Sabtu 24 Oktober 2026 - 23:41
Kedudukan Tinggi Sayyidah Fatimah Az-Zahra

Hawzah/ Surah Al-Kautsar, surah terpendek dalam Al-Qur'an, adalah jawaban Ilahi terhadap cemoohan para musuh Nabi (Saww); sebuah surah yang penuh dengan ma'arif (ajaran-ajaran) di mana di dalamnya, pemberian Al-Kautsar kepada Nabi (Saww) dan kepastian terwujudnya janji Ilahi ini, menampakkan suatu manifestasi dari keagungan dan kemukjizatan Al-Qur'an.

Berita Hawzah – Hujjatul Islam wal Muslimin Maleki, Wakil Kepala Hawzah Ilmiyah Qom, menjelaskan ma'arif Surah Al-Kautsar yang mulia dan kedudukan tinggi Sayyidah Fatimah Az-Zahra (as) dalam Al-Qur'an yang mulia.

Teks penjelasannya adalah sebagai berikut:

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang 

Salah satu surah dan tanda yang khusus bagi Sayyidah Zahra Al-Mardhiyyah salamullah 'alaiha adalah Surah Al-Kautsar yang mulia; surah terkecil dalam Al-Qur'an namun sekaligus surah yang paling padat muatannya. Alasan kepadatan muatan surah ini adalah karena tema Surah Al-Kautsar yang mulia adalah Sayyidah Zahra Al-Mardhiyyah salamullah 'alaiha.

Seluruh mufassir, baik Syiah maupun Sunni, sepakat mengenai turunnya surah ini dan sebab turunnya (sy a'n nuzul), dan perbedaan yang ada hanyalah bersifat perbedaan kecil. Peristiwanya bermula dari cemoohan yang dilontarkan oleh 'Ash bin Wail dan orang-orang sepertinya, yang menyimpan kebencian terhadap Nabi yang agung Saww. Nabi yang agung telah kehilangan dua putranya, Abdullah dan Ibrahim. Orang-orang ini memanfaatkan hal tersebut dengan menggunakan ungkapan-ungkapan bahwa Nabi telah terputus keturunannya, beliau adalah "abtar" (terputus), dan tidak lagi memiliki keturunan serta penerus yang tersisa untuk beliau.

Tuhan Yang Mahasuci, untuk menghibur hati Nabi yang agung yang mulia, menurunkan surah ini dan berfirman: "إِنَّا أَعْطَیْنَاکَ الْکَوْثَرَ" (Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar).

Poin pertama dalam ayat ini adalah digunakannya dhamir mutakallim ma'al-ghair, yaitu "Inna". Semua mufassir menyatakan bahwa apabila pembicaraan menyangkut suatu perkara yang agung, Tuhan Yang Mahasuci menggunakan ungkapan ini. "Inna" berarti "Kami"; Kami telah memberikan Al-Kautsar kepadamu.

Dari segi leksikologi, ungkapan "أعطينا" sangat berbeda dengan "آتينا". Ungkapan "آتينا" atau "أعطينا" berbeda satu sama lain dari segi keagungan dan kandungan maknanya. Oleh karena itu, ungkapan "أعطينا" ini pun menunjukkan keagungan pemberian tersebut.

Poin lainnya adalah bahwa dalam ayat ini digunakan ungkapan "إنا أعطينا"; yakni "Kami telah menganugerahkan kepadamu". Ungkapan ini menunjukkan keagungan yang lebih besar; seolah-olah Tuhan Yang Mahasuci berfirman: Aku, para malaikat-Ku, dan semua faktor yang berada di bawah pengawasan-Ku, telah menganugerahkan kepadamu. Apa yang Kami anugerahkan? "Al-Kautsar". Kami menganugerahkan "Al-Kautsar" kepadamu agar cemoohan orang-orang yang lidahnya tajam itu, yang kadang lebih tajam daripada sabetan pedang, tidak meninggalkan bekas padamu.

Poin penting lainnya adalah penggunaan fi'il madhi (kata kerja bentuk lampau) dalam ungkapan "إنا أعطيناك الكوثر". Tuhan Yang Mahasuci dalam ayat ini dengan fi'il madhi berfirman: Kami telah menganugerahkan kepadamu; padahal pada waktu itu, Sayyidah Zahra Al-Mardhiyyah salamullah 'alaiha belum dilahirkan ke dunia.

Dalam Al-Qur'an yang mulia, terkadang untuk menyatakan kepastian terwujudnya suatu perkara di masa depan, digunakan bentuk madhi (lampau); seperti ungkapan "أتى أمر الله" (telah datang perintah Allah). Kiamat belum terjadi, tetapi dalam Al-Qur'an disebutkan dengan fi'il madhi; artinya perkara itu (Kiamat) pasti akan terwujud.

Oleh karena itu, firman Tuhan Yang Mahasuci "Kami telah menganugerahkan kepadamu di (dalam bentuk masa lampau)" berarti bahwa pemberian ini pasti akan terwujud. Karena itu, salah satu segi kemukjizatan surah ini adalah berita gaibnya; berita yang Tuhan Yang Mahasuci sampaikan terlebih dahulu kepada Nabi-Nya yang agung dan berfirman: Kami telah menganugerahkan kepadamu; artinya Kami pasti akan menganugerahkan kepadamu. Apa yang Kami anugerahkan? Al-Kautsar.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha