Minggu 19 Juli 2026 - 16:31
Penghargaan Pemimpin Agung Revolusi kepada Rakyat Irak atas Epik Pemakaman Sang Imam Syahid

Hawzah / Pemimpin Agung Revolusi Islam menyampaikan penghargaan melalui sebuah pesan kepada rakyat Irak atas epik pemakaman Imam Mujahid Syahid.

Berita Hawzah  Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (Rahbar, Sayyid Mujtaba Khamenei hf) dalam sebuah pesan, dengan memuliakan para marja' agung, para elit, para kepala suku, para pemuda yang bersemangat, dan seluruh rakyat Irak atas terciptanya epik penuh makna dari pemakaman jenazah pemimpin syahid Revolusi Islam di tempat-tempat suci, menyebut pemakaman yang berjumlah jutaan dan tak tertandingi ini dari "pembawa panji perlawanan" sebagai perwujudan sempurna dari kebersamaan, persaudaraan, dan kesatuan hati antara dua bangsa Irak dan Iran. Beliau menekankan: Kehadiran puluhan juta orang, baik di Iran maupun di Irak, yang berlangsung dalam rangka pemakaman dan pengiringan jenazah Imam Mujahid Syahid —semoga derajatnya di sisi Allah dimuliakan— telah membuka babak baru dalam kebangkitan dan peran serta untuk mengubah persamaan-persamaan yang telah disusun sebelumnya oleh para kaum imperialis.

Berikut adalah teks lengkap pesan dalam bahasa Indonesia dari Yang Mulia Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kami sampaikan salam, penghormatan, penghargaan, dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kehadiran para marja' agung, ulama-ulama terhormat, para guru dan cendekiawan lingkungan pendidikan agama dan universitas, para pemikir dan elit yang mulia, para komandan dan kepala suku, para syekh kabilah dan pemimpin kaum, serta rakyat mulia yang penuh kasih dan pemuda-pemuda pemberani serta terhormat di negeri Irak yang terzalimi.

Rakyat Irak yang beriman, yang dianugerahi nikmat agung berupa ketetanggaan dan menjadi tuan rumah bagi para wali Allah —semoga shalawat dan salam Allah tercurah atas mereka semua— di tempat-tempat suci, dengan latar belakang gemilang budaya dan pemanfaatan dukungan spiritual serta bimbingan dari lingkungan keilmuan yang bercahaya dan bersejarah seperti Najaf al-Asyraf, serta perjuangan gigih di medan perlawanan, dalam menyambut pemimpin agung, sang syahid —semoga Allah meninggikan derajatnya yang mulia— telah menciptakan epik besar yang penuh makna dan sarat dengan gelora serta semangat membara, sebagaimana yang dilakukan oleh bangsa Iran.

Irak, sejak hari ketika langkah mulia pemimpin kami Amirul Mukminin —semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya— menjejakkan kaki di tanahnya, menjadi negeri yang diberkahi. Dan segera rakyatnya dengan penuh kebanggaan menggantungkan kalung kecintaan dan kewilayahan kepada beliau serta putra-putri beliau yang suci —semoga shalawat dan salam Allah tercurah atas mereka semua— di leher-leher mereka. Masa-masa kekuasaan para tiran dan penguasa zalim atas negeri ini tak pernah mampu menghapuskan mutiara suci kewilayahan dan kecintaan kepada Ahlulbait yang suci dari hati rakyat ini. Karena itulah, setelah runtuhnya pemerintahan Ba'ts, peristiwa agung ziarah Arba'in terjadi, dan karena lahir dari lubuk hati rakyat beriman yang paling dalam, ia terus berkembang dari hari ke hari. Dan tepat karena alasan inilah, ketika rakyat melihat putra yang terzalimi dan yang syahid dari Amirul Mukminin dan Sayyidus Syuhada —semoga shalawat dan salam Allah tercurah atas keduanya— setelah bertahun-tahun secara lahiriah jauh dari tempat-tempat suci, kali ini datang dengan jasad yang menyerupai Husain, ibunya, dan saudaranya, untuk bertawaf di makam-makam yang bercahaya, mereka menyambut langkahnya dengan segenap jiwa dan mengagungkannya.

Di sisi lain, prosesi pemakaman agung yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, yang diadakan untuk sang pembawa panji perlawanan, memperlihatkan manifestasi sempurna dari solidaritas, persaudaraan, dan kesatuan tujuan antara dua bangsa Irak dan Iran. Tak diragukan lagi, para pemimpin kekuatan imperialis, dengan hati yang diliputi ketakutan, menyaksikan gambar-gambar megah dari perhelatan agung ini di Irak dan melihat bagaimana investasi besar yang mereka lakukan untuk merusak hubungan kedua bangsa itu ternyata sia-sia dan tak berbekas. Kehadiran puluhan juta orang ini —baik di Iran maupun di Irak— dalam rangka prosesi pemakaman dan pengiringan imam mujahid yang syahid —semoga Allah meninggikan derajatnya yang mulia— telah mengukir babak baru kebangkitan dan peran serta dalam mengubah tatanan yang telah dibangun sebelumnya oleh para penjajah. Kini, setan besar, Amerika yang kriminal, telah memahami bahwa kelangsungan kehadirannya yang dominan dan tanpa hambatan di kawasan ini hanyalah khayalan kosong belaka.

Segera, pelukan terbuka rakyat Irak yang mulia serta suku-suku dan kaum-kaumnya yang berdarah hangat dan penuh kasih sayang akan kembali menyambut para peziarah yang rindu akan ziarah Arba'in —termasuk di antaranya kerumunan besar yang berziarah atas nama almarhum syahid Iran— dan akan berpadu dengan kenangan akan prosesi pemakaman yang agung dan mulia ini, serta sosok laki-laki agung yang mungkin selama bertahun-tahun memendam kerinduan untuk mengunjungi tempat-tempat suci. Mereka akan mengumandangkan semboyan penuh kebenaran,

"حب الحسين يجمعنا" 

(Kecintaan kepada Husain menyatukan kita), di hadapan semua orang. Dan insyaAllah, hal itu akan membawa doa pemimpin kami —semoga Allah menyegerakan kemunculannya yang mulia— untuk keamanan, keberkahan, dan kemajuan rakyat Irak; atas karunia dan kemurahan-Nya.

Sayyid Mujtaba Husaini Khamene'i
2 Shafar 1448 H / 26 Tir 1405 H  / 17 Juli 2026 M

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha