dalam surat Al-Ankabut ayat 7 disebutkan: « وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ», "Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, pastilah akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan pastilah Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan."
Faktor keempat adalah bersedekah, terutama secara sembunyi-sembunyi. Dalam surat Al-Baqarah ayat 271, Allah Swt berfirman: «إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ», "Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Faktor kelima adalah taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh). Dalam surat At-Tahrim ayat 8 , dijelaskan: «يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ», "Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: ""Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".
Komentar Anda