Berita Hawzah – Ayatullah Qurbanali Dari Najafabadi hari ini dalam kuliah dars-e kharij (pelajaran tingkat tinggi), dengan tema metode-metode pendidikan dalam sirah Nabi Muhammad Saww, menyatakan: Pendidikan manusia dimulai sejak masa kanak-kanak, dan dalam sirah kenabian terdapat perhatian khusus terhadap bimbingan ilahi di seluruh tahapan kehidupan; sebagaimana Amirul Mukminin (Imam Ali as) juga telah menunjuk kepada pendidikan istimewa dari sisi Allah sejak awal kehidupan Nabi Saww.
Ia dengan merujuk kepada Nahjul Balaghah, menambahkan: Nabi Islam Saww diutus untuk mewujudkan janji-janji ilahi mengenai penyelamatan manusia dari kegelapan kebodohan, penegakan keadilan, menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan, dan pemulihan hak-hak manusia, serta memiliki misi untuk merealisasikan tujuan-tujuan ini dalam masyarakat manusia.
Perwakilan Wali Faqih di Provinsi Markazi, Iran ini dengan menjelaskan konsep "penyempurnaan kenabian" (itmam an-nubuwwah), menegaskan: Para nabi agung seperti Nabi Ibrahim as, Musa as, Isa as, dan Nuh as masing-masing membangun sebagian dari bangunan agung kenabian, dan dengan diutusnya Nabi Muhammad Mustafa Saww, jalan bertahap ini mencapai kesempurnaan akhir, dan beliau menjadi bata terakhir dari bangunan ini.
Ayatullah Dari Najafabadi dengan merujuk pada cakrawala-cakrawala tinggi makrifat dalam madrasah Ahlulbait as, mengatakan: Pengetahuan-pengetahuan seperti Al-Qur'an al-Karim, Sahifah as-Sajjadiyyah, Doa Arafah, Doa Kumail, Munajat Sya'baniyyah, dan Ziarah Jami'ah Kabirah, telah memperlihatkan kepada umat manusia puncak-puncak tertinggi pendidikan ilahi, dan menunjukkan bahwa madrasah ini adalah jalan tertinggi untuk mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah).
Ia dengan menyamakan madrasah Nabi Muhammad Saww dengan sebuah universitas besar, mengingatkan: Imam Ali as, Sayyidah Fatimah az-Zahra as, Imam Hasan as, Imam Husain as, dan para Imam Maksum as adalah murid-murid paling terkemuka dari universitas ini, dan tokoh-tokoh seperti Imam Khomeini ra, para syuhada yang mulia, dan Allamah Thabathabai ra juga telah melangkah di jalur bercahaya yang sama.
Perwakilan Wali Faqih di akhir pernyataannya dengan menekankan keagungan Nahjul Balaghah, menyatakan: Khazanah agung ini selama berabad-abad telah menyibukkan para pemikir dan arif, dan masih memiliki kapasitas-kapasitas menakjubkan untuk mengenal makrifat ketauhidan, akhlak, dan kemanusiaan, dan umat manusia sejauh apa pun melangkah di jalur ini, tetap dapat mengambil manfaat dari sumber yang tak terbatas ini.
Komentar Anda