Kamis 19 Februari 2026 - 07:34
Kanada Resmi Tutup Kantor Anti-Islamofobia, Kebijakan Picu Gelombang Kritik

Hawzah/ Para pengkritik memperingatkan bahwa penutupan Kantor Perwakilan Khusus Kanada untuk Penanganan Islamofobia secara signifikan telah melemahkan kemampuan negara tersebut dalam melacak, mendokumentasikan, dan menangani pengaduan serta kasus-kasus serupa secara sistematis.

Berita Hawzah – Kantor tersebut dipimpin oleh Amira Elghawaby, yang berperan penting dalam meneliti hambatan dan tantangan ekonomi yang dihadapi komunitas Muslim, memberikan konsultasi kepada lembaga-lembaga pemerintah, mengembangkan program pendidikan untuk memerangi Islamofobia, serta mendukung studi mengenai pemberitaan media terkait kejahatan berbasis kebencian terhadap Muslim.

Hasil kajian menunjukkan bahwa hampir tiga perempat perempuan Muslim di Quebec, Kanada, mempertimbangkan untuk meninggalkan provinsi tersebut akibat diskriminasi dan pelecehan. Hal ini terjadi di tengah sikap sejumlah politisi Kanada yang masih menyangkal keberadaan Islamofobia di provinsi tersebut.

Elghawaby berupaya mengangkat isu Islamofobia secara terbuka ke ruang publik Kanada serta menjelaskan dampak negatifnya bagi seluruh masyarakat. Namun, upaya tersebut memicu berbagai kritik terhadap dirinya, termasuk tuduhan memecah belah Kanada atau menyebarkan propaganda anti-Yahudi dan antisemitisme.

Keputusan Perdana Menteri Mark Carney untuk menutup kantor tersebut juga menuai kritik lebih luas, terutama setelah pernyataan sebelumnya dari Pierre Poilievre, pemimpin Partai Konservatif Kanada, yang menyebut posisi tersebut sebagai “tidak berguna”.

Para pendukung pembukaan kembali kantor itu menyatakan bahwa langkah tersebut memerlukan peningkatan sumber daya dan komitmen politik dalam memerangi Islamofobia. Mereka memperingatkan bahwa tanpa struktur yang akuntabel, kekerasan terhadap Muslim akan tetap menjadi ancaman yang tak terlihat.

Sumber: Policy Options

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha