Berita Hawzah – Syekh Qais Al-Khazali, Sekretaris Jenderal Gerakan Asa'ib Ahl al-Haq Irak, dalam sebuah pernyataan pada peringatan syahidnya Sayyid Hasan Nasrallah, mengatakan: Pada peringatan kedua kepergian panglima pemberani Hasyimi dan simbol spiritual orang-orang merdeka, syahid yang berbahagia Sayyid Hasan Nasrallah, kami tidak berkumpul hanya untuk mengenang, melainkan kami datang untuk memperbarui baiat kami dengan darah segar yang dengan kehormatan telah menulis sejarah baru bagi kawasan dan dunia.
Ia menjelaskan: Sayyid Nasrallah bukan sekadar seorang pemimpin politik atau militer, melainkan sebuah sekolah dalam kesabaran, perencanaan, dan keteguhan.
Syekh Al-Khazali menambahkan: Selama puluhan tahun dari hidupnya yang mulia, ia hidup di jantung bahaya dan tidak menghiraukan ancaman-ancaman para mustakbirin (kekuatan-kekuatan arogan). Ia memikul kepedulian umat dan permasalahannya di pundaknya. Dengan sikap-sikap beraninya yang mengguncang hati para musuh dan perkataannya yang meruntuhkan benteng-benteng Zionis, ia membentuk persamaan-persamaan pencegahan dan menanamkan keyakinan di hati orang-orang merdeka di seluruh dunia bahwa dalam kamus Ahlul Haq, tidak ada tempat bagi kekalahan.
Ia melanjutkan: Hari ini, para pendukung dan pencintanya berdiri dengan keteguhan dan kestabilan yang tidak dapat digoyahkan oleh kesulitan, serta dengan kekuatan Alawi dan keberanian yang tak tertandingi, agar menjadi anak panah yang tertancap di jantung Zionis dan mustakbirin.
Sekretaris Jenderal Asa'ib Ahl al-Haq menegaskan: Kami tetap melangkah di jalan mulia ini dan membelanya; kami tetap setia pada setiap tetes darah yang tertumpah di jalan kemuliaan dan kelangsungan perlawanan, dan kami memikul panji dengan amanah dan kehormatan; tanpa keraguan atau mundur, hingga kemenangan sempurna terwujud dan bumi dibersihkan dari keburukan orang-orang yang tidak suci. Kami juga akan menjadi karang yang menghancurkan semua konspirasi internal dan eksternal, serta tangan yang melindungi umat dan hal-hal sucinya.
Ia pada akhirnya mengatakan: Salam bagi ruhmu yang suci; salam bagi suaramu yang akan terus bergema di lorong-lorong sejarah, memberi harapan dan menciptakan kemenangan. Perjanjian tetap perjanjian, janji tetap janji, dan kami tidak akan menyimpang dari jalan.
Komentar Anda