Berita Hawzah – Dewan Politik Koalisi Pemuda Revolusi 14 Februari Bahrain, dalam rangka peringatan dua tahun kepergian syahid yang suci, "Amir Pahlawan Arab" Syahid Sayyid Hasan Nasrallah, menilainya sebagai sebuah ajaran yang tiada banding dalam perlawanan terhadap dominasi, pembelaan terhadap kaum tertindas, serta keikhlasan dan pengorbanan di jalan nilai-nilai luhur; sebuah ajaran yang menjadikannya melampaui ruang dan waktu serta menjadikannya penerus jalan para Nabi as dan para pengganti Nabi as sepanjang sejarah.
Dewan ini dalam pernyataan mingguannya menegaskan: Terdapat ikatan yang mendalam antara rakyat Bahrain dan syahid yang suci ini; ikatan yang berakar pada landasan bersama, yakni komitmen terhadap prinsip-prinsip umat, tidak bergantung pada kekuatan asing, dan pembebasan dari budaya penghambaan serta ketundukan terhadap kesewenang-wenangan.
Koalisi Pemuda Revolusioner Bahrain mencatat: Rakyat Bahrain tidak jatuh dalam menghadapi "perang kognitif" yang bertujuan mencitrakan buruk perlawanan dan merusak wajah, sejarah, serta para pemimpinnya (terutama setelah perang Lebanon tahun 2006, Perang 33 Hari); perang-perang yang di dalamnya kaum Zionis berpartisipasi bersama para penguasa pengkhianat, khususnya setelah gambar-gambar syahid yang suci tersebar dari Teluk Persia hingga Eropa.
Selanjutnya, dewan ini menyebutkan: Perang nilai dan identitas telah meluas, dengan tujuan mencitrakan buruk Iran dan seluruh front perlawanan. Tujuan perang-perang ini adalah menciptakan musuh imajiner bagi umat, di hadapan pencitraan baik musuh Amerika-Zionis Israel dan normalisasi hubungan dengannya di segala tingkatan.
Dewan ini menegaskan: Rakyat Bahrain telah menciptakan sarana-sarana efektifnya sendiri dalam perlawanan untuk mempertahankan eksistensi dan identitasnya, dan meskipun konfrontasi ini semakin memanas (sebagai akibat aliansi negara-negara Teluk dengan Amerika dan Zionis Israel), mereka menolak segala pemalsuan terhadap nilai-nilai, kesadaran, dan sejarah.
Dewan Politik Koalisi ini menegaskan komitmen terhadap seruan Pemimpin Agung Ayatullah Sayyid Khamenei untuk berpegang teguh pada ajaran syahid yang suci dan melanjutkan jalannya, yang kini terjaga di tangan yang terpercaya, "Syekh Naim Qassem" dan para saudara mujahidnya.
Dewan ini juga kembali memperingatkan keluarga Al Khalifah tentang konsekuensi dari terus mengikuti Amerika dan Zionis Israel secara membabi buta serta keras kepala memusuhi Republik Islam Iran dan bangsa-bangsa front perlawanan.
Komentar Anda