Minggu 4 Oktober 2026 - 19:31
Hijab Dijadikan Alat Propaganda Pemilu di Italia

Hawzah/ Dalam sebuah gerakan politik ekstrem, salah satu partai di Italia mengesahkan larangan penggunaan segala bentuk cadar bagi para pelajar di sekolah, padahal hanya sebagian sangat kecil dari mereka yang menggunakannya dan mayoritas pelajar muslimah datang ke sekolah dengan mengenakan mantel dan jilbab.

Berita Hawzah – Molika Laura Enrilo, seorang guru matematika berusia 58 tahun, mengatakan bahwa meskipun beberapa siswi mengenakan jilbab di sekolah, namun ia tidak pernah melihat dalam karier profesionalnya ada pelajar yang mengenakan cadar di sekolah-sekolah lain, mungkin ada beberapa pelajar. Tetapi ini adalah propaganda pemilu.

Ia menambahkan: "Para siswi yang ingin berhijab di sekolah di Italia, mereka melakukannya, tidak ada yang mengganggu mereka, baik guru maupun para pelajar."

Giorgia Meloni, Perdana Menteri Italia, pada hari Minggu dalam sebuah rapat umum partai konservatif-nasionalisnya, dengan nama politik Brothers of Italy (FdI), dengan menyatakan bahwa "Anda harus datang ke sekolah dengan wajah tidak tertutup," menjelaskan larangan yang diusulkan ini dan menggambarkannya sebagai langkah menuju kesetaraan gender.

Kantor berita ANSA melaporkan bahwa saat ini hanya kurang dari 500 hingga 600 siswi di seluruh negeri yang menutupi seluruh wajah mereka.

 Laura berkata: "Jika seorang siswi datang ke sekolah dengan cadar, saya tidak bisa mengatakan kepadanya untuk pulang. Tugas saya adalah memperlakukannya seperti seorang remaja yang menganggap dirinya melakukan hal yang baik." Saya harus menghormatinya.

Yahya Pallavicini, imam masjid Milan, mengatakan bahwa larangan ini menciptakan "masalah palsu" dan mengalihkan perhatian publik kepada pakaian yang digunakan oleh minoritas kecil serta merusak "pemahaman" tentang Islam.

Ia melanjutkan: "Ini adalah upaya untuk menyajikan satu model masyarakat yang tunggal, yang kebetulan tidak memiliki kebebasan individu di dalamnya, sebuah masyarakat yang mendukung supremasi kulit putih, dan jika ada sesuatu yang berbeda, dengan penggunaan politik dan menyesatkan terhadap isu-isu seperti penggunaan cadar atau lainnya, akan dibuat karikatur darinya yang menguntungkan para politisi."

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha