Berita Hawzah – Hujjatul Islam Sayyid Ali Sajir Radhawi, seorang ulama India, dalam khutbah-khutbah Salat Jumat yang digelar di Syiah Eidgah Husainabad, Negara Bagian Jharkhand, membahas topik "Kerusakan dan Cara-cara Menghadapinya" dan dengan bersandar pada ayat mulia «وَلَا تُفْسِدُوا فِی الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا» (Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) baik), menyatakan: Islam dengan tegas menentang segala bentuk kerusakan di bumi dan masyarakat, serta menyeru manusia untuk menjaga perbaikan dan kesehatan masyarakat.
Kerusakan; Lebih dari Sekadar Penyimpangan Sosial
Imam Jumat Husainabad dalam menjelaskan konsep kerusakan berkata: Ketika sesuatu melampaui batas-batas alami dan syariatnya, maka lahan kerusakan pun terbuka. Kerusakan bukanlah fenomena satu dimensi, melainkan dapat muncul di berbagai bidang kehidupan individu dan sosial manusia.
Ia menambahkan: Kerusakan akhlak, keuangan, sosial, politik, dan keluarga termasuk di antara manifestasi yang dikenal dari fenomena ini; namun di era sekarang, dengan meluasnya teknologi dan media baru, kita menyaksikan terbentuknya jenis-jenis baru kerusakan di ruang maya dan dunia digital yang dapat meninggalkan dampak mendalam bagi individu, keluarga, dan masyarakat.
Perbaikan Diri; Pendahuluan bagi Perbaikan Sosial
Hujjatul Islam Sayyid Ali Sajir Radhawi dengan menyebut sirah dan ajaran Ahlulbait (as) menyatakan: Allah Yang Mahatinggi melalui para Nabi Ilahi dan para Imam Maksum (as) telah menyediakan jalan perbaikan dan bimbingan bagi manusia dan masyarakat; namun penyimpangan dari jalan Ilahi, pemberontakan, pemborosan, dan mengikuti para penguasa zalim, senantiasa menjadi faktor penting kehancuran dan kebinasaan masyarakat manusia.
Ia dengan bersandar pada ajaran Imam Shadiq (as) menegaskan bahwa kerusakan lahiriah dalam banyak kasus berakar pada kerusakan batiniah manusia. Oleh karena itu, selama manusia tidak memperbaiki batin dan perilakunya, perjuangan melawan manifestasi kerusakan di masyarakat tidak akan mencapai hasil yang diinginkan.
Kesadaran dan Kebijaksanaan; Alat Terpenting untuk Menghadapi Kerusakan
Imam Jumat Husainabad menilai kesadaran dan kebijaksanaan sebagai salah satu kebutuhan terpenting masyarakat dalam kondisi saat ini dan berkata: Untuk menghadapi arus-arus penyimpangan dan kerusakan budaya serta akhlak, pertama-tama harus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran yang diperlukan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia dengan menyapa para orang tua dan kaum muda mengingatkan: Keluarga-keluarga harus waspada terhadap dampak dan konsekuensi penggunaan yang salah dari media sosial, situs-situs web yang menyesatkan, serta sebagian jaringan satelit dan media-media cabul, dan tidak membiarkan alat-alat ini memberi pengaruh negatif terhadap keyakinan, akhlak, dan gaya hidup anak-anak mereka.
Urgensi Memperkuat Pengetahuan Agama dan Akidah
Pakar agama ini dalam lanjutannya, menilai pemahaman yang benar tentang agama dan pengetahuan keagamaan sebagai faktor mendasar kebahagiaan manusia, dan dengan menyebut sebuah hadis dari Nabi Mulia Muhammad (Saww) menyatakan: Rahasia keberhasilan dan keselamatan manusia terletak pada pengenalan yang benar tentang agama dan pencapaian pengetahuan (ma'rifat).
Ia menegaskan: Masyarakat Islam tidak boleh menganggap agama dan persoalan akidah sebagai hal yang dangkal dan remeh, melainkan harus dengan memperkuat fondasi akidah dan meningkatkan pengetahuan keagamaan, menyediakan landasan kekebalan bagi individu dan keluarga terhadap arus-arus penyimpangan dan berbagai manifestasi kerusakan.
Bergerak di Jalan Sirah Ahlulbait (as)
Imam Jumat Husainabad menegaskan perlunya berpegang teguh pada sirah Ahlulbait (as) dan berkata: Jika individu-individu masyarakat, khususnya generasi muda, menjalin hubungan yang mendalam dan benar dengan ajaran-ajaran agama dan sirah Ahlulbait (as), mereka dapat bertahan menghadapi banyak kerusakan pemikiran, akhlak, dan budaya.
Ia mengingatkan: Perbaikan masyarakat dimulai dari perbaikan individu, dan seberapa besar pengetahuan, ketakwaan, kebijaksanaan, dan rasa tanggung jawab diperkuat di kalangan individu masyarakat, maka semakin besar pula landasan untuk mengurangi kerusakan dan menyebarkan kesehatan akhlak serta sosial.
Di akhir, Hujjatul Islam Sayyid Ali Sajir Radhawi berdoa untuk kehancuran para zalim, kemenangan dan kesehatan kaum tertindas di dunia serta para mujahid Islam, dan juga memohon kepada Allah Yang Mahatinggi kesehatan dan panjang umur bagi para marja' taklid agung, khususnya kesehatan dan percepatan kemunculan (faraj) Imam Mahdi (semoga Allah mempercepat kemunculannya).
Komentar Anda