Berita Hawzah – Dengan memohon kepada Allah Swt agar menerima segala amal ibadah kaum muslimin, menyajikan penjelasan mengenai doa hari kedua puluh bulan suci Ramadhan yang disampaikan oleh Hujjatul Islam wal Muslimin Muhammad Hasan Zamani. Berikut adalah doa hari kedua puluh bulan Ramadan beserta artinya:
«اللهمّ افْتَحْ لی فیهِ أبوابَ الجِنانِ واغْلِقْ عَنّی فیهِ أبوابَ النّیرانِ وَ وَفّقْنی فیهِ لِتِلاوَةِ القرآنِ یا مُنَزّلِ السّکینةِ فی قُلوبِ المؤمِنین»
"Ya Allah, bukakanlah di bulan ini pintu-pintu surga untukku, dan tutuplah bagiku pintu-pintu neraka-Mu di bulan ini, serta berikanlah kepadaku taufik untuk membaca Al-Qur'an di bulan ini. Wahai Yang memberikan ketenangan di hati orang-orang beriman."
Dalam doa ini, seorang hamba yang berpuasa memanjatkan tiga permohonan kepada Allah Swt. Permohonan pertama dalam doa ini adalah: «اللهمّ افْتَحْ لی فیهِ أبوابَ الجِنانِ », "Ya Allah, bukakanlah di bulan ini pintu-pintu surga untukku."
Bagaimana caranya agar pintu surga terbuka untuk kita?
Ada banyak cara yang disebutkan untuk mencapai hal ini. Salah satu faktor terpenting yang membuka pintu surga bagi seseorang adalah takwa. Allah Swt, dalam surat Az-Zumar ayat 73, berfirman tentang orang-orang yang bertakwa: « وَ سيقَ الَّذينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَي الْجَنَّةِ زُمَراً حَتَّي إِذا جاؤُها وَ فُتِحَتْ أَبْوابُها وَ قالَ لَهُمْ خَزَنَتُها سَلامٌ عَلَيْکُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوها خالِدينَ», "Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: ""Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya""."
Poin kedua adalah surga memiliki pintu khusus yang diperuntukkan bagi orang-orang yang mendapatkan perhatian khusus dari Allah Swt. Imam Ali bin Abi Thalib 'alaihissalam dalam khotbah ke-27 Nahjul Balaghah bersabda: «إِنَّ الجِهادَ بابٌ مِن أَبوابِ الجَنَّةِ فَتَحَهُ اللّهُ لِخاصَّةِ أَولیائِهِ», "Sesungguhnya jihad adalah salah satu pintu surga yang Allah bukakan bagi hamba-hamba-Nya yang istimewa."
Di hari ini, kita memohon kepada Allah Swt agar membukakan pintu-pintu surga bagi kita melalui cara-cara ini, menganugerahkan takwa kepada kita, dan memberikan kita taufik untuk berjihad agar kita bisa masuk surga.
Dalam permohonan kedua dalam doa ini, kita membaca: «واغْلِقْ عَنّی فیهِ أبوابَ النّیرانِ», "Dan tutuplah bagiku pintu-pintu neraka-Mu di bulan ini."
Faktor apa saja yang menyebabkan terbukanya pintu neraka bagi manusia?
Permohonan kedua dalam doa ini adalah agar pintu neraka ditutup. Pertanyaannya adalah, faktor apa saja yang menyebabkan terbukanya pintu neraka bagi kita manusia?
Faktor pertama yang membuka pintu neraka adalah kekafiran dan menyembunyikan kebenaran. Allah Swt berfirman dalam surat Az-Zumar ayat 71: «وَ سيقَ الَّذينَ کَفَرُوا إِلي جَهَنَّمَ زُمَراً حَتَّي إِذا جاؤُها فُتِحَتْ أَبْوابُها وَ قالَ لَهُمْ خَزَنَتُها أَ لَمْ يَأْتِکُمْ رُسُلٌ مِنْکُمْ يَتْلُونَ عَلَيْکُمْ آياتِ رَبِّکُمْ وَ يُنْذِرُونَکُمْ لِقاءَ يَوْمِکُمْ هذا قالُوا بَلي وَ لکِنْ حَقَّتْ کَلِمَةُ الْعَذابِ عَلَي الْکافِرينَ», "Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: ""Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?"" Mereka menjawab: ""Benar (telah datang)"". Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir."
Faktor kedua yang membuka pintu neraka adalah kezaliman, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Menzalimi diri sendiri berarti melakukan dosa dan maksiat kepada Allah Swt. Allah Swt dalam surat An-Nahl ayat 28 dan 29 berfirman: «الَّذينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلائِکَةُ ظالِمي أَنْفُسِهِمْ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ ما کُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ بَلي إِنَّ اللَّهَ عَليمٌ بِما کُنْتُمْ تَعْمَلُونَ * فَادْخُلُوا أَبْوابَ جَهَنَّمَ خالِدينَ فيها فَلَبِئْسَ مَثْوَي الْمُتَکَبِّرينَ», "(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); ""Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun"". (Malaikat menjawab): ""Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan." Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong."
Faktor ketiga adalah kesenangan yang tidak benar dan kemewahan yang dinikmati sebagian orang di dunia ini. Dalam surat Ghafir ayat 75 dan 76, allah Swt berfirman: «ذلِکُمْ بِما کُنْتُمْ تَفْرَحُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَ بِما کُنْتُمْ تَمْرَحُونَ * ادْخُلُوا أَبْوابَ جَهَنَّمَ خالِدينَ فيها فَبِئْسَ مَثْوَي الْمُتَکَبِّرينَ», "Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di bumi (dengan melakukan perbuatan-perbuatan) yang tidak benar dan karena kamu selalu berlebih-lebihan." (Dikatakan kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya." Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong."
Pengaruh dan Dampak dari Membaca Al-Qur'an di Rumah
Dalam permohonan ketiga dalam doa ini disebutkan: «وَ وَفّقْنی فیهِ لِتِلاوَةِ القرآنِ», "Serta berikanlah kepadaku taufik untuk membaca Al-Qur'an di bulan ini."
Membaca Al-Qur'an di semua bulan merupakan perbuatan baik. Namun musim semi al-qur'an adalah bulan Ramadhan. Nabi Muhammad Saw mengenai hal ini bersabda: «لِکُلِّ شَیْءٍ رَبِیعٌ وَ رَبِیعُ الْقُرْآنِ شَهْرُ رَمَضَان», "Setiap sesuatu memiliki musim semi, dan musim semi al-qur'an adalah bulan Ramadhan."
Pernyataan kedua ini menunjukkan bahwa dengan membaca Al-Qur'an di dalam rumah, kita membawa cahaya dan spiritualitas ke dalamnya. Rasulullah Saw bersabda: «نوروا بیوتکم بتلاوة القرآن و لا تتخذوها قبوراً کما فعلت الیهود و النصاری، طوفی الکنائس و البیع و عطّلوا بیوتهم فانّ البیت اذا کثر فیه تلاوت القرآن کثّر خیره و التسع اهله و اضاء لاهل السماء», "Sinarilah rumah-rumah kalian dengan membaca al-qur'an dan jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka beribadah di gereja dan membiarkan rumah mereka terbengkalai. Sesungguhnya apabila lantunan Al-Qur'an sering terdengar dari sebuah rumah, maka kebaikan dan keberkahan akan semakin bertambah bagi penghuninya dan rumah itu akan bersinar, memberikan cahaya kepada penghuni langit, seperti bintang-bintang di langit memberikan cahaya kepada penghuni bumi."
Sekilas tentang Adab Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an
Poin ketiga mengenai Al-Qur'an adalah adab membaca dan mentadabburi Al-Qur'an. Meskipun sebagian besar orang terbiasa membaca Al-Qur'an, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Membaca Al-Qur'an dengan benar dari sudut pandang tajwid.
2. Suara dan nada yang indah. Dalam riwayat disebutkan bahwa bacalah Al-Qur'an dengan suara yang indah.
3. Memperhatikan terjemahan Al-Qur'an. Sayangnya, beberapa orang hanya membaca Al-Qur'an agar bisa mengkhatamkannya sekali di bulan Ramadhan, dan tidak memperhatikan terjemahannya. Lebih baik bagi mereka untuk membaca setengah dari kitab suci ini dan menggunakan sisa waktu mereka untuk memperhatikan terjemahan Al-Qur'an.
4. Menemukan suasana hati yang tepat saat membaca Al-Qur'an. Dalam hadis disebutkan bahwa jika ada pembicaraan tentang surga, maka bergembiralah, dan jika ada pembicaraan tentang neraka, maka air mata Anda harus mengalir.
5. Mengamalkan perintah-perintah Al-Qur'an.
6. Mengajarkan Al-Qur'an kepada orang lain.
7. Mempromosikan Al-Qur'an di masyarakat.
8. Mempelajari tafsir Al-Qur'an. Tidak cukup hanya membaca Al-Qur'an, tetapi lebih baik juga mempelajari tafsirnya.
9. Menerapkan hukum-hukum Al-Qur'an dalam masyarakat.
Faktor Utama Depresi
Di akhir doa ini disebutkan: «یا مُنَزّلِ السّکینةِ فی قُلوبِ المؤمِنین», "Wahai Yang memberikan ketenangan di hati orang-orang beriman."
Tiga poin yang perlu diperhatikan dalam kalimat penutup ini:
Sebagian orang, baik Muslim maupun non-Muslim, mungkin tidak merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hidup, bahkan mengalami depresi. Banyak kasus depresi disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap pandangan dunia ilahiah. Oleh karena itu, kita perlu menyadari kehadiran Allah dalam hidup kita dan belajar untuk bertawakal kepada-Nya.
Dalam surat Al-An'am ayat 125 kita membaca: «مَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلامِ وَ مَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقاً حَرَجاً کَأَنَّما يَصَّعَّدُ فِي السَّماءِ کَذلِکَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَي الَّذينَ لا يُؤْمِنُونَ», "Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan petunjuk kepadanya, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman."
Tindakan bunuh diri yang terjadi di Barat merupakan salah satu contoh depresi yang disebabkan oleh kurangnya perhatian dan tawakal kepada Allah Swt.
Cara Memperoleh Ketenangan dan Kedamaian
Poin kedua adalah bagaimana ketenangan dan kedamaian dapat diperoleh? Allah Swt berfirman dalam surat Ar-Ra'd ayat 28: «الَّذينَ آمَنُوا وَ تَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِکْرِ اللَّهِ أَلا بِذِکْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ», "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram."
Poin ketiga adalah bagaimana ketenangan, yang merupakan ungkapan lain dari kedamaian, dapat dicapai. Allah Swt berfirman dalam surat Al-Fath ayat 18: «لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنينَ إِذْ يُبايِعُونَکَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ ما في قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّکينَةَ عَلَيْهِمْ وَ أَثابَهُمْ فَتْحاً قَريباً», "Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)."
Kita harus memohon ketenangan dan kedamaian itu kepada Allah SWT agar memberikan ketenangan kepada hati kita agar kita tidak mengalami depresi.
Komentar Anda