Rabu 4 November 2026 - 20:47
Kunjungan Mendadak Ayatullah Arafi di Faiziyah dan Dar al-Shifa

Hawzah/ Kehadiran mendadak Ayatullah Arafi di Hawzah Faiziyah dan Dar al-Shifa; dari mendengarkan kegelisahan para santri mengenai penghidupan dan penelitian hingga mengenang kembali kenangan perjuangan revolusi, menjadikan hari itu hari yang berbeda bagi kedua pusat keilmuan dan lembaga tua dunia Islam tersebut.

Berita Hawzah – Ayatullah Alireza Arafi, Direktur Hawzah Ilmiyah seluruh Iran, dalam sebuah kunjungan selama 200 menit ke basis-basis keilmuan tertua dan paling berpengaruh di dunia Syiah, yaitu Hawzah Ilmiyah Faiziyah dan Dar al-Shifa Qom, selain bertemu langsung dengan para Ustadz, pengelola, dan santri muda, juga meninjau kondisi terakhir pendidikan, penelitian, dan kegelisahan-kegelisahan mereka.

Kehadiran di kamar-kamar para santri, kunjungan ke lembaga Pusat Dokumen dan Museum Hawzah serta Ruhaniyat, pemantauan karya-karya pameran kritik terhadap aliran-aliran menyimpang dan tasawuf palsu di Pusat FAM Deputi Tabligh dan Urusan Kebudayaan Hawzah Ilmiyah Qom, pelaksanaan salat berjamaah, dan kisah-kisah menarik dari hari-hari epik dan perjuangan pada masa sebelum revolusi, merupakan bagian-bagian penting dari kehadiran lebih dari tiga jam ini.

Titik Awal; Masuk Mendadak ke Tempat Kelahiran Gerakan Islam

Di tengah hari, halaman bersejarah dan batu-batu paving sekolah Faiziyah menyambut langkah-langkah Direktur Hawzah Ilmiyah ini. Kehadiran tanpa protokol dan mendadak Ayatullah Arafi sejak menit-menit pertama mengubah suasana pusat fikih yang telah lama berdiri ini. Faiziyah bukan hanya simbol ilmu dan fikih, melainkan akta kelahiran gerakan Islam dan pusat peristiwa-peristiwa penentu zaman kontemporer; tempat di mana setiap kamar dan serambinya menjadi penutur epik-epik besar.

Ayatullah Arafi setelah masuk, langsung menuju halaman dan ruang-ruang kuliah utama dan secara langsung meninjau aktivitas pendidikan yang sedang berlangsung, penataan pelajaran tingkat tinggi, dan kehadiran ilmiah para santri hawzah. Kehadiran ini merupakan tanda hubungan berkelanjutan manajemen Hawzah dengan badan utama para ustadz dan santri; tradisi lama yang keberlanjutannya menjamin semangat ilmiah dan perkembangan hawzah-hawzah.

Kunjungan Mendadak Ayatullah Arafi di Faiziyah dan Dar al-Shifa

Di Sisi Para Santri; Mendengar Langsung Kegelisahan dan Tuntutan

Sebagian waktu Direktur Hawzah Ilmiyah di Sekolah Dar al-Shifa dan halaman Faiziyah dialokasikan untuk perbincangan akrab dan hangat dengan para santri dan cendekiawan muda. Lingkaran-lingkaran antusias yang terbentuk di sudut-sudut halaman, koridor, dan pintu masuk kamar-kamar menciptakan peluang emas untuk menyampaikan pandangan dan tuntutan generasi baru Hawzah secara terbuka.

Para santri muda dan cendekiawan pelajaran tingkat lanjut (kharij) dengan lugas dan tenang menyampaikan persoalan-persoalan terpenting mereka saat ini;

Kegelisahan penghidupan dan tempat tinggal: perlunya memperkuat infrastruktur kesejahteraan bagi santri berpotensi dalam kondisi ekonomi saat ini;

Sistem pendidikan dan teks pelajaran: perlunya melanjutkan secara cerdas transformasi dalam teks-teks dengan tetap menjaga orisinalitas mendalam khazanah Hawzah;

Bimbingan penelitian dan bidang-bidang tabligh baru: spesialisasi ilmu-ilmu Islam, penelitian yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat, dan masuk secara efektif ke ruang virtual dan media;

Dukungan bagi para elite Hawzah: memfasilitasi masuknya santri cendekia ke dunia pengajaran, mimbar-mimbar khusus, dan aktivitas internasional.

Ayatullah Arafi pun dengan tenang mencatat beberapa poin kunci, menjawab setiap pertanyaan dan tuntutan.

Direktur Hawzah Ilmiyah, sambil menjelaskan perencanaan dan rancangan-rancangan transformatif terbaru Dewan Tinggi dan manajemen Hawzah, menegaskan: "Badan Hawzah adalah modal fundamental Syiah, dan mendengarkan suara serta pandangan para santri muda bukan hanya sebuah kewajiban manajerial, melainkan sumber utama pengambilan keputusan untuk masa depan manajemen Hawzah."

Kunjungan Mendadak Ayatullah Arafi di Faiziyah dan Dar al-Shifa

Pertukaran Pandangan dengan Para Ustadz dan Pengelola Hawzah-hawzah Ilmiyah

Dalam lanjutan program 200 menit ini, Direktur Hawzah Ilmiyah dalam sebuah pertemuan padat dengan para pengelola eksekutif, wakil-wakil bidang pendidikan dan penyucian jiwa (tahzib), serta sejumlah dosen yang hadir di sekolah Faiziyah dan Dar al-Shifa, melakukan evaluasi terhadap proses pengajaran dan kondisi program-program yang sedang berjalan.

Dalam pertukaran pandangan ini, pokok-pokok berikut menjadi fokus pembahasan:

Keteraturan tradisional dan efisiensi Hawzah: menghidupkan kembali tradisi diskusi mendalam (mubahatsah), penulisan catatan (taqrir), dan hubungan langsung antara murid dan guru yang merupakan ciri khas unik sekolah-sekolah ilmiah islami sepanjang sejarah.

Penerapan model-model manajemen modern: peningkatan sarana pendidikan, perlengkapan sekolah dengan perpustakaan digital, dan memudahkan akses santri terhadap sumber-sumber penelitian primer.

Penekanan pada peran teladan para ustadz: menonjolkan dimensi pendidikan dan akhlak di samping pengajaran ilmu-ilmu aqli dan naqli, sehingga penyucian jiwa berjalan seiring dengan peningkatan ilmiah.

Ayatullah Arafi dengan memuji upaya siang-malam dan gigih para pengelola Faiziyah dan Dar al-Shifa, menyebut kedua sekolah ini sebagai garis terdepan gerakan intelektual dan spiritual Qom, dan menekankan perlunya pemantauan berkelanjutan terhadap kemajuan studi para santri.

Pemantauan Aliran-aliran Menyimpang di Pameran Pusat FAM; Perlunya Respons Aktif terhadap Syubhat Modern

Bagian berikutnya dari kunjungan ini dialokasikan untuk kehadiran di pameran khusus "Aliran-aliran Menyimpang dan Tasawuf Baru" di Pusat FAM Deputi Tabligh dan Urusan Kebudayaan Hawzah Ilmiyah Qom. Pada bagian ini, dipamerkan penelitian-penelitian terbaru, dokumentasi, buku-buku, dan diagram-diagram penjelasan tentang kemunculan, taktik, dan alat-alat infiltrasi tasawuf semu dan sekte-sekte bid'ah, termasuk Ahmad al-Hasan, arkaisme (bustan-gara'i), Wahhabisme, dan Bahaisme di kalangan generasi muda dan masyarakat Islam.

Direktur Hawzah Ilmiyah saat meninjau berbagai bagian pameran ini dan berdialog dengan para ahli dan peneliti yang bertugas, menekankan hal-hal berikut:

Tindakan aktif: sebelum syubhat mengakar dalam pikiran, simpul-simpul kebingungan harus dibuka dengan logika Ahlulbait (as) yang kaya.

Penyadaran bagi generasi muda Hawzah: para santri mubaligh harus mengenali dengan cermat literatur, konsep, dan taktik-taktik menarik namun kosong dari aliran-aliran baru dan sekte-sekte buatan kolonialisme.

Memperkuat fondasi hikmah dan kalam Islam: jawaban radikal dan mendasar terhadap tasawuf palsu hanya dapat melalui penjelasan hikmah muta'aliyah dan tasawuf murni Ahlulbait yang berlandaskan Tsaqalain.

Menghindari tumpang tindih pekerjaan: untuk menyelenggarakan pameran semacam ini dan kapasitas-kapasitas penelitian, harus diadakan pertemuan-pertemuan sinergi dan interaksi dengan pusat-pusat hawzah lain yang sejalan, termasuk Kantor Tabligh Islam Hawzah Ilmiyah Qom, Organisasi Tabligh Islam, Hawzah Ilmiyah Perempuan, dan Jamiah al-Zahra (sa).

Menelusuri Lembaran Sejarah di Museum dan Pusat Dokumen Hawzah serta Ruhaniyat

Langkah berikutnya dari kunjungan lapangan ini adalah memasuki Museum dan Pusat Dokumen Hawzah serta Ruhaniyat; sebuah khazanah berharga dan bersejarah yang menyimpan dokumen-dokumen manuskrip, korespondensi para marja' agung, pengumuman-pengumuman, dan tulisan-tulisan tangan masa gerakan serta sirah sosial para ulama Syiah.

Ayatullah Arafi selama meninjau dokumen-dokumen yang baru direstorasi dan bagian-bagian arsip, menyebut pelestarian warisan-warisan peradaban ini sebagai tanggung jawab syar'i dan identitas.

Direktur Hawzah Ilmiyah ini mencatat: "Akta kelahiran Syiah dan rekam jejak ruhaniyat dalam mengabdi kepada agama dan membela orang-orang tertindas terwujud dalam dokumen-dokumen ini, dan harus disediakan untuk digunakan para peneliti, sejarawan, dan elite Hawzah serta universitas dengan memanfaatkan teknologi digital, sehingga narasi-narasi yang terdistorsi tidak dapat merusak memori sejarah generasi mendatang."

Gema Doa; Pelaksanaan Salat di Mihrab Kenangan

Dengan berkumandangnya suara azan zuhur di pelataran suci makam Sayyidah Fatimah Ma'shumah salamullah alaiha, langkah-langkah 200 menit Direktur Hawzah Ilmiyah berakhir di mihrab tua sekolah Faiziyah. Halaman dan serambi Faiziyah dipenuhi para jamaah salat, dosen-dosen senior, para pelayan, peneliti, dan santri muda.

Salat zuhur dan ashar dilaksanakan dengan Imam Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Muhammad Shubairi Zanjani, dalam suasana yang sarat spiritualitas; sebuah gambaran jelas tentang kesatuan, keteraturan, dan keteguhan Hawzah yang berakar pada orisinalitas ribuan tahun dan telah menetapkan cakrawalanya menuju puncak-puncak hari esok serta penyelesaian kebutuhan-kebutuhan umat Islam.

Membaca Ulang Kenangan Perjuangan; Hari-hari Ketika Dinding-dinding Faiziyah Berbau Jihad

Salah satu momen penuh semangat dan emosional pada hari ini adalah pembacaan ulang kenangan masa muda Ayatullah Arafi. Di salah satu sudut kamar-kamar Faiziyah, dengan berkumpulnya para santri muda dan mengenang peristiwa-peristiwa berdarah dan penentu di Faiziyah pada era kekuasaan zalim, Direktur Hawzah Ilmiyah menuturkan kisah-kisah menarik dan langsung dari hari-hari penuh gejolak perjuangan sebelum kemenangan Revolusi Islam.

Direktur Hawzah Ilmiyah, sambil menyebut suasana represif SAVAK, ceramah-ceramah penuh semangat para cendekia, dan keberanian para santri remaja dan muda dalam menyebarkan selebaran-selebaran Imam Khomeini (ra), mengatakan: "Kamar-kamar dan tangga-tangga ini bukan hanya tempat belajar dan berdiskusi; mereka adalah benteng keberanian, pengorbanan, dan kewaspadaan. Pada hari-hari ketika serangan terhadap Faiziyah terjadi dan rezim Pahlavi mengira dengan cambuk dan besi dapat memadamkan obor kesadaran, iman murni para santri dan ikatan tak terpisahkan mereka dengan Imam Khomeini meruntuhkan benteng ketakutan. Hargailah warisan ini, keamanan ini, dan kursi-kursi pelajaran bebas ini; karena batu demi batu bangunan ini bercampur dengan penderitaan, penyiksaan, dan darah para sahabat terbaik Islam."

Kata-kata yang hidup dan penuh epik ini menciptakan gelombang antusiasme dan motivasi di tengah perkumpulan akrab para thalabah.

Perlu disebutkan bahwa kunjungan ini berakhir setelah memberikan penghormatan kembali kepada para syuhada tak dikenal dan para ulama yang dimakamkan di sekitar Faiziyah.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha