Rabu 15 Juli 2026 - 15:01
Rakyat Irak Memberikan Teladan yang Agung dalam Menyambut dan Mengiringi Jenazah Imam Khamenei

Hawzah/ Ayatullah Syekh Isa Qasim, pemimpin Gerakan Islam Bahrain, mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas upacara pengiringan jenazah Pemimpin Besar Revolusi, Imam Syahid Sayid Ali Khamenei, yang dilaksanakan secara khidmat oleh rakyat Irak.

Berita Hawzah  Ayatullah Syekh Isa Qasim, pemimpin Gerakan Islam Bahrain, memuji upacara pengiringan jenazah Pemimpin Besar Revolusi, Imam Syahid Sayid Ali Khamenei, yang dilaksanakan secara khidmat oleh rakyat Irak. Beliau berkata kepada para pengikut Syahid Shadr dan Marja'iyah tinggi Irak:

"Wahai putra-putri Syahid Shadr dan putra-putri Marja'iyah tinggi Irak, kalian dalam sambutan yang agung, megah, dan penuh pengaruh ini, serta dalam perpisahan dan pengiringan jenazah pemimpin besar dan penuh kemenangan Islam ini, telah menunaikan hak Islam, masa kini, masa depan, kedudukan, dunia, dan akhirat kalian dengan sebaik-baiknya."

Beliau menegaskan: "Apa yang terjadi adalah sambutan yang mencapai jutaan orang, luar biasa besar, dan megah, yang sarat dengan ruh kepemimpinan spiritual yang hakiki kepada Allah, agama, dan Nabi Besar Muhammad (Saww)."

Teks pesan Ayatullah Syekh Isa Qasim adalah sebagai berikut:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Saww dan keluarga Muhammad.

Sambutan dari Irak yang beriman, penuh kemuliaan, dan bersemangat terhadap Ayatullah al-Uzhma, Imam Sayyid Ali Khamenei, setelah syahadahnya yang mulia di jalan Allah – di mana beliau hingga detik-detik terakhir berjuang dengan sungguh-sungguh dalam jihad yang intens untuk meninggikan agama, kehormatan umat Islam, menghancurkan keperkasaan para arogan dunia (mustakbirin), membela kaum mustad'afin (yang tertindas), serta menjaga martabat kemanusiaan dan kebebasan yang mulia, suci, luhur, dan konstruktif – adalah sambutan yang sangat besar.

Acara ini merupakan sambutan yang mencapai jutaan orang, luar biasa besar, dan megah, yang sarat dengan ruh kepemimpinan spiritual yang hakiki kepada Allah, agama-Nya, Nabi pilihan-Nya, dan keluarga-Nya yang suci (alaihimus salam), serta wilayah kepada para pewaris mereka, yaitu para marja' agung, para fakih yang memberi petunjuk, para ulama saleh, para penjaga agama dan kehormatan orang-orang beriman, serta para pembawa panji jihad di jalan Allah, yang bangkit untuk menegakkan kalimat kebenaran di muka bumi dan menyelamatkan umat manusia dari cengkeraman para tiran dan kaum mustakbirin dunia.

Sambutan ini adalah teriakan nyata dari jiwa pengorbanan dan dedikasi di jalan "perkara agung tauhid"; yaitu rahasia dari setiap petunjuk, keteguhan, kemuliaan, kehormatan, kemenangan, keadilan, keamanan, perdamaian, akhlak mulia dan kebajikan, serta menunjukkan tingkatan tertinggi dari ketajaman bashirah, kesadaran politik yang terjaga, ketepatan dalam menganalisis persoalan, dan penegasan atas persaudaraan kemanusiaan yang tulus, yang membuka pintu menuju sinergi kepentingan antar manusia demi kebaikan bersama.

Sambutan ini memusatkan perhatian yang kuat pada "pilihan terbaik" dalam rukun terpenting yang menjaga tatanan sosial dari kekacauan, kefasadan, kecemasan, eksploitasi, keruntuhan, dan kelemahan, yaitu "pemilihan kepemimpinan yang bijaksana, ahli, kompeten, dan kaya akan bekal ketakwaan, kesucian, kehormatan diri, dan kemuliaan dari kehinaan, kebatilan, serta syahwat duniawi." Inilah pola yang telah diserukan dan ditunjukkan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya; bahwa penguasa dan pemimpin masyarakat adalah Nabi Muhammad (ṣaw) dan setelah beliau para Imam maksum (as) dari keluarganya, dan pada masa ghaibnya Imam yang maksum, maka "orang-orang yang layak" lah yang memegang kendali kepemimpinan.

Sambutan yang dengan jumlah jutaan manusia dan kebesarannya menarik perhatian dunia ini, menyerukan kepada umat bahwa kepatuhan umat kepada kepemimpinan – yang Allah wajibkan sebagai rahmat bagi umat – adalah kepatuhan kepada teladan saleh yang memiliki syarat-syarat Ilahi dalam derajat tertinggi. Ini adalah kepemimpinan yang berlanjut dengan kepemimpinan yang saleh, tidak pernah melemah, dan senantiasa serius, aktif, serta penuh pengorbanan.

Sambutan ini dengan segenap jiwa meriwayatkan pelajaran-pelajaran dan arahan-arahan ini untuk masa kini dan masa depan; pelajaran-pelajaran yang sangat dibutuhkan oleh setiap waktu dan setiap tempat.

Sambutan ini berteriak: "Bergabunglah dengan air mata, teriakan, isyarat, doa, janji, dan ancaman mereka; kita semua adalah Ansarullah, penolong agama-Nya, dan penolong kepemimpinan yang Dia ridhai; kita tidak akan pernah menukar jalan ini dengan apa pun, dan tidak akan meminta ganti selain dari Allah. Inilah cita-cita yang kita pegang teguh dengan iman yang mendalam dan tulus, dan selama kita hidup, inilah cita-cita kita."

Kita semua, laki-laki dan perempuan, tua dan muda, remaja dan anak-anak; inilah cita-cita kita, dan kita teguh di atas jalan ini, serta kita kumpulkan seluruh generasi kita di jalan yang terang benderang ini.

Wahai orang-orang beriman di negeri Irak, wahai putra-putra madrasah kenabian, madrasah Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Pilihan (Saww), madrasah Imam Ali dan Husain serta para imam pemberi petunjuk dari keluarganya ('as) wahai putra-putra Syahid Sadr dan putra-putra marja'iyah (otoritas keagamaan) di Najaf yang mulia, dan wahai sandaran kuat bagi para marja' agama serta para fuqaha dan ulama mujahid di jalan Allah.

Kalian, dalam sambutan yang agung, megah, dan berpengaruh, serta dalam perpisahan dan pemakaman pemimpin besar dan penuh kemenangan Islam, Imam Sayyid Ali Khamenei, telah memberikan jasa yang sangat berharga bagi Islam, masa kini, masa depan, kedudukan, dunia, dan akhirat kalian; suatu hal yang – insya Allah – telah dilakukan dengan ikhlas yang diridhai oleh Allah 'Azza wa Jalla. Meskipun tindakan ini dengan segala kebesarannya terasa kecil di hadapan hasil-hasil besar dan positifnya bagi kalian dan umat kalian, namun pahala Ilahi jauh lebih besar dan sangat bernilai di sisi apa yang telah dijanjikan Allah kepada orang-orang yang berbuat baik; yaitu balasan yang agung, rahmat yang luas, kemuliaan yang indah, pertolongan-pertolongan besar, dan nikmat-nikmat yang tiada putus.

Atas nama semua orang beriman, semua kaum mustad'afin (yang tertindas), dan seluruh orang merdeka yang setia, saya berterima kasih kepada kalian; karena manfaat dari apa yang telah dilakukan oleh tangan-tangan dermawan dan semangat luhur kalian bersifat menyeluruh, dan setiap orang akan mendapatkan keberkahan ini sesuai dengan kadar pemahaman yang benar dan penunaian haknya.

Wassalamu 'alaykum wa rahmatullāhi wa barakatuh.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha