Minggu 12 Juli 2026 - 03:16
7 Pesan Strategis dari Fenomena Tak Tertandingi Abad Ini

Hawzah/ Anggota para fakih Dewan Pengawas menyebut pemakaman Imam Syahid sebagai "fenomena tak tertandingi abad ini" dan "perwujudan keterikatan antara agama dan rakyat" dan dengan mengapresiasi keagungan para pelaku pemakaman di Iran dan Irak, ia menjelaskan pesan-pesan strategis dari epik tak tertandingi ini.

Berita Hawzah – Ayatullah Sayyid Ahmad Khatami, anggota para fakih Dewan Pengawas, dalam sebuah pernyataan resmi, menggambarkan pemakaman Imam Syahid sebagai "fenomena tak tertandingi abad ini" dan "perwujudan abadi dari keterikatan antara agama dan rakyat", serta mengkaji secara mendalam pesan-pesan strategis dari epik tak tertandingi ini.

Anggota Jami'ah Mudarrisin Hawzah Ilmiyah Qom dalam penjelasannya ini menekankan pentingnya memahami dan menjaga persatuan dalam prinsip-prinsip dasar, serta hubungan antara kebencian terhadap musuh dan baiat kepada penerus kepemimpinan.

Teks lengkap pernyataan strategis Ayatullah Khatami adalah sebagai berikut:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

"Dan janganlah kamu merasa lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (QS. Ali 'Imran: 139)

Apa yang terjadi pada hari-hari ini dalam pemakaman jasad suci Imam Syahid dan keluarganya oleh rakyat Iran dan Irak, sungguh merupakan "fenomena tak tertandingi abad ini" dan menggambarkan perwujudan abadi dari keterikatan dua bangsa. Istilah-istilah yang digunakan dalam kantor-kantor berita seperti "pemakaman paling tak tertandingi abad ini", "menciptakan epik yang tiada tara", "parade kemenangan", "kehadiran populasi dua puluh juta jiwa", "perubahan kalkulasi", dan "teriakan jalanan yang tanpa terbata-bata melawan klakson-klakson propaganda musuh", semuanya menunjukkan terwujudnya keajaiban besar di Iran Islam.

Dengan mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh peserta pemakaman, yang terpenting adalah memahami pesan-pesan jelas dari fenomena tak tertandingi ini dan menjaga kelestariannya; karena kita harus mengenali pesan-pesan tersebut dan menjaganya.

Apa yang terjadi pada hari-hari ini di negara tercinta kita merupakan sebuah latihan militer yang luas; latihan militer berupa komitmen terhadap agama, kepatuhan kepada kepemimpinan, dan cinta tanah air. Tidak diragukan lagi bahwa musuh melalui distorsi, kebohongan, dan penciptaan perpecahan, berupaya mengubah suasana terpuji ini; maka kita harus menggagalkan musuh di medan ini pula dan menjaga pesan-pesan dari suasana suci ini.

Sebagian dari pesan-pesan tersebut adalah:

1. Pesan keyakinan beragama dan kecintaan terhadap nilai-nilai agama: Rakyat dengan bahasa keadaan dan ucapan mereka, menyatakan bahwa mereka berdiri di bawah panji agama dan akan terus berdiri teguh.

2. Pesan keselarasan otoritas keagamaan (marja'iyyah) dengan sistem Islam: Para marja' besar, baik dengan mengeluarkan pernyataan maupun dengan melaksanakan salat jenazah atas jasad Imam Syahid dan keluarganya, menegaskan ikatan ini.

3. Pesan meleburnya kecintaan terhadap agama dan tanah air Islam: Rakyat dengan segenap jiwa memuliakan seorang tokoh besar yang memiliki kedua permata ini pada tingkat tertinggi dan menyebutnya sebagai "yang paling mencintai tanah air"

4. Pesan berlepas diri dan balas dendam terhadap musuh-musuh bebuyutan revolusi: Upacara ini merupakan gema dari kebencian terhadap musuh-musuh; panji-panji merah balas dendam menjadi saksi atas kebenaran bahwa tuntutan ini tidak hanya lahir dari logika Al-Qur'an dan fikih, tetapi juga merupakan hak mutlak yang diakui dalam hukum internasional.

5. Pesan baiat kepada penerus kepemimpinan, Yang Mulia Ayatullah Sayyid Mujtaba Husaini Khamenei, penerus yang saleh setelah pendahulu yang saleh: Tokoh besar yang dengan gagah berani melanjutkan jalan kedua Imam Revolusi dan senantiasa mengibarkan panji suci ini.

6. Persatuan dalam prinsip-prinsip dasar; warisan kedua Imam Revolusi: Persatuan dan kebersamaan hanya bermakna dalam "prinsip-prinsip dasar". Perbedaan selera selama tidak menimbulkan perpecahan tidaklah berbahaya, tetapi apa yang kita saksikan hari-hari ini adalah "persatuan dalam prinsip-prinsip dasar"; yaitu persatuan yang selalu diperintahkan oleh Imam Khomeini dan Imam Syahid, dan kita harus menjaganya dengan segenap jiwa.

7. Perwujudan wasiat Al-Qur'an dan Ahlulbait dalam upacara penghormatan kepada Imam Syahid: Pesan perlawanan dan keuletan rakyat, baik dalam pertemuan-pertemuan suci beberapa bulan terakhir maupun dalam upacara penghormatan kepada Imam Syahid, menegaskan kebenaran bahwa ini adalah wasiat Al-Qur'an dan Ahlulbait. Tanpa keraguan, umat yang telah mengalahkan rasa lelah dan berdiri tegak bagaikan pohon cemara yang kokoh, pasti akan menjadi pemenang di medan pertempuran.

Pada akhirnya, dengan penuh kebanggaan saya merasa terhormat dan mencium tangan umat ini yang telah memuliakan Islam dan ajaran Ahlulbait (semoga salam sejahtera tercurah atas mereka).

Waassalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Sayed Ahmad Khatami

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha